CancerSEEK, tes darah untuk deteksi kanker

Ilustrasi tes darah
Ilustrasi tes darah | Chompoo Suriyo /Shutterstock

Para ilmuwan terus melakukan inovasi untuk mengobati kanker. Salah satunya juga dengan mendeteksi penyakit ini sejak dini. Cara terbaru yang akan diperkenalkan pada masyarakat adalah tes darah CancerSEEK.

Tes darah ini dapat mendeteksi banyak jenis kanker pada tahap awal dan mungkin mengetahui lokasinya di dalam tubuh.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini menemukan bahwa CancerSEEK dapat mendeteksi delapan jenis kanker, termasuk kanker ovarium, hati, perut, pankreas, kerongkongan, usus, paru-paru, dan payudara.

Tes ini diberikan kepada 1.005 pasien yang sebelumnya telah didiagnosis kanker dengan stadium I sampai III, meliputi kanker ovarium, hati, perut, pankreas, kerongkongan, usus, paru-paru atau payudara.

Sensitivitas rata-rata tes adalah 70 persen di antara delapan jenis kanker. CancerSEEK mampu mendeteksi 98 persen kanker ovarium, tetapi pada kanker payudara yang jauh lebih umum, ketepatannya secara signifikan lebih rendah, yaitu 33 persen.

"Tingkat keberhasilan terapi dan pembedahan akan jauh lebih tinggi, kami percaya, jika kanker ditemukan sangat dini, sebelum gejala," kata Dr. Nickolas Papadopoulos, profesor onkologi dan patologi di Johns Hopkins Medicine dan penulis senior dalam penelitian.

"Ini adalah langkah pertama," katanya tentang penelitian tersebut.

"Hasilnya cukup baik untuk menjamin langkah selanjutnya, yaitu untuk menguji ini dalam pengaturan screening, yang berarti dalam ribuan individu yang sebenarnya tidak memiliki kanker dan benar-benar melihat seberapa baik hasil tes kami."

Menurut peneliti, sampai saat ini tidak ada tes berbasis darah yang digunakan secara umum untuk deteksi dini kanker tersebut.

Beberapa tes darah yang saat ini digunakan untuk mendiagnosis kanker meliputi hitung darah lengkap, tes protein darah, tes penanda tumor, dan tes sel kanker yang beredar.

Menurut situs Mayo Clinic, tes tersebut umumnya tidak dapat benar-benar membedakan apakah Anda menderita kanker atau kondisi non-kanker lainnya. Sebaliknya, tes tersebut memberikan petunjuk kepada dokter tentang apa yang terjadi di dalam tubuh.

Untuk pendekatan tes darah yang digunakan dalam studi baru ini, para peneliti menggabungkan penilaian kadar protein beredar dalam darah dan mutasi pada DNA bebas sel.

Dr. Martin Widschwendter, seorang profesor dan kepala departemen kanker perempuan di University College London, yang tidak terlibat dalam studi baru ini, menggambarkan pendekatan tersebut sebagai "terobosan."

Sedangkan Dr Gert Attard, pemimpin tim di Center for Evolution and Cancer di Institute of Cancer Research, London, dan konsultan onkologi medis di Royal Marsden NHS Foundation Trust, mengatakan kepada BBC.com, "Ini adalah potensi besar. Saya sangat gembira, ini adalah holy grail , tes darah untuk mendiagnosis kanker tanpa prosedur lain seperti scan atau kolonoskopi."

Meski menjanjikan, tes ini belum tersedia

Untuk melakukan tes darah CancerSEEK ini perkiraan akan butuh biaya kurang dari Rp6 juta, yang sebanding atau lebih rendah dari tes lainnya, seperti kolonoskopi,

Namun, tesnya belum siap digunakan karena masih perlu divalidasi dalam sebuah studi yang lebih besar dan telah dilakukan pada populasi umum, bukan pasien kanker.

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah itu benar-benar bekerja dan membantu menyelamatkan nyawa, yang merupakan ukuran terbaik dari nilai tes screening.

"Kami sangat gembira dan melihat ini sebagai langkah awal," kata Nickolas Papadopoulos, salah satu pemimpin penelitian Hopkins. Namun, ia pun mengatakan bahwa tes ini belum tersedia.

Prof Richard Marais, dari Cancer Research UK, mengatakan tes ini butuh waktu setidaknya lima sampai enam tahun untuk membuktikan cara kerjanya dalam mendeteksi kanker.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR