KESEHATAN PEREMPUAN

Atasi masalah pencernaan selama haid

Ilustrasi perempuan yang kesakitan saat haid.
Ilustrasi perempuan yang kesakitan saat haid. | Chayathorn Lertpanyaroj /Shutterstock

Tak hanya nyeri dan pegal, perempuan juga mengalami gangguan pencernaan selama haid, seperti kembung, diare, atau sembelit yang membuat periode bulanan semakin tidak nyaman.

Salah satu penyebab mengapa masalah pencernaan muncul ketika haid, sering dikaitkan dengan kram menstruasi dan prostaglandin, yaitu bahan kimia yang dilepaskan selama periode menstruasi. Ini memungkinkan usus dan uterus berkontraksi sehingga menyebabkan nyeri dan diare.

Menurut penjelasan Raquel Dardik, M.D., profesor klinis ginekologi di NYU Langone Medical Center, Amerika Serikat, selama siklus menstruasi, tubuh menghasilkan lebih banyak progesteron, yang terjadi setelah Anda melepaskan telur. Raquel mengatakan bahwa ini adalah hal yang baik tetapi memang datang bersamaan dengan efek samping.

Ia menambahkan, progesteron dapat memperlambat kontraksi usus sehingga Anda merasa kembung dan sembelit.

Selama menstruasi, terjadi perubahan hormon yang juga menyebabkan perubahan pada fungsi saluran pencernaan. Ini karena hormon memengaruhi setiap aspek sistem saraf dalam tubuh, termasuk pencernaan. Sehingga, saat hormon tidak seimbang atau berubah dengan cepat, pasti langsung berpengaruh pada pencernaan.

Bila Anda mengalami hal serupa setiap bulan, sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari permasalahan ini. Salah satunya adalah lebih banyak makan makanan berserat, makan gandum utuh dan sayuran, serta membatasi asupan garam tambahan, susu, gula, alkohol, makanan pedas, dan kafein.

Anda juga disarankan minum banyak air putih. Meski tidak melawan progesteron, tetapi cara ini dapat mengurangi gejalanya sehingga Anda terbebas dari ketidaknyamanan yang terjadi.

Jika diare terjadi terus menerus, Raquel menyarankan untuk menggunakan non-steroidal anti-inflammatory (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin karena membantu mengurangi diare dan kram yang menyakitkan. Anda juga bisa minum obat diare yang dijual bebas.

Namun, bila yang terjadi adalah sembelit atau sulit buang air besar, konsumsilah serat larut dalam bentuk lembut seperti ubi jalar, labu, oat, kismis, saus apel, dan wild rice. Hindari makanan yang lebih kasar dan tidak larut seperti kacang, biji-bijian, dan hampir semua makanan olahan.

Selain itu, gangguan lain yang biasa terjadi adalah perut kembung yang disebabkan oleh makanan dan hormon. Untuk mengurangi rasa kurang nyaman karena perut terasa penuh gas, Anda bisa coba menghindari kelebihan serat dari makanan nabati. Sebaiknya, konsumsi adas, adas manis, dan biji jintan setelah makan untuk membantu menghilangkan gas di perut.

Bagi yang mengalami mual, cobalah mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti sup yang dibuat dengan kaldu sayuran, labu, kacang hijau, ubi jalar, saus tomat, seledri dan wortel. Anda juga bisa makan oatmeal panas dengan susu almon atau gandum bebas gluten dengan kayu manis, kapulaga, dan jahe segar.

Gejala menstruasi pun bisa membaik dengan mengonsumsi obat semacam Advil atau Aleve yang masih kategori NSAID dan dapat menurunkan tingkat prostaglandin. Sebenarnya, obat ini relatif ditoleransi dengan baik dengan penggunaan jangka pendek.

Namun, ketahui juga bahwa ada kontraindikasi penggunaan NSAID meliputi kehamilan, riwayat lambung, asma, kelainan perdarahan, dan riwayat alergi terhadap jenis obat ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang apakah jenis obat ini aman untuk Anda, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu.

Agar bulan-bulan selanjutnya Anda terbebas dari masalah yang sama, mulailah melakukan pencegahan. Anda bisa mengelola atau mengurangi stres dengan menggunakan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi atau curhat ke orang terdekat bila sedang mengalami masalah atau ada yang sedang mengganggu pikiran.

Anda juga disarankan untuk olahraga teratur selama pramenstruasi dan menstruasi karena dapat membantu mengurangi stres dan membantu fungsi sistem pencernaan agar lebih lancar.

Selain itu, catatlah gejala yang dialami sebelum dan selama haid, ini akan membantu Anda mengidentifikasi pola gejala dan hubungannya dengan makanan, olahraga, atau perilaku tertentu selama datang bulan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR