Anak paling muda di kelas punya kecenderungan ADHD

MITRA: Woman Talk
Ilustrasi belajar di kelas
Ilustrasi belajar di kelas | Dragon Images /Shutterstock

Beberapa ibu biasanya berlomba-lomba untuk memasukkan anak mereka sedini mungkin ke sekolah.

Hal ini tentu ada pro dan kontranya, salah satu temuan pada anak-anak di Amerika melaporkan bahwa anak-anak termuda di kelas paling mungkin didiagnosis dengan gangguan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau kesulitan untuk fokus dan cenderung hiperaktif.

Perilaku anak yang relatif gelisah mungkin karena umur mereka yang belum cukup dewasa.

Para ilmuwan dari Harvard University menyelidiki kasus ADHD dengan melihat pola penerimaan yang ditemukan di banyak sistem sekolah AS. Setiap 1 September adalah waktu untuk mendaftar di taman kanak-kanak. Itu berarti anak-anak yang lahir pada bulan Agustus masih bisa masuk, sementara anak-anak dengan ulang tahun September harus menunggu sampai tahun berikutnya untuk mendaftar.

"Anda tentu bisa membayangkan skenario dua anak yang berada di kelas yang berbeda dalam usia hampir satu tahun bisa dilihat sangat berbeda oleh seorang guru, atau personel sekolah yang mengevaluasi mereka," kata Dr Anupam Jena, seorang dokter dan ekonom di Harvard Medical School. "Perbedaan usia satu tahun pada anak berusia 5 tahun atau 6 tahun sangat besar."

Dengan menjelajahi basis data klaim asuransi yang mencakup lebih dari 400 ribu anak, para peneliti mengkategorikan anak-anak berdasarkan bulan kelahiran mereka. Laporan yang diterbikan di New England Journal of Medicine menemukan bahwa anak-anak termuda di kelas--yang lahir pada bulan Agustus--sekitar 35% lebih mungkin untuk mendapatkan diagnosis ADHD dan dirawat karena kondisi tersebut.

ADHD didiagnosis pada 0,8% anak-anak yang lahir pada bulan Agustus versus 0,6% dari anak-anak yang lebih tua dan lahir di bulan September.

Para ilmuwan tidak menemukan perbedaan ini di negara-negara yang tidak memberlakukan tanggal pendaftaran 1 September, dan mereka tidak menemukan perbedaan kesehatan lainnya di antara anak-anak yang lahir di bulan Agustus dalam penelitian ini. Hasil ini penting bagi anak-anak yang mungkin didiagnosis dan diobati secara tidak tepat.

Namun, Meredith Bergey, seorang sosiolog di Universitas Villanova menekankan bahwa hasil penelitian ini belum meneliti mengenai 'mengapa' dan ‘bagaimana', ADHD bisa terjadi pada anak-anak.

Menurutnya, ADHD bukanlah diagnosis sederhana seperti infeksi telinga. Jadi Meredith berpendapat bahwa diagnosis harus menjadi proses yang lebih deliberatif. Ia menyarankan bahwa orang tua harus bersama guru dan dokter ketika diagnosis ini dibuat. Untuk para ibu, mungkin bisa dipertimbangkan usia yang memang wajar bagi seorang anak untuk bersekolah. Biarkan anak tumbuh sesuai usianya.

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA