Berhentilah mengkhawatirkan masa depan

Ilustrasi
Ilustrasi | Preechar Bowonkitwanchai /Shutterstock

Dalam menjalani kehidupan, ada tipe orang yang selalu menyusun strategi jangka pendek hingga jangka panjang. Mulai dari kehidupan karier, finansial, hingga percintaan. Tipe orang seperti ini umumnya sudah tahu apa yang ingin mereka lakukan 5 hingga 10 tahun mendatang.

Memikirkan masa depan mungkin diperlukan untuk memastikan kehidupan Anda akan baik-baik saja. Akan tetapi, masa depan masih jauh di depan mata. Lagipula, belum tentu semua rencana Anda kini masih relevan di masa depan.

Selain itu, terlalu banyak berpikir soal masa depan juga bisa membuat Anda khawatir dan tidak tenang, bahkan bisa mengganggu berbagai aspek kehidupan. Untuk melepaskan diri dari rasa khawatir berlebih, berikut caranya:

Langkah pertama, Anda bisa melakukan praktik mindfulness dengan cara menghayati apa yang terjadi saat ini dengan memaksimalkan indra. Lihatlah sekeliling dan perhatikan apa yang ada di sekitar. Apa yang Anda lihat, rasakan, dengar, dan cium?

Ketika kekhawatiran datang, bernapaslah dalam-dalam agar lebih rileks. Cobalah menarik napas melalui hidung Anda hingga hitungan ke empat. Lalu biarkan napas keluar melalui hidung atau mulut Anda hingga hitungan empat. Lakukan empat kali.

Saat sedang khawatir, ada kemungkinan Anda akan merasakan sesak, tegang, atau leher kaku. Lakukan relaksasi otot progresif, yaitu mengencangkan setiap otot di tubuh, mulai dari kaki, perut, bokong, lengan, dan buat tangan Anda mengepal seperti akan meninju sesuatu.

Setelah semua otot kencang, pertahankan posisi tersebut beberapa saat, kemudian lepaskan semua otot Anda. Cara ini dapat mengusir kekhawatiran dan membuat tubuh Anda dalam keadaan rileks.

Anda juga mungkin mengetahui bahwa kekhawatiran dapat menciptakan pikiran negatif. Guna mengatasinya, perbanyaklah mengucap syukur untuk membuang kekhawatiran dan mengubah pikiran menjadi lebih positif.

Cara lain untuk atasi kekhawatiran adalah dengan menuliskannya atau bicara dengan orang lain. Ini akan mengurangi banyak pikiran yang memenuhi isi kepala Anda. Jika tidak nyaman bicara dengan orang lain, cobalah tulis di kertas semua yang Anda pikirkan.

Anda pun perlu menanamkan kepercayaan dalam diri sendiri bahwa semuanya akan berjalan sesuai keinginan dan Anda akan mampu menangani kesulitan. Sebab, hampir tidak mungkin memprediksi masa depan secara akurat.

Berpikir positif akan membantu Anda bekerja dengan lebih baik,dan tak lagi khawatir soal masa depan. Bahkan, ketika nanti segala sesuatu tidak berjalan sempurna, Anda akan tetap bisa belajar dan semakin kuat dari pengalaman tersebut.

Selalu ingat bahwa apa yang Anda pikirkan selama ini bukanlah apa yang benar-benar akan terjadi nanti. Ini hanya persoalan emosi dan asumsi. Ketakutan akan hal yang tidak diketahui menyebabkan orang cenderung melebih-lebihkan hasil terburuk yang mungkin terjadi.

Setelah itu, ubahlah sikap Anda. Jika saat ini sedang mengalami hambatan yang menjadi penyebab Anda begitu khawatir soal masa depan, kontrol diri sendiri untuk melihat apakah hal yang terjadi saat ini adalah keterpurukan atau peluang untuk belajar dan terus tumbuh.

Alih-alih berfokus pada kekhawatiran, gunakan waktu untuk mengembangkan potensi diri. Anda akan lebih tenang dan bisa meningkatkan produktivitas dan sukacita.

Jika kekhawatiran sulit dihilangkan, lebih baik buatlah rencana. Ini termasuk pemetaan gagasan mengenai apa yang mungkin terjadi pada masa depan dan apa yang Anda lakukan mulai saat ini agar hal tersebut tak terjadi.

Misalnya, Anda terlalu khawatir akan kekurangan uang bila sudah pensiun nanti atau bagaimana kondisi kesehatan Anda 10 tahun lagi.

Tuliskan kebiasaan Anda mengenai kesehatan dan keuangan saat ini, kemudian bisa mulai mengubah kebiasaan menjadi lebih baik atau melakukan sesuatu untuk lebih baik lagi, misalnya lebih banyak menabung, belajar investasi, dan memaksimalkan pola hidup sehat.

Menurut studi yang dilakukan oleh konsultan sumber daya manusia Mercer and the Employee Benefit Research Institute, para pekerja membuang banyak waktu untuk mengkhawatirkan tentang uang.

Kemudian pekerja dalam penelitian memperoleh manfaat dari perencanaan keuangan yang membuat mereka merasa lebih aman karena memiliki tabungan dan rencana anggaran.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR