Agnez Mo makin serius di dunia fashion

Penyanyi Agnes Monica yang memiliki nama pop Agnez Mo berpose untuk awak media di Lucy in The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).
Penyanyi Agnes Monica yang memiliki nama pop Agnez Mo berpose untuk awak media di Lucy in The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017). | Kania Luthfiani /Beritagar.id

Kesibukan penyanyi Agnes Monica atau kini lekat dengan nama pop Agnez Mo dipastikan bertambah. Setelah meluncurkan album internasional pertamanya, X, pada 10 Oktober lalu, perempuan 31 tahun ini menancapkan kakinya lebih dalam di dunia fashion.

Namun demikian, Agnez tidak bermaksud menjadi seorang (foto) model. Agnez memutuskan menjadi mitra pendiri (co-founder) jenama LYKE bersama Bastian Purrer --sang CEO dan pendiri utama.

Keputusan masuk ke LYKE merupakan kecintaan lanjutan Agnez pada fashion. Maklum pada 2015, ia lebih dulu membuka clothing line Anye bersama sang kakak --Steve Muljoto.

Agnez mengatakan Anye didirikan untuk menjawab penasaran publik pada style (gaya) Agnez Mo. Sedangkan LYKE merupakan aplikasi platform fashion.

Bastian menemui Agnes pada pertengahan 2016 karena melihat minatnya pada dunia fashion. Lantaran merasa cocok, punya visi dan misi yang sama serta dapat mengembangkan ide satu sama lain, mereka membangun aplikasi fashion.

Bahkan Agnez kemudian ditunjuk menjadi Chief Creative Officer LYKE lantaran memiliki ide-ide cemerlang. Agnes dengan segala kreativitasnya membuat fitur LYKE Image Search.

"Bagaimana jika kita punya aplikasi yang bisa mengambil gambarnya dan mencari sendiri. Jadi enggak perlu ribet-ribet lagi," tutur Agnez dalam konferensi pers di Lucy in The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017).

Fitur itu muncul dari pengalaman pribadinya. Agnez merasa kesulitan mencari barang tertentu yang diinginkan dan tak tahu jenama produk dimaksud. Jadi dengan fitur tersebut, seseorang hanya perlu mengunggah foto produk yang diinginkan dan aplikasi bakal langsung mencarikan.

Bastian menyambut riang ide Agnez. Lelaki asal Jerman ini memastikan pencarian produk fashion pada aplikasi LYKE bukan cuma seru dan canggih, tapi juga menyenangkan dan menginspirasi segala kalangan pengguna.

"LYKE ingin membuktikan komitmen untuk menghadirkan pengalaman belanja online yang menyenangkan. Fitur LYKE Image Search ini sebagai wujud inovasi teknologi terdepan," jelas lekaki jebolan Universitas Harvard ini.

Hingga saat ini aplikasi LYKE sudah diunduh hampir dua juta kali di Playstore dan Appstore. Platform aplikasi tersebut juga mampu menghadirkan 300 gerai fashion terkemuka di Indonesia.

Jadi, LYKE juga menjadi etalase besar produk lokal. Agnez kebetulan memang ingin mengangkat produk keluaran Tanah Air.

Diakui Agnez, generasi muda Indonesia pun sekarang makin sadar pada produk lokal meski sebagian masih mengenakan produk luar ngeri. Itu sebabnya LYKE mendukung bisnis fashion lokal yang sebenarnya juga dijalankan oleh anak muda.

"...brand-brand baru atau gerai baru, dan para pendatang baru. Karena kami tahu yang punya usaha itu generasi muda," ungkap Agnez.

Kebanggaan Agnez dan Bastian memimpin LYKE pun melahirkan tekad untuk selalu memberikan layanan fashion terbaik kepada masyarakat secara luas di Indonesia.

"Kami tidak akan berhenti menyuguhkan fashion yang menyenangkan bagi masyarakat Indonesia dan mudah-mudahan juga untuk kalangan yang lebih luas lagi," tutup Agnez.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR