Mengapa bioskop ramai tetapi mal sepi

MITRA: Woman Talk
Ilustrasi mal
Ilustrasi mal | Africa Studio /Shutterstock

Kalau Anda lihat sekarang di mal-mal ibukota, suasananya cenderung sepi dan senyap. Berbeda ketika Anda mampir ke bioskop atau pusat kebugaran yang ada di dalamnya. Serasa berada di tempat yang berbeda, kedua tempat itu justru ramai dengan pengunjung. Kok bisa, ya?

Ternyata dalam sebuah penelitian, hal di atas terjadi karena adanya perubahan perilaku pada masyarakat modern tentang bagaimana mereka membelanjakan uangnya.

Dikutip dari Kompas.com, PT Neurosensum Technology International (Neurosensum) melakukan riset dilakukan terhadap 1000 orang di 12 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makasar, Palembang, dan Balikpapan.

Hasilnya, terlihat kalau kini generasi milenial dan generasi Z lebih menghargai pengalaman daripada kepemilikan barang. Mereka kini tidak lagi merasa puas dengan sekadar membeli barang, tapi malah ingin mencari pengalaman melebihi produk itu sendiri.

Itulah yang membuat mereka mengalihkan pengeluaran dari kategori fast moving consumer good (FMCG) tradisional ke berbagai hal yang menyediakan pengalaman seperti rekreasi dan liburan, gadget, atau produk elektronik dan data seluler, serta kesehatan.

Pengalaman tersebut juga didukung dengan meningkatkan kebutuhan akan rekreasi yang berdampak pada pengeluaran konsumen untuk menyaksikan konser dan film yang meningkat sebesar 40% (1,4 kali lipat) dalam 2 tahun terakhir. Peningkatan yang sama juga terjadi pada pengeluaran untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

”Riset menunjukkan bahwa konsumen makin cerdas menentukan pilihan. Mereka makin sadar kesehatan, dan menginginkan pengalaman yang lebih dari merek dan produk yang mereka gunakan,” pungkas Rajiv Lamba, Managing Director Neurosensum.

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR