Bahaya sedotan plastik bagi lingkungan dan kesehatan

Sedotan
Sedotan | Nitr /Shutterstock

Starbucks mengumumkan bahwa mulai tahun 2020 akan berhenti pakai sedotan plastik di seluruh gerainya. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung gerakan ramah lingkungan. Sebab, sedotan plastik merupakan bagian dari limbah yang mencemari lingkungan.

Menurut data dari Eco-Cycle, organisasi daur ulang nonprofit, diperkirakan ada lebih dari 500 juta sedotan plastik sekali pakai digunakan setiap harinya di Amerika Serikat. Sementara di Indonesia, perkiraan pemakaian sedotan di Indonesia mencapai 93.244.847 batang setiap hari.

Starbucks akan mengubah bentuk kemasan minuman menjadi strawless lid atau sippy cup sebagai ganti sedotan plastik. Anda bisa langsung minum dari gelas yang diberi lubang di bagian tutupnya.

Dengan menghentikan penggunaan sedotan plastik, Starbucks berencana mengurangi sekitar 1 miliar limbah sedotan per tahun yang dihasilkan 28 ribu gerainya di seluruh dunia.

"Secara alami, sedotan tidak dapat didaur ulang. Jadi, kami merasa keputusan ini lebih berkelanjutan dan lebih bertanggung jawab secara sosial," kata Chris Milne, direktur pengemasan produk untuk Starbucks.

Sam Athey, peneliti polusi plastik dan anggota Plastic Ocean Project, organisasi nirlaba yang berbasis di Wilmington, Amerika Serikat, mengatakan bahwa sedotan plastik cukup kecil dan ringan.

Jadi, ketika melewati penyortir mekanik, sedotan sering hilang atau dialihkan yang berujung pada terlempar ke sampah, berakhir di tempat pembuangan sampah, dan mencemari lautan.

"Dibutuhkan sekitar 200 tahun bagi sedotan plastik polypropylene untuk rusak di bawah kondisi lingkungan normal," kata Sam.

Alhasil, sedotan sering berserakan dan berujung mencemari lautan. Setiap ada pembersihan garis pantai, sedotan plastik selalu masuk dalam daftar salah satu sampah lautan yang paling banyak ditemukan.

Tak hanya mencemari, sedotan plastik juga bisa membahayakan seluruh makhluk yang tinggal di laut. Salah satu contoh kasus adalah seekor penyu yang hidung tertusuk sedotan plastik sepanjang 10 sentimeter di lepas pantai Costa Rica.

Selain berbahaya bagi lingkungan, sedotan juga berisiko bagi kesehatan manusia. Menurut ahli gizi, Christy Brissette, di luar dampak lingkungan negatif yang jelas, ada sejumlah alasan kesehatan pribadi untuk menghindari sedotan plastik.

Minum dengan sedotan plastik dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke sistem pencernaan. Kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa Anda mengalami peningkatan gas dan kembung di perut.

Anda pun berisiko mengalami risiko gigi berlubang karena minum dengan sedotan cenderung mengirim aliran cairan yang terkonsentrasi ke area kecil gigi yang dapat mengikis enamel dan menyebabkan kerusakan gigi.

Di sisi lain, sedotan juga dapat digunakan untuk menurunkan risiko gigi berlubang jika diposisikan di belakang gigi, di belakang tenggorokan, meskipun pendekatan ini tidak realistis dan tak nyaman bagi kebanyakan orang.

Pada dasarnya, apa pun yang terbuat dari atau dengan plastik dapat melepaskan bahan kimia berbahaya, seperti BPA, ke dalam minuman, makanan, atau produk perawatan kulit yang Anda pakai. Ini dapat menyebabkan angka masalah kesehatan jangka panjang, seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Christy mengatakan, sedotan plastik yang dibuat dari bahan kimia juga harus diperhatikan. Kebanyakan sedotan plastik sekali pakai terbuat dari polypropylene, sejenis plastik yang umumnya terbuat dari minyak bumi

Bahan tersebut sebenarnya dianggap aman oleh Food and Drug Administration. Namun, bahan kimia ini dapat terserap ke dalam cairan dan dapat melepaskan senyawa yang memengaruhi tingkat estrogen, terutama ketika terkena panas, minuman asam atau sinar UV.

Jolene Brighten, dokter naturopati, menyarankan untuk menghindari sedotan plastik sama sekali. Kata Jolene, plastik pada umumnya menimbulkan ancaman utama bagi kesehatan dengan melenyapkan pengganggu endokrin (zat kimia yang mengganggu hormon).

"Saya sarankan menghindari plastik, terutama yang bersentuhan dengan makanan Anda, sesering mungkin," jelasnya.

Jika Anda termasuk orang yang sering minum pakai sedotan, bisa beralih pada penggunaan sedotan berbahan aluminium, baja tahan karat, dan titanium yang tahan karat.

Sedotan ini dianggap sebagai pilihan paling ramah lingkungan karena bisa digunakan berkali-kali.

BACA JUGA