KESEHATAN

Berpikiran positif itu menyejahterakan

Memikirkan hal baik
Memikirkan hal baik | Black Salmon /Shutterstock

Pernahkah Anda memikirkan hal-hal baik tentang diri sendiri dan orang lain? Ternyata hal sesederhana itu terbukti bermanfaat bagi kesejahteraan.

Pernyataan tersebut adalah simpulan penelitian di University of Oxford dan University of Exeter di Inggris yang meriset hubungan antara pikiran positif dan kondisi psikologis seseorang.

Penelitian ini melibatkan 135 orang yang dibagi dalam lima kelompok. Selama penelitian berlangsung, tiap kelompok diberikan instruksi lewat audio berbeda dengan durasi 11 menit.

Beberapa di antaranya mendorong peserta untuk berpikir positif tentang diri mereka sendiri dan orang lain.

Peserta dalam kelompok lain mendengarkan audio yang mengajak mereka untuk berpikir secara kritis terhadap diri sendiri.

Usai mendengarkan audio, tim peneliti mengajukan serangkaian pertanyaan, seperti apakah mereka merasa aman, seberapa besar kemungkinan mereka menunjukkan kebaikan pada diri mereka sendiri, dan seberapa terhubung mereka dengan orang lain.

Tak hanya itu, peneliti pun mencatat respons detak jantung dan keringat kelompok setelah mereka mendengarkan audio tersebut.

Hasilnya, peserta dalam kelompok yang yang diperintahkan berpikir positif tentang diri sendiri cenderung menunjukkan respons tubuh santai dan merasa aman.

Kecepatan detak jantung mereka juga berkurang. Kata peneliti, ini adalah tanda jantung sehat yang dapat merespons situasi dengan fleksibel.

Rekaman yang mendorong welas asih pada diri sendiri membuat orang lebih tenang, fokus pada diri sendiri, dan mengarahkan kebaikan dan pikiran yang menenangkan kepada orang yang dicintai dan diri sendiri.

Sementara itu, kelompok yang mendengarkan audio kritis terhadap diri sendiri tercatat memiliki detak jantung dan respons keringat lebih tinggi setelah itu. Keduanya menunjukkan perasaan terancam dan tertekan.

Menurut peneliti, punya kemampuan mematikan respons ancaman alami tubuh dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang dan memberi kemungkinan lebih besar untuk pulih dari penyakit dengan cepat.

"Temuan ini menunjukkan bersikap positif pada diri sendiri mematikan respons ancaman dan membuat tubuh dalam keadaan aman dan santai yang penting untuk regenerasi dan penyembuhan," kata penulis utama studi ini, Hans Kirschner dari University of Exeter.

Untuk praktik di rumah, Anda bisa menonton video yang membuat tersenyum, mendengarkan musik, mengirim pesan sebagai bentuk perhatian pada orang lain, serta bersenang-senang lah.

Willem Kuyken, profesor Psikologi Klinis di University of Oxford percaya penelitian ini bisa sangat bermanfaat bagi orang-orang yang telah didiagnosis menderita depresi.

Anke Karl, peneliti dari University of Exeter mengatakan penelitian ini membantu tim memahami mekanisme bagaimana bersikap positif kepada diri sendiri ketika terjadi kesalahan bisa bermanfaat dalam perawatan psikologis.

"Dengan mematikan respons ancaman, kita meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita dan memberi diri kita kesempatan terbaik untuk penyembuhan," kata Karl.

"Kami berharap penelitian di masa depan dapat menggunakan metode kami untuk mengamati ini pada orang dengan masalah kesehatan mental seperti depresi berulang."

Tim menekankan penelitian ini dilakukan pada orang sehat. Sehingga temuan mereka tidak menyatakan orang dengan depresi akan mengalami peningkatan yang sama dari satu kali mempraktikkan ini.

Para peneliti berencana untuk melanjutkan penelitian dengan mempelajari respons fisiologis pada individu dengan depresi berulang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR