Batik Batang unik dan terancam punah

Batik Batang
Batik Batang | Fachrudin Jabrig /Batik Rifaiyah

Bicara tentang batik seolah tidak pernah selesai. Masih banyak batik dari penjuru negeri yang kurang populer. Hal ini menyebabkan batik-batik tersebut terancam punah. Salah satunya adalah batik dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Meski letak Batang bersebelahan dengan Pekalongan yang sangat terkenal akan batiknya, batik Batang cenderung tak terdengar. Padahal, batik Batang sebagai warisan budaya Batang merupakan potensi budaya daerah Batang yang berkembang karena pengaruh-pengaruh budaya pada masa kerajaan Majapahit yang masih dilestarikan sampai sekarang.

Batik Batang yang dibuat dan digunakan di daerah kabupaten Batang dapat dikenali dari corak warna sogan ireng-irengan atau cokelat kehitam-hitaman. Warna sogan atau cokelat pada batik Batang lebih gelap dibandingkan dengan corak-corak sogan daerah lain, seperti daerah Solo dan Yogyakarta.

Batang yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, semula merupakan kota pelabuhan tempat kapal-kapal niaga asing masuk ke pulau Jawa. Mereka tidak hanya membawa barang-barang dagangan, tetapi juga membawa pengaruh budaya.

Pengaruh-pengaruh budaya asing yang berkembang di daerah Batang juga memengaruhi perubahan warna dan motif- motif pada batik Batang, membuatnya menjadi lebih beragam. Motif batik Rifaiyah, misalnya, merupakan motif batik yang mendapat pengaruh ajaran-ajaran agama Islam.

Kendati masih menggunakan corak warna sogan keireng-irengan, yang memang menjadi ciri khas batik Batang, motif batik Rifaiyah memiliki corak yang diyakini tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti tidak adanya gambar berwujud makhluk hidup seperti manusia atau binatang. Gambar binatang yang terdapat dalam batik Rifaiyah selalu tidak berbentuk sempurna, atau disamarkan.

Sementara motif batik Tiga Negeri, yang selama ini kita kenal berasal dari daerah Lasem, Pekalongan dan Solo, ternyata juga terdapat di Batang. Seorang peneliti budaya batik, William Kwan, dikutip Ronagaya, mengatakan bahwa yang batik Tiga Negeri dari berbagai wilayah di pulau Jawa ini memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri.

Motif batik Tiga Negeri merupakan motif batik yang memiliki tiga warna, merah, biru dan coklat dalam selembar kain. Yang membedakan adalah komposisi warnanya, batik Tiga Negeri dari daerah Lasem terkenal dengan warna merahnya, Pekalongan dengan warna biru, dan Solo dengan warna cokelat sogan. Sementara, Okezone menulis bahwa batik Tiga Negeri dari Batang didominasi warna hijau, merah dan biru.

Dari laman Komunitas Redaya, komunitas yang merevitalisasi budaya kain Indonesia dari pengrajin kecil dan rumahan, tertulis bahwa terdapat dua varian batik Tiga Negeri dari Batang, yaitu buatan pebatik desa Kalipucang Wetan dan desa Karangasem Utara, yang berbeda dari batik Tiga Negeri dari daerah lain. Secara visual batik Tiga Negeri dari Batang bercirikan budaya pesisir, dengan memasukkan unsur budaya Jawa, Cina, Eropa dan India.

Kekhasan lain dari batik Batang adalah batik ini dibuat dengan proses pembatikan bolak-balik di kedua sisi kain, yang hasilnya disebut batik pagi sore. Tidak heran jika proses untuk sehelai batik membutuhkan waktu minimal tiga sampai empat bulan.

Hal inilah yang menyebabkan batik tulis khas Batang menjadi langka. Kurangnya minat para generasi muda Batang untuk melestarikannya menjadi salah satu alasan.

Pada awal November 2016, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan lokakarya fesyen dan kreatif untuk membentuk ekosistem desa kreatif di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Diharapkan dengan kegiatan ini batik tulis Batang dapat dilestarikan di kalangan pembatik muda. Selain itu, diharapkan agar para pembatik muda dapat mengembangkan desain batik yang kontemporer, maupun perpaduan kontemporer dan klasik.

Dilansir dari Kompas, Selliane Halia Ishak, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengatakan bahwa batik Batang memiliki potensi untuk berkembang karena memiliki motif yang unik, yaitu Tiga Negeri dan Rifaiyah. "Jika ditunjang oleh kemampuan desain fesyen, akan sangat terbuka untuk go international," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR