Berkebun juga efektif membakar kalori

Ilustrasi berkebun
Ilustrasi berkebun | Halfpoint /Shutterstock

Tersedia sejumlah cara untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Kombinasi olahraga dan mengatur pola makan dianggap sebagai langkah membakar kalori serta menurunkan berat badan yang aman sekaligus efektif.

Namun, meluangkan waktu agar bisa berolahraga tidaklah mudah untuk sebagian orang.

Oleh karena itu, banyak pakar menyarankan agar Anda memilih latihan yang Anda sukai atau telah menjadi bagian dari keseharian Anda.

Sebuah riset terbaru menemukan bahwa kegiatan berkebun, menanam tanaman, atau merawat taman menghasilkan dampak positif yang luar biasa untuk kebugaran tubuh Anda. Bahkan, berkebun diklaim efektif membantu memperbaiki kualitas tidur Anda.

Pakar berkebun, David Domoney, yang bekerjasama dengan perusahaan ritel, Argos, memulai kampanye yang mempromosikan kegiatan berkebun selama 30 menit sehari. Tujuannya, untuk meningkatkan kampanye hijau di sekitar hunian

“Kebanyakan orang menikmati waktu berkebun karena telah merasakan manfaatnya dalam meningkatkan kualitas mental dan emosional mereka,” jelas Domoney.

“Kegiatan berkebun seperti menggali, menanam, dan memupuk bisa sangat menenangkan. Selain itu juga bisa memberikan ‘ruang’ untuk berpikir tanpa intervensi berarti. Namun, kami terkejut menemukan, tenaga dan energi yang dibutuhkan untuk berkebun,” urainya.

Dia pun merangkum sejumlah aktivitas berkebun yang telah dipelajari ampuh membakar kalori, seperti berikut ini:

Memotong rumput: mendorong mesin pemotong pada permukaan tanah naik turun selama 35 menit bisa membakar 200 kalori.

Penyiangan: mencabut rumput yang tumbuh liar selama 35 menit dapat membakar 158 kalori.

Menggali: kegiatan menggali merupakan latihan kardio yang hebat dan terbaik untuk menghilangkan stres. Anda dapat membakar kalori hingga 250 per jam. Namun, perhatikan juga kondisi punggung Anda. Jangan memaksakan diri jika sering mengalami nyeri punggung.

Raking: cara ini sangat penting untuk membiarkan rumput dan tanaman bernafas. Nah, kegiatan ini juga bisa melatih tubuh bagian atas sampai dengan membakar sampai dengan 120 kalori dalam waktu 30 menit.

Jangan lupakan pemanasan

Anda mungkin menganggap bahwa berkebun merupakan bagian dari keseharian, tetapi tak berarti Anda melupakan melakukan pemanasan.

Phill McCann, pendiri Great Little Garden, situs penyedia kebutuhan dan informasi untuk berkebun, menguraikan sejumlah tip berkebun agar terhindar dari cidera fisik, seperti berikut ini:

Pemanasan

Awali kegiatan berkebun dengan pemanasan. Sebab, ingat kegiatan ini membutuhkan tenaga dan kekuatan tubuh. Lalai melakukannya bisa mengakibatkan kram otot, kelelahan, dan nyeri.

Buat rencana

Layaknya latihan di gym, Anda membutuhkan rencana latihan. Hal serupa juga bisa diterapkan dalam berkebun. Tentukan kegiatan awal, seperti mencabut rumput, menebarkan pupuk, menggali tanah, dan menyiram tanaman.

Jangan berlebihan

Anda tak perlu melakukan kegiatan berkebun setiap hari. Anda harus juga memerhatikan kondisi tubuh, sama seperti berolahraga, jangan memaksakan diri ketika tubuh terasa kurang fit.

Selain itu, perhatikan juga kondisi tanaman Anda. Sebab, banyak jenis tanaman dan bunga yang tidak perlu dirawat atau disiram setiap hari.

Berkebun juga menyimpan manfaat baik untuk anak-anak

Dalam sebuah penelitian di Korea Selatan menemukan bahwa anak-anak yang sering dilibatkan orang tua dalam kegiatan berkebun ternyata memperlihatkan kondisi fisik yang lebih baik, dibandingkan anak-anak yang sama sekali tidak pernah berkebun.

Kegiatan berkebun yang dilakukan anak-anak dalam penelitian ini melakukan menggali tanah, menyapu, menyiram, dan menyiangi.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Hort Technology yang bertajuk “The Metabolic Costs of Gardening Task in Children” ini diharapkan bisa memberikan data yang menginformasikan kegiatan luar ruang yang baik untuk anak dan mempromosikan gaya hidup sehat.

Peneliti menemukan bahwa 10 tugas berkebun yang berfaedah untuk perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa di antaranya adalah menggali dan menyapu yang dikategorikan sebagai aktivitas berintensitas tinggi.

Kemudian, kegiatan berkebun seperti menyiangi, memetik, mencangkul, menabur benih, memanen, menyiram, mencampur pupuk, dan penanaman transplantasi diidentifikasikan sebagai aktivitas intensitas ringan.

“Dengan begini jelas bahwa manfaat berkebun bukan hanya menguntungkan orang dewasa tetapi juga anak. Perkembangan gerakan motorik dan kemampuan fisik mereka menjadi lebih kuat. Selain itu juga membiasakan gaya hidup sehat sejak kecil pada anak-anak,” pungkas Christopher Bergland, seorang atlet, penulis, dan advokat kesehatan masyarakat seperti menukil Psychology Today.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR