KEHAMILAN

Bangun pagi tingkatkan peluang untuk hamil

Ilustrasi perempuan hamil
Ilustrasi perempuan hamil | New Africa /Shutterstock

Merencanakan kehamilan bukan sekadar melakukan tes kesuburan, tetapi Anda juga dituntut menerapkan perubahan gaya hidup menjadi lebih baik. Salah satunya adalah terbiasa bangun pagi.

Menurut sebuah penelitian dari University of Warwick di Inggris, perempuan yang bangun pagi memiliki peluang hamil lebih tinggi dibandingkan mereka yang hobi bergadang.

Tim peneliti mengatakan, bisa jadi karena orang-orang yang bangun pagi cenderung lebih sehat secara fisik.

“Umumnya, orang-orang yang bangun pagi menerapkan gaya hidup sehat daripada kelompok yang suka bergadang. Orang-orang yang gemar tidur larut malam cenderung suka merokok, kelebihan berat badan, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Semuanya itu membuat kesempatan hamil lebih sulit,” jelas Profesor Geraldine Hartshorne.

Gaya hidup sehat, kata Hartshorne, memang dibutuhkan untuk memudahkan potensi hamil. Sebaliknya, kebiasaan hidup yang tak sehat, seperti misalnya, bergadang, menurunkan peluang kehamilan.

Tim peneliti mengikuti dan mempelajari lebih dari 100 perempuan selama tiga tahun. Mereka bertanya pada masing-masing partisipan jam berapa mereka secara alamiah tertidur dan bangun.

Lalu, peneliti melanjutkan analisis ketika partisipan memulai program hamil dengan metode In Vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung.

Peneliti mempelajari kelompok “burung hantu” atau yang hobi bergadang, baru tidur pada jam 2 pagi, bangun jam 10 pagi, dan kelompok bangun pagi, tidur sekitar pukul 10 malam, bangun paling telat jam 5.30 pagi.

Hasil penelitian dipresentasikan pada konferensi tahunan British Fertility Society.

Peneliti menyimpulkan bahwa 73 persen partisipan IVF yang terbiasa bangun pagi dan mendapatkan hasil yang didambakan, yakni hamil.

Lalu, hanya 1/3 partisipan yang hobi begadang berhasil hamil menggunakan IVF.

Namun, peneliti mengingatkan, riset dan analisis lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menguatkan temuan mereka tersebut.

“Ini adalah studi percontohan dan kami sekarang ingin memantau hubungan pola tidur atau durasi tidur terhadap hormon perempuan. Kami ingin melakukannya dengan sebuah alat pelacak agar melihat lebih jelas apakah pola tidur memang benar berhubungan dengan kehamilan,” urainya.

Dia menambahkan, hasil penelitian ini sebenarnya sangat direkomendasikan untuk perempuan yang tengah menjalani program hamil.

Mencoba mengubah waktu dan pola tidur agar bangun pagi, kata dia, tidak akan memberikan dampak buruk pada kesehatan. Jadi, sah-sah saja untuk Anda terapkan.

Selain pola tidur, penelitian yang dipublikasikan melalui konferensi serupa tersebut di atas juga pernah mengingatkan bahwa jenis makanan yang dikonsumsi perempuan memainkan peranan penting dalam menentukan peluang hamil.

Penelitian menjelaskan, makanan cepat saji meningkatkan dua kali lipat risiko infertilitas pada perempuan yang berusia subur.

Selain itu, malas makan buah juga menurunkan 50 persen peluang perempuan untuk hamil.

Dr Raj Mathur, seorang sekretaris British Fertility Society, yang tidak terlibat dalam studi mengatakan, hubungan antara diet dan infertilitas masih membutuhkan analisis lebih dalam.

Namun, hasil penelitian bisa menjadi panduan yang berguna bagi perempuan yang baru ingin mencoba untuk hamil.

"Ini sesuai dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa pola makan Anda secara keseluruhan dapat memengaruhi kesuburan," kata Mathur kepada Live Science.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR