HEWAN PELIHARAAN

Bahaya obesitas pada hewan peliharaan

Ilustrasi hewan peliharaan kelebihan berat badan
Ilustrasi hewan peliharaan kelebihan berat badan | Erik Lam /Shutterstock

Mempunyai hewan kesayangan memiliki banyak manfaat, baik manfaat fisik, mental dan emosional. Animal Planet menyebutkan, memelihara hewan kesayangan dapat meningkatkan keterampilan sosial dan menurunkan risiko serangan jantung pada seseorang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh James E. Gern, seorang dokter anak dari University of Wisconsin-Madison, menunjukkan bahwa anak-anak yang sejak dini terbiasa bergaul dengan hewan-hewan kesayangan, baik anjing maupun kucing, mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang kuat dan menyeluruh sehingga dapat menurunkan risiko alergi pada anak-anak

Berbagai manfaat memelihara hewan kesayangan juga telah dicantumkan dalam Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dari Amerika Serikat dan National Institute of Health (NIH) dari Inggris.

Hewan peliharaan juga bisa menurunkan stres dan membantu Anda mengendalikan manuver emosi yang merugikan diri sendiri.

Oleh karena rasa sayang dan bahagia, tak ayal hewan peliharaan pun dimanja dan sangat dirawat oleh pemiliknya. Pasalnya, sudah dianggap sebagai anggota keluarga.

Sang pemilik pun memerhatikan benar kualitas makanan, minuman, dan kudapan yang dikonsumsi hewan peliharaan mereka. Jadi, jangan heran jika melihat banyak hewan peliharaan yang tumbuh gemuk, besar, dan menggemaskan.

Menurut Dr. Emily Collins, seorang dokter hewan kepada Fox5NY, tampaknya saat ini banyak orang yang menganggap kegemukkan pada hewan adalah hal yang normal.

“Ketika mereka melihat binatang yang gemuk, bahkan sebenarnya kelebihan berat badan, mereka menganggap itu biasa dan berat badan hewan-hewan itu dinilai normal," jelas Dr Collins.

Namun, kelebihan berat badan pada hewan juga bahaya.

Dia pun mengatakan, tempat prakteknya selalu didatangi oleh pasien-pasien hewan yang menderita karena kelebihan berat badan.

“Kelebihan berat badan dan obesitas pada hewan berisiko tinggi menyebabkan penyakit,” ungkapnya.

“Kucing-kucing dapat menderita diabetes dan ketergantungan insulin, sementara anjing-anjing berrisiko terkena osteoarthritis," imbuhnya.

Survei yang diadakan Association for Pet Obesity Prevention (APOP) terhadap hewan kesayangan di Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen kucing dan 56 persen anjing peliharaan menderita obesitas.

Padahal, sama seperti manusia, berat badan ideal hewan-hewan peliharaan juga terkait dengan tinggi atau panjang badannya.

Kepada New York Times, Dr. Justin Schmalberg, kepala layanan pengobatan integratif di College of Veterinary Medicine, University of Florida, mengatakan bahwa sikap para pemilik hewan yang gagal mengenali potensi parahnya masalah akibat kegemukan pada hewan kesayangan mereka membuat keadaan tidak tertolong.

“Banyak yang tidak peduli terhadap penambahan berat badan hewan kesayangan mereka dan justru menganggap lucu,” jelas Dr Schmalberg. “Bahkan seringkali gemuk dijadikan model keberhasilan pemeliharaan.”

“Ini sebagian merupakan masalah persepsi,” tandasnya. “Umumnya, masyarakat lebih toleran terhadap hewan yang gemuk daripada mereka yang kurus. Lagipula, hewan gemuk tidak mendapat stigma seperti yang biasanya terjadi pada orang-orang.”

Selain berisiko terkena diabetes dan osteoarthritis, hewan yang mengalami kegemukan berisiko mengalami peningkatan penyakit liver dan ginjal, tekanan darah tinggi, gagal jantung dan kanker. Hewan peliharaan juga bisa mengalami kesulitan bernafas. Keadaan-keadaan seperti ini memperpendek harapan hidup hewan-hewan kesayangan.

Para dokter hewan mengukur tubuh hewan peliharaan secara umum menggunakan sistem yang sama dengan indeks massa tubuh, atau BMI yang digunakan pada manusia.

Dokter Deborah Linder, kepala klinik obesitas untuk hewan di Tufts University, Boston, mengatakan bahwa skor paling rendah pada skala sembilan poin menunjukkan gambaran anjing atau kucing yang kurus. Berat badan ideal bagi anjing dan kucing pada kisaran skor empat sampai lima. Sementara hewan yang berusia enam tahun akan dianggap mengalami kelebihan berat badan secara klinis, jika mereka mencapai skor tujuh. Selebihnya dianggap obesitas.

Pertanda lain hewan dengan berat badan ideal adalah dengan pemeriksaan fisik, yaitu dengan meraba tulang rusuk di dekat ketiak hewan.

“Jaringan di sana seharusnya tidak lebih tebal daripada punggung tangan Anda. Selain itu, tanda-tanda tubuh hewan yang sehat juga terlihat pada bentuk perut, yang mirip dengan ‘bentuk jam pasir," kata Dr Linder.

Mengutip dari Channel News Asia, beberapa hewan kemungkinan memiliki penyakit seperti hipertiroidisme atau penyakit Cushing, yang menyebabkan kelenjar adrenalin menghasilkan banyak hormon stres, dan merangsang nafsu makan

Para dokter hewan tetap menganggap kebiasaan makan yang tidak teratur dan berlebihan sebagai penyebab kelebihan berat badan.

Mengebiri atau memandulkan hewan peliharaan juga menyebabkan hewan malas bergerak hingga sepertiganya. Padahal, menurut dokter Schmalberg keseimbangan kalori masuk dan kalori keluar sangat penting untuk menjaga berat badan hewan peliharaan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR