Aksi nyata menuju permukiman bebas nyamuk

SPONSOR: Djarum Sumbangsih Sosial
Acara pengarahan Program Pencegahan DBD (21/12)
Acara pengarahan Program Pencegahan DBD (21/12) | Bakti Sosial Djarum Foundation

Masyarakat Cipinang Melayu bersama Djarum Sumbangsih Sosial Djarum Foundation kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya langkah nyata untuk menuju lingkungan bebas nyamuk.

Ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) setiap kali memasuki musim pancaroba masih kerap membayangi masyarakat. Angka kejadian pun kerap meningkat, dan memuncak pada musim penghujan.

Sebagai negara tropis, Indonesia masih menjadi sarang yang nyaman bagi nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak. Terlebih, ketika cuaca tak menentu dan pancaroba serta "disempurnakan" dengan kondisi lingkungan yang (mungkin) jauh dari bersih; nyamuk seolah didukung untuk bereproduksi.

Serangan nyamuk tak pelak membahayakan warga dengan ancaman virus dengue yang menjadi penyebab timbulnya penyakit DBD. Penyebaran DBD di Jakarta tak bisa dipandang sebelah mata.

Salah satu wilayah yang rentan terhadap ancaman penyakit DBD di Jakarta adalah kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, wilayah Jakarta Timur termasuk penyumbang terbesar jumlah pasien DBD di rumah sakit, pada periode April 2016.

Menanggapi hal ini, Djarum Sumbangsih Sosial Djarum Foundation sejak Februari 2013 masuk ke kawasan Kelurahan Cipinang Melayu, khususnya RW 03 untuk bersama-sama warga memerangi nyamuk aedes di wilayah tersebut melalui Program Kader Jumantik. Kader Jumantik bertugas menyosialisasikan informasi seputar DBD kepada warga.

Melalui langkah sosialisasi tersebut diharapkan warga mau bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan masing-masing untuk meminimalisasir terjadinya DBD setiap kali musim penghujan. Setiap pekan, Jumantik punya agenda rutin melakukan inspeksi ke rumah warga dua kali dalam seminggu.

Setelah berjalan empat tahun dan merasakan manfaat positif dari Program Jumantik di RW 03, tahun ini Djarum Sumbangsih Sosial Djarum Foundation melebarkan rangkulan tangan mereka ke wilayah ke RW 01 dan 02 di Kelurahan Cipinang Melayu.

Pada 21 Desember 2016 pihak Djarum Sumbangsih Sosial Djarum Foundation mengundang 90 orang warga dari RW 01, 02, 03 untuk mengikuti pelatihan Program Jumantik.

Budi Darmawan, Program Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, menyatakan harapannya agar masyarakat bisa berperan langsung dalam menghentikan rantai pembiakan nyamuk aedes aegypti di rumah lingkungan masing-masing. Budi menilai tindakan ini akan lebih cepat dan efektif dalam menanggulangi penyebaran virus DBD yang kerap muncul saat pergantian musim kemarau ke musim hujan.

"Butuh peran warga, kepala dan anggota keluarga, serta penghuni untuk pencegahan DBD. Tindakan ini harus dilakukan secara sadar dari diri sendiri untuk memantau jentik nyamuk di rumah masing-masing warga," tutur Budi kepada warga, Rabu (21/12).

Pengenalan tentang karakteristik dan siklus hidup nyamuk perlu dipahami sebagai langkah untuk memutus rantai hidup nyamuk. Tak hanya itu, para warga yang kelak akan menjadi kader Jumantik pun dibekali dengan pengetahuan tentang ciri-ciri orang yang terjangkit DBD dan cara mengatasinya.

Sebagai pemantik semangat, pihak Djarum Sumbangsih Sosial Djarum Foundation akan melakukan evaluasi kinerja Jumantik melalui kegiatan lomba Jumantik antar RT setiap dua bulan sebagai bentuk apresiasi terhadap aksi nyata warga yang mau bekerja bersama-sama mewujudkan permukiman yang bebas dari ancaman nyamuk.

"Semoga warga kami bisa turut berperan aktif dan sadar akan lingkungan yang bersih serta terbebas dari sebaran jentik DBD. Kami berterima kasih kepada Djarum serta warga dari RW sebelah (01 dan 02) atas dukungan dan kerja samanya," ungkap Muchtar, Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu.

SPONSOR: Djarum Sumbangsih Sosial
BACA JUGA