Mengajari anak cinta bumi dengan tanam-menanam

Beri contoh baik pada anak adalah kunci.
Beri contoh baik pada anak adalah kunci. | TinnaPong /Shutterstock

Anak-anak adalah generasi penerus. Kelak setelah kita tiada, mungkin mereka masih menjejak bumi. Karena itu, ajaklah mereka menjaga planet ini.

Saat anak belajar mencintai lingkungan, artinya orang tua membangun rasa hormat pada alam, menjaga lingkungan dan tidak berperilaku merusak alam di kemudian hari.

Demikian menurut Yohanes Heri Widodo, M.Psi, psikolog dari Universitas Sanata Dharma seperti dikutip Liputan6.

Para orang tua di era milenial memiliki tantangan untuk memperkenalkan kecintaan terhadap lingkungan. Sebab, aktivitas anak lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan.

Tapi kata Yohanes, hal tersebut seharusnya tak menjadi hambatan untuk menanamkan kepada anak pentingnya mencintai lingkungan.

Layaknya orang tua yang baik, langkah awal sebaiknya dimulai dengan memberikan contoh. Misal, dengan membuang sampah pada tempatnya, memelihara tanaman, atau menggunakan kembali barang bekas yang masih bisa dipakai.

Contoh berperan penting, sebab anak adalah peniru ulung. Mereka dengan mudah akan melakukan apa yang mereka lihat.

Karena itu aksi nyata lebih baik ketimbang sekadar imbauan. Setelah itu, ajak anak untuk ikut serta melakukannya.

A photo posted by mirza darmayanti (@mirzaicha) on

Pohon untuk Bumi

Salah satu cara mewujudkan cinta pada bumi, seperti ditulis Ayahbunda, adalah dengan mengajak anak menanam tanaman. Kegiatan ini merupakan tindakan nyata yang selaras dengan tema Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, yaitu Pohon untuk Bumi.

Melansir Metro UK, setiap tahun bumi kehilangan 15 miliar pohon. Pada perayaan Hari Bumi ke-50 kali ini, ada target untuk menanam 7,8 miliar pohon di seluruh dunia hingga tahun 2020.

Aktivitas menanam atau berkebun juga memberikan dampak positif pada anak. Dikatakan oleh Lisa Taylor, seperti dikutip dari Babble, anak merasa dekat dengan bumi, dan berlatih bersabar.

Ditambahkan Amy Gifford, dari National Gardening Association, bercocok tanam melatih indera anak, belajar bekerja sama, menghargai sebuah proses dan memahami asal makanan.

"Anak-anak bisa melihat langsung proses ketika benih mulai ditanam. Merawat hingga akhirnya tiba waktu panen. Dipetik atau ditarik keluar dari tanah, itu adalah proses yang perlu diketahui anak untuk lebih menghargai makanan," kata Gifford

Sheknows menulis, Anda bisa mengajak anak untuk mulai menanam di rumah dengan cara berikut ini.

Satu pohon di rumah

Tanam satu pohon di halaman rumah. Lakukan kegiatan ini bersama-sama. Mulai dari menentukan pohon yang akan ditanam, lalu melibatkan anak juga dalam kegiatan menanam pohon.

Buatlah kegiatan menanam pohon yang menyenangkan bagi anak. Jelaskan pula kepada anak, bahwa pohon yang ditanam akan membuat rumah lebih teduh dan membantu menyimpan cadangan air.

Menanam sayuran

Jangan khawatir dengan lahan sempit ini bukan halangan untuk bisa menanam sayuran. Melansir Lifehacker, Anda bisa menanam tomat, buncis, lemon dan mentimun di halaman rumah.

Menanam sayuran sendiri artinya Anda membatasi jumlah polusi dan paparan pestisida.

Menyambut Hari Bumi, Anda bisa memulai membuat taman mini di rumah bersama si kecil. Panduan yang ditulis Goodhousekeeping bisa Anda coba. Anda hanya membutuhkan peralatan sederhana dan kreativitas. Pot tanaman, bibit tanaman dan peralatan bercocok tanam.

Kita hanya punya satu bumi, jadi kita harus merawatnya.

Gaylord Nelson
Earth Day 2016 Google Doodle /Rajamanickam Antonimuthu
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR