Berbahayakah vaksin influenza pada ibu hamil

Ilustrasi mendapatkan vaksin
Ilustrasi mendapatkan vaksin | ravipat /Shutterstock

Sebuah laporan penelitian baru-baru ini dirilis oleh Komite Penasihat Praktik Imunisasi di Amerika Serikat (AS). Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin flu dan keguguran.

Studi tersebut berfokus pada musim flu dari 2012 hingga 2015. Peneliti mempelajari kasus setiap musim secara individu dan kelompok.

Sebanyak 1.236 perempuan direkrut menjadi responden. Satu kelompok terdiri dari dua orang, satu orang pernah mengalami keguguran pada usia kehamilan enam dan 19 minggu dan satu orang lainnya berhasil melahirkan.

Kemudian, semua responden dicatat apakah mereka telah mendapatkan vaksinasi pada masa lalu.

Peneliti menemukan 627 pasangan responden telah divaksinasi suntikan flu dan 609 pasangan tidak melakukan vaksinasi.

Cara yang demikian memungkinkan peneliti untuk mendeteksi hubungan rasio keganjilan sebesar 1,6 atau lebih besar.

Penelitian sebelumnya dalam skala yang lebih kecil dilakukan saat musim flu pada November 2011 dan Desember 2012. Kala itu, timbul kekhawatiran tentang vaksin flu yang mengandung vaksin melawan virus H1N1. Beberapa perempuan hamil yang mendapatkan vaksin flu terpapar dengan risiko keguguran lebih tinggi.

Perempuan yang mengalami keguguran ditemukan telah menerima vaksinasi 20 hari dan satu tahun sebelum mengalami keguguran.

Lalu, perempuan yang divaksin kala sedang hamil tidak memperlihatkan risiko keguguran.

Namun, penelitian tersebut bersifat observasional. Berdasarkan data 485 subjek hanya 14 subjek yang telah divaksinasi dua tahun berturut-turut mengalami keguguran.

Studi terbaru yang meneliti lebih banyak responden ini justru menyimpulkan tidak menemukan hubungan antara vaksin flu dan keguguran pada perempuan hamil.

Dr Edward Belongia, Kepala Pusat Epidemiologi Klinis dan Kesehatan Penduduk di Marshfield Clinic di Wisconsin, menyatakan bahwa hasil penelitian sebelumnya itu mungkin saja hasil dari statistik yang kebetulan.

Ahli epidemiologi bahkan sangat mendesak agar perempuan hamil mendapatkan vaksin flu, mengingat semakin banyaknya korban yang harus diopname karena flu saat hamil, tak sedikit yang berujung pada kematian.

Vaksinasi flu, kata peneliti, juga bisa melindungi kesehatan janin.

"Ada banyak bukti efek samping parah dari flu pada perempuan hamil, risiko sakit hingga harus rawat inap terutama memasuki trimester kedua dan ketiga,” jelas James Donahue, Pemimpin Peneliti dan juga seorang ahli epidemiologi sendior di Marshfield.

Dia menambahkan, banyak penelitian yang menunjukkan vaksinasi flu pada ibu hamil juga akan melindungi bayi baru lahir menderita flu.

Vaksin flu pada ibu hamil menjadi sangat bermanfaat karena bayi tidak boleh mendapatkan vaksinasi sampai usia enam bulan.

Dr Tania Savitri, seorang dokter umum yang menyunting kajian pada laman Hello Sehat, menjelaskan bahwa suntik vaksin aman diberikan pada ibu hamil. Sebab, dapat mencegah terjadinya infeksi penyakit pada ibu. Selain itu, juga baik untuk bayi selama dalam kandungan dan setelah lahir.

Imunisasi ibu hamil juga terbukti aman bagi kesehatan dan keselamatan tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Umumnya, vaksin flu diberikan pada orang Indonesia sebelum pergi beribadah umroh atau naik haji.

Vaksin flu merupakan rangkaian vaksin yang wajib diberikan jamaah umroh atau naik haji.

Sebab, jumlah jamaah yang bertolak ke Arab Saudi datang dari lebih kurang 140 negara dalam jumlah besar. Mereka bisa jadi membawa virus atau penyakit dari negara asal.

Selain itu, perbedaan udara dan iklim juga menjadi alasan utama diwajibkannya vaksin flu.

Salah satu penyakit yang sering dijumpai pada jamaah sekembalinya ke tanah air adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Gejalanya adalah batuk berkepanjangan.

Pemeriksaan laboratorium menyimpulkan, 97 persen Staphilococcus Viridans (bakteri) ada dalam rongga mulut, saluran napas, dan pencernaan manusia.

“Ini bisa menyebabkan penyakit bila imunitas jamaah menurun karena kelelahan fisik dan psikis, berusia lanjut, dan perubahan cuaca ekstrem,” kata dr Suzy Indharty MHA Mkes SpsBS (K) kepada SindoNews.

Vaksi flu memang lebih familier di negara empat musim, tetapi tak berarti orang Indonesia tidak memerlukannya.

Menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Prof Dr dr Samsuridjai Djauzi SpPD-KAI FACP, vaksin flu bisa dilakukan orang Indonesia kapan saja.

Profesor Samsuridjai menambahkan, penyebaran virus tidak terkait dengan pergantian musim kemarau atau panas.

“Jadi, kapan saja boleh suntik vaksin flu,” ujarnya.

Profesor dr Cissy B Kartasasmita SpA(K) MSc PhD mengatakan bahwa dulu penyakit influenza kerap melanda ketika musim penghujan atau pancaroba tiba.

“Namun, sekarang periode musim hujan sudah berubah,” imbuh dr Cissy.

Oleh karena itu, dia pun juga menyarankan agar masyarakat tidak perlu melihat musim kalau ingin vaksin flu.

Keampuhan vaksin influenza terbilang tinggi, yakni hampir 90 persen.

Biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR