Alasan teknologi rumah pintar semakin dilirik pemilik rumah

Rangkaian sakelar AvatarOn yang desain cover-nya dapat disesuaikan dengan tema interior rumah.
Rangkaian sakelar AvatarOn yang desain cover-nya dapat disesuaikan dengan tema interior rumah. | Syarahsmanda /Beritagar.id

Bukan hanya ponsel yang bisa berevolusi menjadi ponsel pintar seiring dengan berkembangnya teknologi, rumah pun bertransformasi menjadi rumah pintar ketika internet of things (IoT) merambah sektor properti.

Minat para pemilik rumah terhadap teknologi rumah pintar (smart home) menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Tren tersebut dapat dilihat melalui peningkatan pengeluaran yang dilakukan para pemilik rumah untuk belanja perangkat rumah pintar.

Statista Smart Home Report yang dirilis pada 2018 mencatat, pengeluaran belanja perangkat rumah pintar menyentuh angka USD33 miliar pada 2017. Angka ini diprediksi akan meningkat tiga kali lipat pada 2022 menjadi USD 112,8 miliar. Bahkan, diperkirakan pada 2025, 20 persen hunian yang ada di seluruh dunia akan menjadi rumah pintar.

Jika keberadaan ponsel pintar dapat membantu mempermudah pekerjaan dan berbagai aktivitas manusia, demikian juga halnya dengan rumah pintar. Penggunaan perangkat pintar di rumah artinya membenamkan sistem otomasi pada perabot elektronik yang dapat memudahkan pemilik rumah leluasa mengendalikan perangkat elektronik dari jauh. Jarak pun tidak lagi menjadi kendala setelahnya.

Tidak hanya kemudahan mengatur perabot elektronik dari jarak jauh, penggunaan teknologi smart home juga dapat membantu pemilik rumah untuk mematikan atau menyalakan lampu secara otomatis dengan menggunakan sensor gerak atau suara sehingga pemakaian listrik lebih efisien.

Untuk mengakomodasi kebutuhan para pemilik rumah terhadap perangkat teknologi smart home, Schneider Electric Indonesia meluncurkan WISER (wireless smart home system) yang menawarkan kecerdasan teknologi, tampilan yang modern dan canggih, serta modifikasi desain; yang dapat dikombinasikan dengan rangkaian produk sakelar dengan desain yang sudah dimodifikasi, AvatarOn.

Selain isu lingkungan, efisiensi listrik jelas akan berdampak langsung pada angka yang tercetak di tagihan listrik bulanan. Penggunaan teknologi smart home Schneider Electric, selain dapat memberikan kenyaman dan kemudahan bagi para pemilik rumah, diklaim dapat membantu mengurangi biaya listrik hingga 30 persen.

Seorang pemilik villa di Ubud, Bali yang telah menggunakan teknologi smart home Schneider Electric di villanya mengaku sangat terbantu dengan ditanamkannya teknologi smart home.

Diskusi dalam acara peluncuran AvatarOn dan WISER (21/11)
Diskusi dalam acara peluncuran AvatarOn dan WISER (21/11) | Syarahsmanda /Beritagar.id

“Saya nggak selalu di Bali. Masalah yang timbul ketika saya ada di Jakarta adalah terkadang di rumah (Bali), lampu menyala atau masih dalam keadaan mati pada waktu yang tidak semestinya. Saya sering meminta bantuan tetangga atau teman yang ada di sana untuk sekadar menyalakan lampu saat malam ketika pengurus villa keburu pulang dan lupa menyalakan lampu. Sejak menggunakan wiser, semua peralatan listrik dan sistem pencahayaan bisa saya kendalikan dari Jakarta,” papar Taridana dalam acara peluncuran AvatarOn dan WISER Schneider Electric di Hallf Patiunus (21/11).

Kehadiran AvatarOn dan WISER dalam rangkaian produk Schneider Electric merupakan jawaban atas kebutuhan teknologi canggih di sektor properti yang menyatukan aspek fungsional, estetika, dan imajinasi. Untuk menyempurnakan estetika properti, kulit (cover) AvatarOn dapat dikostumisasi sesuai dengan tema desain interior setiap properti.

“Pasar smart home adalah sektor yang dinamis dan siap untuk pertumbuhan yang solid dalam 7 tahun ke depan. Hal ini terutama didorong oleh permintaan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, peningkatan efisiensi energi, dan kualitas hidup pemilik hunian,” ujar Farhan Lucky, Vice President Home & Distribution Division Schneider Electric Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR