TEMUAN ILMIAH

Beraktinglah agar tidak lupa

Ilustrasi lupa
Ilustrasi lupa | Africa Studio /Shutterstock

Pernahkah Anda melupakan sesuatu yang sedang lagi dibutuhkan? Apa Anda pernah mengalami pergi ke pasar swalayan untuk membeli susu, tetapi pulang dengan tas besar berisi belanjaan tanpa susu di dalamnya?

Menurut Science Daily, hal-hal yang disebutkan di atas merupakan contoh bahwa memori prospektif--memori yang menggambarkan kesadaran atau tindakan yang akan dilakukan--telah gagal berfungsi. Alhasil, Anda lupa melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah direncanakan.

Memori prospektif yang buruk dapat memiliki konsekuensi serius, seperti lupa minum obat atau lupa mematikan kompor.

Para psikolog dari University of Chichester, Inggris, berpendapat bahwa memori prospektif yang gagal dapat menjadi pertanda awal penyakit Alzheimer.

Mereka pun telah melakukan penelitian untuk menemukan metode terapi baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat memori prospektif dan sebagai sarana mendiagnosis penyakit gangguan kognitif secara akurat.

Bahkan, metode tersebut dapat menjadi alternatif non-invasif yang efektif bagi metode klinis tradisional seperti ekstraksi cairan tulang belakang otak.

Rilis media di situs University of Chichester menyebutkan bahwa tim peneliti dari Department of Psychology and Counselling bekerja sama dengan Radboud University Nijmegen, Sussex Partnership NHS Foundation Trust, dan University of Lisbon mempelajari kinerja memori prospektif sebelum pengenalan teknik peningkatan dan membandingkannya dengan kinerja setelah teknik peningkatan.

Teknik yang digunakan adalah “encoded enactment” atau akting yang sudah direncanakan, subjek didorong untuk memeragakan aktivitas yang harus mereka lakukan.

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Neuropsychology ini melibatkan 96 partisipan, termasuk mereka yang menderita gangguan kognitif ringan yang berusia di antara 64 sampai 87 tahun, mereka yang berusia lanjut antara 62 sampai 84 tahun, dan orang dewasa muda yang berusia antara 18 sampai 22 tahun.

Hasilnya, seperti yang ditulis dalam EurekAlert, semua kelompok usia melaporkan peningkatan memori prospektif, terutama kelompok tua yang berada dalam kelompok dengan gangguan kognitif ringan yang berpotensi pada tahap awal penyakit Alzheimer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mendorong mereka untuk berakting bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan memori prospektif sehingga dapat membuat mereka lebih ingat secara mandiri dan otomatis meningkatkan kesempatan hidup lebih lama.

Menurut Dr Antonina Pereira dari University of Chichester yang memimpin penelitian ini, berdasarkan keadaan di sekeliling, memori prospektif yang buruk berkisar dari yang sekadar agak mengganggu hingga mengancam keselamatan dan nyawa.

“Kami menemukan bahwa memori prospektif dapat memburuk seiring bertambahnya usia,” jelas Dr Pereira.

“Dan bahwa teknik berakting seperti itu dapat membantu mereka yang memiliki memori prospektif yang buruk," imbuhnya.

Dia menambahkan, para ahli berpendapat bahwa penemuan awal ini menunjukkan bahwa teknik berakting efektif meningkatkan memori prospektif.

“Kami melihat ada peningkatan dalam kelompok gangguan kognitif ringan,” ungkapnya.

“Teknik berakting menawarkan metode yang potensial berbiaya rendah dan dapat diterapkan secara luas yang dapat mendukung kehidupan yang mandiri. Hal ini berkontribusi terhadap kesehatan individu, kesejahteraan dan hubungan sosial, sekaligus mengurangi beban perawatan," urainya.

Dalam Elite Daily, Dr. Pereira memberikan tip untuk meningkatkan memori prospektif ini.

“Sekalipun terdengar aneh, tetapi melakukan atau memeragakan hal-hal yang ingin Anda ingat adalah kunci untuk meningkatkan daya ingat,” kata Dr Pereira.

Dia mengatakan, jika Anda ingin mengingat bahwa Anda harus membeli susu dalam perjalanan pulang, jangan tunggu sampai Anda tiba di rumah untuk menyadari kalau Anda lupa. Sebaliknya, peragakan ulang tindakan yang ingin Anda ingat, berpura-puralah bahwa Anda benar-benar melakukannya dalam detail sebanyak mungkin.

Latihan semacam ini, menurut hasil penelitian tersebut, juga meningkatkan daya ingat kelompok usia dewasa muda atau orang-orang yang tidak memiliki gangguan kognitif ringan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR