KEHAMILAN

Cara menghitung usia kehamilan

Mengetahui usia kehamilan dapat membantu calon ibu mempersiapkan persalinan
Mengetahui usia kehamilan dapat membantu calon ibu mempersiapkan persalinan | wong yu liang /Shutterstock

Kelahiran buah hati biasanya jadi momen menggembirakan. Seperti yang tengah dirasakan oleh Kahiyang Ayu setelah melahirkan putri pertamanya.

Sejak awal kehamilan, penting bagi calon ibu untuk mengetahui dan menghitung secara tepat usia kehamilan. Selain dapat memperkirakan waktu kelahiran, manfaat lain yang diperoleh tentu adalah mengatur jadwal kunjungan ke dokter.

Selain itu, calon ibu juga dapat menyesuaikan aktivitas dan asupan makanan sesuai dengan kebutuhan janin di dalam kandungan.

Perlu diketahui, usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir. Atau dengan kata lain dihitung dari perkembangan sel telur perempuan yang terbuahi oleh sperma, bukan saat dibuahi. Hal itu disampaikan oleh dokter Hari Nugroho Sp.OG dinukil dari detikcom.

Ini perlu diingat sebab tak jarang pasangan muda atau orang tua keliru dalam menentukan usia kehamilan. Saat ini, sudah banyak cara dapat dilakukan untuk menghitung dan memperkirakan usia kehamilan, misal dengan menggunakan kalkulator kehamilan yang dapat dengan mudah ditemukan di internet.

Dengan hanya perlu memasukkan tanggal, bulan dan tahun saat hari pertama haid terakhir (HPHT) dan juga siklus haid Anda. Secara otomatis kalkulator kemudian akan menghitung dan memberitahukan kepada Anda usia kehamilan. Cukup cepat dan mudah diikuti.

Cara lain yang dapat dibilang lebih akurat dari metode di atas yaitu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Metode ini dilakukan oleh dokter kandungan yang memang sudah ahli dalam bidang ini. Pemeriksaan biasanya dilakukan ketika usia kehamilan memasuki waktu 4 hingga 5 minggu setelah periode menstruasi.

Pemeriksaan USG ini memang lebih akurat. Pemeriksaan USG juga dilakukan untuk mengetahui apakah kehamilan terjadi pada rahim atau di luar rahim.

Metode pemeriksaan USG juga dapat dilakukan jika ibu tidak tahu atau lupa hari pertama haid terakhir atau HPHT.

Metode lain yang bisa dipilih adalah dengan melakukan pemeriksaan tinggi puncak rahim. Cara ini harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli di rumah sakit.

Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui, apakah janin tumbuh normal, tahap pencapaian kehamilan, dan perkiraan waktu ibu akan melahirkan.

Ada dua metode untuk pemeriksaan ini, yaitu mengukur dengan jari dokter, atau dengan menggunakan pita pengukur. Pada dasarnya usia kehamilan diputuskan berdasarkan tinggi puncak rahim yang diukur dari tulang kemaluan. Sebab, biasanya ada kenaikan ukuran puncak rahim sebesar empat sentimeter setiap bulan.

Dengan mengetahui usia kehamilan, calon ibu juga dapat memperkirakan hari kelahiran (HPL) buah hati. Metode penghitungan hari kelahiran yang umum digunakan adalah dengan menghitung rumus Naegele.

Sebagai catatan, cara ini efektif untuk calon ibu yang memiliki siklus haid teratur. Rumusnya sebagai berikut. Tanggal HPHT ditambah 7, lalu bulan HPHT dikurang 3, dan tahun HPHT ditambah 1.

Sebagai contoh, misal calon ibu memiliki HPHT tanggal 15 Juni 2018. Maka dengan rumus pertama diperoleh tanggal 15+7=22. Lalu dengan rumus kedua diperoleh juga bulan 6-3=3 atau berarti bulan Maret. Lalu dengan rumus terakhir, tahun HPHT 2018+1=2019. Sehingga diperoleh HPL yaitu tanggal 22 Maret 2019.

Namun jika bulan HPHT tidak bisa dikurangi, seperti bulan Januari (1) sampai Maret (3), maka cukup dengan bulan HPHT ditambah 9, tanpa tahun ditambah. Misal sebagai contoh, HPHT 2 Februari 2018. Maka dengan rumus di atas dapat diperoleh HPL sebagai berikut.

Tanggal 2+7=9. Bulan 2 langsung ditambah 9 jadi 11 atau bulan November. Dan tahun tetap, tidak di tambah 1 sehingga tetap tahun 2018. HPL yang diperoleh adalah tanggal 9 November 2018.

Namun demikian, ada beberapa hal yang dapat membuat hari kelahiran bergeser atau tidak sesuai hitungan. Misal adalah perubahan letak janin, kondisi tubuh calon ibu dan perubahan ukuran rahim atau serviks.

Manfaat lain yang tidak bisa dianggap remeh dengan mengetahui usia kehamilan dan hari perkiraan lahir adalah, menyiapkan calon ibu untuk siap menyusui. Dengan berbagai mitos seputar kehamilan dan menyusui, maka penting bagi Anda untuk mendapat informasi yang benar agar proses memberikan Air Susu Ibu (ASI) berjalan baik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR