Adakah susu dalam susu kedelai atau almon?

Ilustrasi susu almond
Ilustrasi susu almond | Vidi Studio /Shutterstock

Apakah Anda salah satu konsumen susu kedelai atau susu almon?

Mungkin tidak lama lagi produk-produk minuman yang dianggap sebagai pengganti susu sapi ini harus menanggalkan kata ‘susu’.

Dilansir dari USA Today, Food and Drug Administration (FDA) sudah mengisyaratkan sebuah rencana untuk memaksakan definisi standar yang menjelaskan kata ‘susu’.

“Hal ini tentu saja akan membuat perubahan bagi perusahaan-perusahaan yang secara agresif menyebarkan produk-produk minuman nabati yang diberi label “susu”,” ungkap Scott Gottlieb, Komisaris FDA.

CNN menyebutkan dalam pertemuan Politico Pro Summit yang berlangsung pada Selasa, 17 Juli 2018 yang lalu, Gottlieb mempertanyakan apakah ‘identitas standar’ yang diterapkan pada susu di Amerika Serikat telah ditegakkan dengan benar.

Berdasarkan deskripsi dari Food and Drug Administration, susu adalah sekresi lakteal yang sudah bebas dari kolostrum diperoleh melalui pemerahan secara menyeluruh dari satu atau lebih sapi yang sehat.

Definisi tersebut tidak memberikan tempat bagi alternatif yang berasal dari tumbuhan untuk menyebut produk mereka sebagai ‘susu’, kendati sejumlah produk di pasaran sudah melakukannya.

“Almon tidak menghasilkan susu, saya akui,” kata Gottlieb, merujuk pada standar FDA saat ini tentang produk dari hewan menyusui.

Susu non hewan, termasuk kedelai, almon, beras dan santan kelapa merupakan sari dari kacang-kacangan, biji-bijian, padi-padian, dan sayuran yang dapat diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral untuk memberikan profil nutrisi yang setara dengan susu. Bahkan, terkadang dengan rasa dan konsistensi yang sama dengan susu sapi.

Senator Tammy Baldwin adalah yang mengajukan peraturan, Dairy Pride Act, pada 12 Januari 2017 lalu, yang melarang penggunaan istilah ‘susu’ pada produk-produk non-susu. Akan tetapi tindakan legislatif tersebut hanya sedikit mendapat perhatian.

Mengutip dari Fortune, Senator Baldwin dari Wisconsin beralasan peraturan tersebut diajukan untuk melindungi para peternak susu di Wisconsin yang telah bekerja tanpa lelah setiap hari untuk menjamin produk susu mereka dapat memenuhi standar nilai nutrisi dan kualitas.

“Produk-produk tiruan telah berhasil menggunakan nama baik ‘susu’ untuk kepentingan mereka sendiri, yang sebenarnya melanggar hukum dan harus ditegakkan,” ungkap Baldwin.

“Menggunakan istilah ‘susu’ bagi produk nabati telah menyakiti para peternak sapi perah kami," imbuhnya.

Dalam artikel yang dimuat dalam situs Politico, Gottlieb mengatakan bahwa pemerintahan Trump akan mulai bergerak untuk menindak penggunaan istilah ‘susu’ untuk produk-produk non-susu, seperti kedelai dan almon.

Pasalnya, pendekatan yang diambil berbeda dengan pendekatan hukum sebagai langkah awal FDA akan segera mengeluarkan panduan untuk memberi tahu perusahaan-perusahaan penghasil minuman nabati tentang perubahan tersebut. Pihaknya akan meminta pendapat masyarakat untuk mendefinisikan ulang aturan untuk produk susu.

“Ini akan memakan waktu,” sebut Gottlieb.

“Namun, tidak akan menghabiskan waktu selama dua tahun, tapi mungkin butuh waktu hampir satu tahun untuk bisa melalui proses ini," terangnya.

Dia menambahkan bahwa penggunaan istilah ‘susu’ untuk produk-produk non-susu selama ini telah membingungkan konsumen.

“Satu hal yang membutuhkan penjelasan lebih besar adalah berbagai makanan dan minuman nabati yang diposisikan di pasar sebagai pengganti produk susu standar,” jelasnya, dikutip dari CBS News. “Penyebaran produk yang terbuat dari kedelai, almon atau beras yang menyebut diri mereka ‘susu’.”

Pidato Gottlieb tersebut segera saja mendapat dukungan dari National Milk Producers Federation (NMPF).

Chris Galen, wakil ketua federasi mengatakan bahwa setelah 20 tahun mereka berusaha melobi pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan tindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang menggunakan istilah ‘susu’ pada produk-produk non-susu.

Dikutip dari kantor berita ABC Australia, Galen mengatakan “Kita memiliki banyak harapan sekarang, akan tetapi kita juga harus menjaga antusiasme kita, karena sekalipun FDA sudah memutuskan untuk melakukan tindakan, hal ini tidak akan menjadi suatu proses yang cepat dan mudah.”

Namun, gagasan bahwa masyarakat bingung karena penggunaan istilah ‘susu’ pada produk non-susu dibantah oleh Danone North America yang melihat bahwa baik produk berbahan dasar susu maupun produk dari tanaman sudah diberi label yang jelas mencantumkan fakta nutrisi yang dapat digunakan oleh para konsumen untuk memilih berdasarkan kebutuhan diet mereka.

“Masyarakat memahami perbedaan antara susu sapi atau hewan dengan pilihan produk-produk berbahan dasar tanaman,” kata juru bicara Danone, Michael Neuwirth.

“Susu kedelai, susu almon, dan susu kelapa (santan) adalah nama yang ‘umum dan biasa’ untuk produk-produk yang dimaksud," pungkasnya.

The Good Food Institute, sebuah lembaga yang mengadvokasi produk alternatif berbasis tanaman mengatakan pada The Huffington Post, istilah ‘susu’ harus diizinkan dengan memberikan pengubah untuk minuman non-susu.

“Untuk alasan yang sama kita dapat memiliki roti bebas gluten dan mi beras,” kata Bruce Friedrich, salah satu pendiri kelompok tersebut.

“Susu almon dan susu kedelai adalah istilah yang paling jelas dan terbaik untuk menggambarkan produk-produk tersebut," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR