Benarkah makan cokelat menyebabkan jerawat

Cokelat
Cokelat | Ala Shauratskaya /Shutterstock

Banyak penelitian menemukan cokelat adalah penyebab jerawat. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa makanan, termasuk cokelat tidak menimbulkan jerawat. Mana yang benar?

Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD) cokelat adalah salah satu makanan yang sering diduga sebagai pemicu timbulnya jerawat.

Dalam 100 gram cokelat hitam dengan 70 hingga 85 persen kakao, ada hampir 24 gram gula. Ini juga mengandung hampir 25 gram lemak jenuh. Gula dan lemak jenuh meningkatkan kadar insulin.

Selain itu juga memicu peradangan di tubuh. Ini dapat memperburuk jerawat.

Sebenarnya makanan dengan indeks glikemik tinggi dan kaya karbohidrat seperti makanan ringan dan minuman manis juga buruk untuk kulit yang rentan berjerawat.

Makanan tersebut dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Ini meningkatkan produksi insulin.

Faktor peningkatan insulin dan hormon dikenal sebagai androgen, menghasilkan lebih banyak produksi sebum atau minyak. Padahal sebum berfungsi mengatur keseimbangan kelembapan.

Ketika produksi sebum meningkat, minyak dapat bercampur dengan sel-sel kulit mati dan terperangkap di dalam pori-pori. Hal ini menyebabkan komedo dan jerawat.

Guna menyelisik cokelat sebagai salah satu makanan yang berkontribusi pada kemunculan jerawat, peneliti meminta relawan untuk makan cokelat atau permen jelly bean, dengan indeks glikemik yang sama. Indikatornya adalah seberapa tinggi gula darah akan naik setelah setiap porsi makanan.

Hasilnya mengungkap, orang yang makan jelly bean tidak memiliki efek pada jerawat, tetapi ketika orang makan cokelat, jerawat mereka bertambah.

"Kami menemukan bahwa, rata-rata, orang memiliki sekitar lima jerawat ketika mengonsumsi cokelat," kata penulis studi Dr. Gregory R. Delost dari Cleveland Medical Center.

Studi lain pada 2016 melihat apakah cokelat hitam 99 persen tanpa tambahan gula dan susu akan menyebabkan jerawat memburuk pada laki-laki berjerawat ketika dikonsumsi setiap hari.

Penulis studi Dr. Pravit Asawanonda mengatakan, penelitian ini tidak menyimpulkan cokelat menyebabkan jerawat, karena kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor. "Penelitian kami menunjukkan bahwa cokelat hitam memperburuk jerawat dalam hal jumlah lesi atau luka."

Kata Pravit, dalam produk cokelat, gula dan susu mungkin menjadi biang keladinya. Tetapi dalam kasus cokelat hitam, berbagai bahan berlemak bisa terlibat.

Dr. Brian Berman, profesor dermatologi dan bedah kulit emeritus di University of Miami, pun mengatakan konsumsi cokelat 100 persen murni tanpa susu dan gula menyebabkan peningkatan yang lebih besar jumlah lesi jerawat.

Namun, cokelat tak selalu bisa disalahkan sebagai penyebab jerawat. Verywell Health menulis, makanan bukanlah penyebab utama jerawat.

Selain karena penumpukan sel-sel kulit mati di dalam pori-pori, hormon juga berperan dalam perkembangan jerawat. Itu sebabnya jerawat sangat umum selama masa pubertas dan sekitar waktu haid pada perempuan.

Jerawat juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Jadi, jika orang tua jerawatan, anak pun punya kemungkinan yang sama.

"Ada eksperimen terkenal yang dilakukan bertahun-tahun lalu di University of Pennsylvania oleh Dr. Albert Kligman," kata Irwin Braverman, MD., profesor dermatologi di Yale School of Medicine.

Kligman memberi cokelat dan permen dengan rasa mirip cokelat pada remaja berjerawat. Kemudian, ditemukan bahwa variasi dalam jerawat dan induksi lesi jerawat tidak lebih besar pada kelompok cokelat daripada pada kelompok non-cokelat.

Hubungan antara cokelat dan jerawat akan berbeda pada setiap orang dengan kondisi kulit yang tak serupa.

Ahli dermatologi Dr. Patricia Farris mengatakan, ia kerap mendapat pertanyaan soal apakah cokelat menimbulkan jerawat. "Sebenarnya, kita tidak benar-benar tahu," kata Farris.

Karena itu, jika Anda merasa jerawat langsung muncul setelah makan cokelat, lebih baik membatasi atau menghindarinya sama sekali. Namun, bila tidak berpengaruh pada jerawat tak ada salahnya makan cokelat. Tentu dalam porsi moderat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR