HIDUP SEHAT

Amankah ibu menyusui menjalani diet keto

Ilustrasi ibu menyusui
Ilustrasi ibu menyusui | Oksana Kuzmina /Shutterstock

Kira-kira dua tahun belakangan ini, ketogenik atau diet keto tengah naik daun di antara para penggiat hidup sehat atau mereka yang tengah melakukan program penurunan berat badan.

Diet keto merupakan pola diet tinggi lemak, protein sedang, dan rendah (nyaris nol) karbohidrat.

Tujuannya, untuk menjadikan tubuh dalam kondisi ketosis sehingga tubuh lebih mudah membakar lemak untuk dijadikan energi, bukan karbohidrat.

Oleh karena makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi termasuk bergizi, mengenyangkan, dan minim kalori. Lalu, apakah berarti diet keto aman untuk dijalani oleh para ibu yang sedang menyusui?

“Saya tidak akan menyarankan diet yang ekstrim kepada ibu yang masih menjalani program menyusui,” jelas Elizabeth Ward, seorang pakar diet dan penulis buku bertajuk Expect The Best: Your Guide to Healthy Eating Before, During, and After Pregnancy.

Pasalnya, diet keto benar-benar memangkas jenis makanan sehat, seperti buah-buahan dan tinggi serat.

“Kurangnya asupan makanan bertepung, seperti biji-bijian, kentang, dan kacang-kacangan adalah hal buruk untuk kesehatan usus. Pasalnya, bakteri dalam usus akan mengambil semua serat dalam makanan yang minim serat yang Anda konsumsi saat melakukan diet keto,” urainya.

Ward menambahkan bahwa tingginya kadar lemak, terutama lemak jenuh, mungkin tidak baik untuk kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Diet keto, kata dia, bisa menumpulkan nafsu makan karena asupan yang Anda konsumsi tinggi lemak sehingga mengenyangkan. Alhasil, ibu menyusui akan kehilangan banyak kalori yang juga dapat mengurangi produksi ASI.

Kekhawatiran lainnya adalah hidrasi. Ibu menyusui membutuhkan setidaknya 13 gelas air putih untuk produksi susu yang optimal.

Namun, selama menjalani ketosis, hati menghasilkan senyawa yang disebut keton yang digunakan oleh sel untuk energi dan dihilangkan dalam urine.

“Tubuh dalam kondisi ketosis bisa mengalami dehidrasi,” ungkapnya.

Kondisi bisa makin buruk karena tidak adanya konsumsi buah yang kaya vitamin dan cairan.

“Diet keto yang rendah karbohidrat juga bisa menyebabkan ibu baru yang sedang menyusui mengalami kelelahan. Mereka bisa berhadapan dengan kondisi ‘otak berkabut’ pada tiga atau empat hari pertama diet,” urainya.

Dia pun membeberkan bahwa otak membutuhkan banyak glukosa yang biasanya diperoleh dari karbohidrat. Namun, saat tubuh mengalami proses menggunakan lemak sebagai energi, kepala pun mudah pusing. Kondisi yang demikian akan membuat merawat bayi menjadi terasa sulit.

Seorang pakar medis spesialis ASI, Zarya Rubin, M.D, dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa suatu pola diet jangan sampai membatasi aktivitas dan motivasi seorang ibu untuk menyusui.

“Siapapun yang mengatakan bahwa Anda harus menjalani diet spesial, membatasi jenis makanan ini itu, mengonsumsi hanya makanan yang bernutrisi tinggi, dan tidak boleh sama sekali menikmati makanan enak, maka menyusui akan terasa berat untuk Anda. Padahal, sama sekali tidak,” urai Rubin.

Salah satu makanan yang benar-benar harus dihindari oleh ibu menyusui adalah ikan yang mengandung merkuri tinggi.

Jennifer Tender, M.D, seorang dokter anak dari Children’s National Health System, mengatakan, setiap orang sebaiknya menghindari ikan bermerkuri tinggi, terutama untuk para ibu yang sedang menyusui.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa ikan bermekuri tinggi, termasuk ikan pedang, tilefish (berasal dari teluk Meksiko), ikan hiu, dan marlin.

Ikan merupakan sumber penting omega-3, sangat bagus untuk selalu menyertakannya dalam makanan Anda.

Pilihlah ikan yang mengandung merkuri rendah, seperti ikan lele, tuna, salmon, udang, nila, sarden, kepiting, dan kerang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR