Bernyanyi dapat redakan depresi pasca melahirkan

Ilustrasi ibu menyanyikan lagu ke bayinya
Ilustrasi ibu menyanyikan lagu ke bayinya
© Africa Studio /Shutterstock

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa bersenandung lagu pengantar tidur dan menyusun lagu baru untuk bayi baru lahir dapat membantu sang ibu baru mengatasi depresi pasca-melahirkan.

Depresi pasca-melahirkan merujuk pada sebuah kondisi depresi dengan gejala di antaranya insomnia, hilang nafsu makan, merasa tak berguna, cemas, dan kesulitan membangun ikatan dengan bayi.

Durasi depresi pasca-melahirkan berbeda dengan baby blues yang berlangsung di hari-hari pertama melahirkan dan paling lama satu bulan. Depresi pasca melahirkan lebih lama dari baby blues.

Menyoroti hubungan antara menyanyi dan depresi pasca melahirkan, penelitian tersebut menemukan bahwa ibu baru yang berjuang dengan gejala depresi pasca melahirkan dalam tingkat sedang sampai tinggi, lebih cepat membaik kondisinya daripada perempuan dalam kelompok asuhan biasa dan kelompok bermain.

Temuan yang dipublikasikan di British Journal of Psychiatry tersebut mengungkapkan bahwa wanita yang mengambil bagian dalam sesi menyanyi kelompok dengan bayi mereka mengalami peningkatan 35 persen lebih cepat dalam mengatasi gejala depresi daripada mereka yang tidak.

"Depresi pasca-persalinan melemahkan ibu dan keluarga mereka, namun penelitian kami menunjukkan bahwa untuk beberapa wanita, sesuatu yang dapat diakses saat bernyanyi bersama bayi mereka dapat membantu mempercepat pemulihan pada saat yang paling rentan dalam hidup mereka," kata Rosie Perkins, seorang peneliti di Imperial College di London.

Untuk penelitian ini, tim mengamati 134 perempuan dalam periode 40 minggu pertama menjadi ibu dengan depresi pasca-melahirkan, dan membagi mereka menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama mengambil bagian dalam kelompok bernyanyi, sementara yang kedua mengambil bagian dalam sesi bermain kreatif, dan kelompok ketiga menerima perawatan biasa, yang dapat mencakup dukungan keluarga, antidepresan, atau perhatian penuh. Masing-masing kelompok melakukannya selama 10 minggu.

"Banyak ibu memiliki kekhawatiran untuk menggunakan obat depresi sementara menyusui dan pengambilan terapi psikologis dengan ibu baru relatif rendah," jelas Daisy Fancourt, peneliti lain dari University College London.

"Jadi, hasil ini sangat menarik karena mereka menyarankan agar sesuatu yang sederhana seperti merujuk para ibu kepada aktivitas berkelompok dapat mendukung pemulihan mereka."

Meski para peneliti tidak mengatakan mengapa hal ini mungkin terjadi, penelitian sebelumnya menunjukkan manfaat menyanyi penderita depresi dengan membiarkan mereka mengekspresikan emosi dan membantu relaksasi.

Pola makan padat nutrisi juga dikatakan terbukti membawa perubahan besar dalam keseluruhan suasana hati para ibu baru. Berikut adalah beberapa asupan yang bisa secara efektif membawa ketenangan menurut para ahli, dikutip dari NDTV (11/1).

1. Karbohidrat kompleks

Tambahan karbohidrat yang lebih kompleks menjadi salah satu asupan yang direkomendasikan untuk melawan depresi (karbohidrat yang baik dari biji-bijian, beras merah dan sayuran).

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat telah dikaitkan dengan kegugupan, kecemasan, penurunan konsentrasi dan insomnia. Dengan membatasi karbohidrat, otak mungkin tidak dapat menghasilkan bahan kimia yang cukup baik, seperti serotonin.

2. Makanan kaya protein

"Makanan kaya protein diketahui meningkatkan kewaspadaan, beberapa di antaranya mengandung asam amino yang disebut tryptophan yang membantu tubuh Anda membuat mood meningkatkan kandungan kimia otak, serotonin," kata Dr. Anju Sood, seorang ahli nutrisi dari India.

"Bagi vegetarian, kacang polong, kacang kedelai, kacang kedelai dan paneer adalah sumber protein yang baik dan non-vegetarian harus memilih daging dan telur tanpa lemak."

3. Antioksidan dari buah beri dan sayuran hijau

Diet kaya antioksidan dikatakan menghilangkan stres dan kecemasan. Antioksidan adalah zat yang bisa mencegah atau menunda kerusakan sel akibat reaksi kimia yang bisa menghasilkan radikal bebas dan mempengaruhi fungsi sel dalam tubuh.

Oleh karena itu, antioksidan dapat membantu mengurangi stres oksidatif pada kesehatan mental. Beragam jenis beri dan buah-buahan seperti ceri dan anggur serta sayuran hijau gelap penuh dengan antioksidan.

4. Vitamin D

Kekurangan nutrisi ini sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati dan depresi. Disarankan untuk menambahkan sumber vitamin D alami seperti jamur, telur, dan susu kedelai ke dalam asupan makanan.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.