KULINER NUSANTARA

Batagor, dari Bandung ke mancanegara

Penganan khas kota Bandung, batagor, yang disuka banyak orang
Penganan khas kota Bandung, batagor, yang disuka banyak orang | Febria /Dokumentasi pribadi

Bakso tahu goreng, atau jamak disingkat batagor, mungkin telah akrab di lidah orang Indonesia. Cita rasa makanan asal Bandung ini bahkan telah mendunia, setidaknya juga disuka turis dari Asia Tenggara, Jerman, dan Amerika Serikat.

Dari beberapa versi asal-usul, penganan ini awalnya hadir secara tidak sengaja. Yang paling dikenal adalah seperti cerita ini. Tersebutlah Ichsan, seorang penjual bakso keliling di jalan Kopo, Bandung, pada sekitar tahun 1973.

Bermula karena bakso dagangannya tidak habis terjual, maka timbulah ide untuk mengolah dengan cara digoreng agar tidak basi serta dibagikan ke tetangga-tetangga. Kreasi baru tersebut justru laris dan banyak yang meminta Ichsan membuatnya secara khusus.

Ichsan melihat ini sebagai peluang dan pada akhirnya mengolah resep tadi dengan membuat adonan dengan tepung terigu dan campuran daging ikan serta tambahan bumbu kacang. Resep ini laris manis, hingga pada tahun 1980-an akhirnya membuka kios sendiri. Haji Ichsan menjadi pionir batagor yang lalu menjamur di kota Bandung sampai sekarang.

Seiring waktu, batagor hadir dalam beberapa model, misal batagor kuah atau basah, batagor kering seperti yang umum ditemukan, dan ada juga batagor hitam atau sering disebut blacktagor.

Yang terakhir ini menggunakan arang bambu, yang memang aman dikonsumsi untuk makanan. Yang unik, batagor hitam ini tidak disajikan dengan bumbu kacang, namun dicocol dengan keju lumer.

Cita rasa batagor hitam ini diakui pemiliknya memikat lidah para turis manca negara, seperti dari Malaysia dan Singapura.

Penganan khas ini juga mendunia hingga Amerika Serikat, seperti kisah batagor Yoels. Bahkan produk batagor kuah cepat saji produksi mereka juga di ekspor hingga negara Jepang, Hongkong, Taiwan, Qatar, Australia, dan Kanada.

Ketenaran penganan ini membuat salah satu resto Indonesia di kota Seattle, Amerika Serikat, juga menjual penganan ini. Pemiliknya mengaku kerap membuat batagor dan ketoprak untuk memuaskan rasa rindu orang perantauan di sana.

"Tantangannya adalah bagaimana cara mau memperkenalkan makanan kita sama orang lokal, itu gak gampang gitu loh," ujar Ira si pemilik resto yang sudah buka sejak tahun 2012 lalu, seperti dinukil dari situs Liputan6.

Di New York, sebuah resto bernama Bali Nusa Indah juga dapat dijadikan pilihan. Selain menyuguhkan menu khas Bali, restoran ini juga menyajikan masakan khas daerah lain dari Indonesia, seperti sop buntut, opor ayam, dan batagor.

Menu batagor lezat juga hadir di restoran Nusantara, Berlin, Jerman. Dengan porsi besar dan rasa yang otentik, resto ini juga punya kelebihan harga yang terjangkau untuk ukuran orang Jerman. Rata-rata menu seharga 4,9 euro (Rp82 ribu). Hanya saja batagor disajikan dengan bumbu kacang yang sedikit, tidak berlimpah seperti yang biasa ditemukan di sini.

Bahan batagor dan cara membuat

Pada umumnya, batagor dibuat dari olahan daging ikan tenggiri dan tepung terigu, tepung sagu dan maizena. Namun dapat juga dimodifikasi dengan olahan udang, ayam atau daging sapi sesuai selera.

Sebagai tip untuk menghasilkan adonan tepung agar batagor bertekstur renyah dan gurih adalah penggunaan dua tepung, yaitu terigu dan sagu. Perbandingan tepung sagu dan terigu adalah 5 berbanding 1 bagian. Jadi, misal 100 gram tepung sagu diimbangi 20 gram tepung terigu.

Perhatikan juga saat mengaduk adonan jangan terlalu kuat dan sering. Pengadukan yang terlalu kuat dan sering akan membuat adonan jadi liat cenderung keras.

Harap ingat, jangan terlalu banyak juga menggunakan putih telur. Telur yang terlalu banyak akan membuat mengerut ketika selesai digoreng. Untuk kurang lebih 250 gram daging, biasanya hanya digunakan 2 buah putih telur.

Untuk urusan gizi, batagor bukanlah makanan yang bisa diremehkan sebelah mata. Melihat bahan baku batagor yang terdiri dari tepung sagu, telur, ikan tenggiri, dan bumbu kacang, tampak sekali jika makanan ini mengandung protein tingkat tinggi.

Protein hewani dari ikan tenggiri, protein nabati dari kacang-kacangan, dan tepung sagu yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi tubuh dapat digolongkan sebagai sumber gizi yang baik.

Nah, jika tertarik membuat batagor sendiri di dapur Anda, bisa melihat cara membuat dan aneka bahan yang diperlukan pada tautan ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR