PROSTITUSI ONLINE

Cara bisnis prostitusi memanfaatkan media sosial

(Ilustrasi)
(Ilustrasi) | Hector Batista/Fusion.net

Mungkin Anda sudah sering mendengar desas-desus seputar transaksi seksual yang memanfaatkan media sosial dan internet. Misalnya, beberapa hari silam, netizen Indonesia dihebohkan oleh Syariah Heaven. Situs prostitusi itu memakai kedok biro jodoh syariah untuk menawarkan jasa pernikahan lengkap dengan perceraian ekspres usai malam pertama.

Boomee.co melaporkan, Syariah Heaven mendapat sindiran dan kecaman dari para pengguna Twitter. Beberapa bahkan mengadukannya ke kepolisian dan Menteri Agama (via akun @lukmansaifuddin). Kini situs itu telah ditutup. Tapi di linimasa Indonesia, sebenarnya tidak susah menemukan akun yang pada profilnya menawarkan jasa transaksi seks.

Di Amerika Serikat, beberapa rumah bordil profesional (legal) secara aktif memanfaatkan Twitter dan kanal media sosial lainnya sebagai media promosi. Semisal yang dilakukan oleh Sheri's Ranch, sebuah rumah bordil di Las Vegas, Nevada. Laporan Fusion.net menyebut, akun Sheri's Ranch dan para pekerjanya aktif melakukan promosi.

"Mereka (para pekerja seks komersial) membangun mereknya dan melakukan promosi. Mereka membangun basis pelanggan dan followers. Mereka membawa para pelanggan dan followers ke tempat kami, jadi ini menguntungkan kedua belah pihak," ujar Dena, salah seorang muncikari di Sheri's Ranch.

Media sosial juga bisa membawa dampak positif kepada para pekerja seks komersial (PSK). Reason.com pernah meliput penggunaan media sosial yang mampu membangun solidaritas di antara para PSK. Alkisah dua penari telanjang, Jhisha Ball (18) dan Angelia Magnum (19), ditemukan tewas di Florida. Ketika itu ada tendensi kematian keduanya tidak begitu dipedulikan.

Solidaritas muncul di media sosial yang digalang oleh Pechington Marie, seorang mantan PSK. Marie menghimpun penggalangan dana untuk membantu penguburan korban. Sembari mengumpulkan dana, Marrie juga terus mengingatkan agar kekerasan terhadap PSK harus dihentikan.

Laporan lain dari Salon.com, menunjukkan bahwa media sosial turut membantu PSK untuk menyuarakan aneka persoalan mereka.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR