Baik buruk sarapan bagi kesehatan

Sarapan tak selamanya baik bagi kesehatan
Sarapan tak selamanya baik bagi kesehatan
© Pixabay

Sejauh ini, banyak sudah temuan ilmiah yang mengungkapkan manfaat penting dari sarapan sehingga tak boleh dilewatkan. Ada yang bilang sarapan bisa meningkatkan metabolisme, membuat tubuh lebih ramping dan bugar, juga meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Semua itu ada benarnya, tapi ternyata, tak berlaku secara menyeluruh.

Adalah profesor Terence Kealey, seorang ahli biokimia lulusan Oxford dan mantan dosen biokimia klinis di Universitas Cambridge, yang mengatakan bahwa sarapan tak selamanya baik bagi kesehatan. Ia sendiri membuktikan, melewatkan sarapan justru menyembuhkan secara efektif penyakit diabetes tipe 2 yang diidapnya.

Apa yang membuatnya berkesimpulan demikan?

Pada 2008, Profesor Kealey didiagnosis mengidap diabetes tipe 2 yang tidak dapat disembuhkan. Dengan menggunakan glukometer, ia mencoba memantau tingkat gula darah. Hasilnya, kadar glukosanya justru meningkat drastis tiap kali selesai sarapan, dan tetap stabil jika langsung makan siang tanpa sarapan. Sejak itulah, risetnya dimulai.

Dalam bukunya Breakfast is a Dangerous Meal, hasil riset dipaparkan dengan lengkap. Berikut beberapa temuan penting lainnya yang disebutkan:

  • Mengonsumsi cukup karbohidrat saat sarapan tidak bermanfaat bagi semua orang

  • Penderita diabetes jauh lebih sehat jika melewatkan sarapan, dan makan siang serta malam lebih banyak.

  • Kebiasaan melewatkan sarapan tidak membuat orang lebih banyak mengudap yang manis-manis, sebagaimana disebutkan dalam studi sebelumnya. Sebaliknya, justru membuat orang makan lebih sedikit, atau sama saja dengan orang yang sarapan.

  • Sereal sebagai sarapan tidak sehat bagi penderita diabetes.

  • Sereal sehat ternyata mengandung "kalori kosong", dan justru meningkatkan asupan kalori secara menyeluruh selama sehari. Sereal terbuat dari biji-bijian olahan dan diproses, dengan tambahan gula dan lemak yang rusak.

  • ternyata dengan membuat orang percaya bahwa sarapan itu penting--lewat berbagai studi ilmiah dan iklan TV, akan meningkatkan penjualan produsen makanan sarapan, terutama sereal. Bahkan kebanyakan studi didanai oleh perusahaan tertentu.

Melewatkan sarapan bukan hal yang terlalu besar

Mendukung temuan Kealey, terapis gizi Amelia Freer juga mengatakan bahwa ia setuju sarapan bukanlah hal yang terlalu penting. Namun kembali lagi, sarapan untuk orang dengan pola makan buruk atau merasa lapar di pagi hari misalnya, "Itu tergantung kebutuhan orangnya dan apa tujuan mereka makan", kata Freer.

Di luar kasus tadi, Freer menyarankan melakukan puasa berselang untuk hidup sehat--yang terbukti bermanfaat mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, obesitas, kanker dan Alzheimer. Yaitu menetapkan jarak waktu makan dengan melewatkan sarapan dan kudapan ringan pagi hari, tapi tetap makan siang porsi normal, menikmati camilan sore, dan makan malam.

Bukan hanya Kealey dan Freer, spesialis gizi Adda Bjarnadottir juga menulis dalam Authority Nutrition bahwa melewatkan sarapan bukan hal yang terlalu besar. Bahkan, manfaat penting sarapan yang katanya baik bagi kesehatan hanyalah mitos. Ia mengatakan bahwa kebanyakan studi hanya bersifat observasi dan tidak bisa menunjukkan sebab-akibat.

Bisa jadi, orang yang sarapan dikatakan lebih sehat karena mereka memang memiliki gaya hidup sehat seperti makan banyak serat dan zat gizi mikro. Sementara orang yang melewatkan sarapan dikatakan tidak sehat karena cenderung merokok lebih banyak, minum alkohol dan kurang olahraga.

Denga kata lain, studi bisa saja tidak ada hubungannya dengan sarapan itu sendiri. Selain hal tadi, Bjarnadottir juga mengulas fakta-fakta bahwa sarapan tidak meningkatkan metabolisme, melewatkan sarapan tidak menyebabkan kenaikan berat badan, dan justru memiliki manfaat sehat.

Pada akhirnya, baik Kealey, Freer, juga Bjarnadottir, sama-sama menyimpulkan, baik buruk sarapan bagi kesehatan adalah pilihan, dan itu semua bermuara pada preferensi pribadi.

Bagi anak-anak, Anda yang lapar di pagi hari, atau terbiasa sarapan, mungkin melewatkan sarapan tidak tepat. Sebagai gantinya, pilih sarapan sehat yang kaya protein nabati, atau mudah dicerna seperti bubur. Namun, jika Anda tidak merasa lapar atau butuh, maka tidak perlu sarapan.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.