Cara menghadapi mom shaming

Ilutrasi ibu
Ilutrasi ibu | Paulaphoto /Shutterstock

Dalam membesarkan anak, tiap ibu punya cara berbeda. Namun, ada saja orang yang suka mengomentari, merendahkan, menindas, bahkan memperlakukan ibu lain atas pilihan pola asuh mereka. Secara khusus, kondisi tersebut dikenal dengan istilah mom shaming.

"Mom shaming itu memberikan kritik atau menyampaikan ungkapan negatif bahkan menjatuhkan pilihan pola asuh seorang ibu kepada anaknya. Misalnya, 'kok anaknya kayak gitu sih'," kata psikolog keluarga, Roslina Verauli, seperti dikutip CNN Indonesia.

Bagi ibu A, memberi ASI pada anak hingga dua tahun penuh adalah mutlak. Hingga baginya, ibu yang tidak melakukan hal serupa adalah salah. Padahal, kondisi setiap ibu dan anak tentu berbeda.

Belum lagi masalah ibu bekerja atau tidak, tidur bersama anak atau terpisah, pola makanan, pendidikan, waktu tidur, penggunaan media sosial, hingga tetek bengek soal pola asuh atau sikap ibu pada anak sering jadi bahan untuk dikomentari.

Apalagi, di era media sosial ini, orang bisa lebih terbuka dalam memberi kritik pedas. Selebritas seperti Marissa Nasution dikomentari warganet karena mengunggah foto sedang memberi susu menggunakan botol pada sang buah hati.

Mariah Carey pun pernah menerima komentar karena putranya yang berusia empat tahun masih menggunakan dot.

Beberapa komentar mungkin bermaksud membantu atau memberi saran, tetapi bisa jadi ini berakhir seperti menyalahkan.

Menurut Roslina, sebenarnya mom shaming biasa dilakukan oleh para ibu yang juga mengalami kesulitan dalam mengasuh anak.

"Seringnya oleh para ibu juga sebagai cara dia membuat dirinya lebih baik dengan mengkritik mama lain tentang pengasuhan. Atau orang terdekat yang mengkritik, kok caranya berbeda seperti yang ia lakukan," ujar Vera.

Bila mengalami mom shaming, sebenarnya Anda hanya perlu tenang. Sering kali mom shaming dilakukan oleh orang yang merasa tidak aman atau pernah merasa bersalah karena melakukan hal berbeda dengan Anda.

Saat dikomentari sesuatu yang kurang penting, tak perlu dihiraukan. Sebab Anda tahu anak Anda lebih baik daripada orang lain. Penting untuk percaya diri tentang apa yang Anda yakini terbaik bagi buah hati, bukan apa yang dipercayai orang lain.

"Tidak ada yang lebih buruk daripada seorang ibu yang mempermalukan ibu-ibu lain atas perilaku anak-anak mereka, sementara keturunannya sendiri liar," kata Julie Burton, ahli mengasuh anak.

"Meskipun Anda mungkin tergoda untuk membalas kritik tentang pengasuhannya, meningkatkan pertarungan tidak akan membuat Anda merasa lebih baik."

Kata Julie, nasihat atau komentar yang tidak diminta itu menyakitkan. Jangan ragu untuk memberi tahu orang lain tentang perasaan Anda.

Hal paling penting, dapatkan dukungan dari orang terdekat agar Anda tidak merasa sedih atau bahkan menyalahkan diri sendiri karena tidak melakukan cara yang sama dengan orang lain.

Juga tak perlu terpengaruh oleh teman-teman yang pengasuhannya terlihat mulus dan mudah, sebab apa yang Anda lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Anda pun bisa mencontoh tanggapan ibu-ibu lain soal bagaimana mereka menghadapi mom shaming, seperti ditulis Romper berikut:

Erica

"Kadang-kadang saya mengabaikan komentar, tapi dalam waktu lain saya mengatakan sesuatu. Ada beberapa orang yang mengatakan hari itu terlalu dingin untuk pergi dengan bayi. Saya menjawab, keluar rumah dengan bayi adalah pilihan. Lagipula, kami butuh bahan makanan meski suhu sedang dingin."

Sara

"Saya adalah orang tua tunggal. Saat berada di sebuah acara, saya bicara soal pekerjaan dan tempat penitipan anak dengan seorang ibu. Kemudian, ibu lain bicara bahwa ia tidak akan pernah menitipkan anaknya. Saya menjawab bahwa saya orang tua tunggal dan tidak punya banyak pilihan."

Andrea

"Tanggapan saya tergantung pada cara orang mempermalukan. Jika itu hanya seseorang menanyakan apakah anak saya tidak kedinginan atau kepanasan, atau sesuatu yang dikatakan secara baik-baik, saya akan bersikap sopan tapi tegas dengan berkata bahwa anak saya baik-baik saja dan mengucapkan terima kasih,"

"Namun, jika ada orang yang coba secara kasar mempermalukan, saya akan bertanya apakah Anda dokter, sebab saya tidak peduli dengan pendapat Anda."

BACA JUGA