KESEHATAN ANAK

Cara menolong anak yang tersedak

Ilustrasi anak tersedak.
Ilustrasi anak tersedak. | Toey Toey /Shutterstock

Anak tersedak karena menelan benda asing biasanya membuat orang tua panik. Pasalnya, ini bisa berefek fatal. Begini cara mencegah, juga menolongnya.

Walau dalam beberapa kasus tak sampai merenggut nyawa, tersedak benda asing bisa mengganggu kesehatan. Seperti yang dialami Asep Yaya (9), bocah asal Bandung Barat.

Asep harus menderita gara-gara tak sengaja menelan dan tersedak peluit yang bersarang di saluran napasnya. Karena terkendala biaya untuk penanganan, Asep kerap merasa sesak saat beraktivitas atau tertidur.

Napasnya pun terdengar mirip suara terompet. Ini membuat Asep mogok sekolah lantaran sering diejek teman-temannya. Namun, kini peluit itu sudah berhasil dikeluarkan.

Fikry Hamdan Yasin, dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) anak dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), menyebut masuknya benda asing ke tubuh anak sampai membuatnya tersedak merupakan kasus darurat.

Kata dia, benda asing yang menyumbat saluran napas bisa menimbulkan batuk-batuk dan sesak napas, hingga berisiko infeksi apabila benda dihinggapi kuman, dan jika tersumbat sepenuhnya dapat menyebabkan meninggal dunia.

Oleh sebab itu, dr Fikri menegaskan benda asing apapun yang tertelan, selain perlu dipastikan berada di saluran napas atau cerna dengan melakukan tindakan endoskopi diagnostik atau disebut bronoskopi, juga harus segera dikeluarkan.

Menurut Dr dr Fauziah Fardizza, SpTHT-KL (K) atau akrab disapa dr Ezzy, benda asing penyebab tersedak yang tidak dikeluarkan secepatnya bisa membuat tubuh mengeluarkan reaksi jaringan. Misal, keluarnya lendir atau pembengkakan dan membuat benda tersebut semakin susah untuk diambil.

Dokter anak Rupal Christine Gupta, MD, menjelaskan, ketika seorang anak tersedak, itu menandakan suatu benda biasanya makanan atau mainan terjebak di trakea (jalan napas). Akibatnya anak sulit bernapas dengan benar atau sesak napas.

Di belakang tenggorokan, trakea dan esofagus (jalur makanan) punya saluran yang berdekatan. Tiap kali kita menelan makanan, kelopak kartilago kecil yang disebut epiglotis akan berfungsi melindungi trakea dengan bertindak seperti penutup. Epiglotis memungkinkan makanan masuk ke esofagus dan mencegahnya masuk trakea.

Namun sesekali, epiglotis tidak menutup cukup cepat dan sebuah benda dapat masuk ke trakea.

Dalam kasus Asep, sambung dr Ezzy, peluit masuk ke pita suara menuju saluran bernama wind pipe yang terletak di trakea. Karena peluit memiliki lubang, ada udara yang bisa tetap masuk. Itulah sebabnya Asep hanya mengalami sesak, sekaligus mengeluarkan suara napas mirip terompet.

“Jika terlalu lama di saluran napas, lendir atau pembengkakan tersebut bisa menyumbat jalan napas. Karena lendir bisa menutupi lubang-lubang yang ada di peluit. Kemungkinan terburuk akan jadi henti napas," tutur dr Ezzy.

"Kalau soal tersedak itu pasti saluran napas, tertelan itu ke saluran makan. Benda asing yang paling sering tertelan oleh anak adalah koin, tapi biasanya tertelan bukan tersedak,” timpalnya.

Jika anak tersedak benda asing, dr Kartika Mayasari dari Klikdokter menyarankan Anda berteriak minta tolong atau segera menelepon bantuan.

Pada anak di bawah satu tahun, hindari mengeluarkan benda dengan memasukkan jari. Sebaliknya, posisikan anak secara tengkurap—sanggah dengan paha—sehingga posisi kepala lebih rendah dari tubuh.

Kemudian tepuk perlahan punggungnya sebanyak lima kali. Bila benda tidak keluar, ganti posisi anak menjadi telentang dan tekan perlahan dadanya sebanyak lima kali.

Pada anak di atas satu tahun, langkah pertama yaitu membiarkan atau meminta mereka batuk, tanpa perlu menepuk punggungnya.

dr Ezzy menuturkan, refleks menepuk punggung saat orang terbatuk akibat tersedak sebetulnya tidak boleh. “Proses batuk itu bertujuan mengeluarkan cairan benda asing yang masuk atau menyenggol saluran pernapasan, jadi batuk itu proses proteksi jalan napas, tidak boleh dihentikan ketika orang tersedak,” jelasnya.

Lanjut dr Kartika, jika batuk tidak juga mengeluarkan benda, maka bungkukkan tubuh anak, tahan bagian pinggangnya, dan lakukan lima pukulan perlahan pada punggung anak.

Jika belum berhasil juga, lakukan gerakan abdominal thrust. Caranya, lingkarkan lengan Anda ke bagian perut anak dan buat genggaman di bagian perut atas pusar. Kemudian, hentakkan ke arah atas.

Sebagai pencegahan tersedak, dr Ezzy menyarankan orang tua untuk memotong makanan berukuran besar atau berbentuk bulat menjadi potongan kecil.

Lalu, pastikan anak mengunyah makanan dengan benar dan ajarkan anak makan dalam posisi duduk. Bukan sambil berlari, bermain, atau bahkan tertawa dan berbicara.

Selain itu, laman KidsHealth menganjurkan orang tua selalu waspada.

Semua anak berisiko tersedak, tetapi batita paling rentan karena mereka cenderung suka mengeksplorasi tubuhnya sehingga sering meletakkan sesuatu di mulut dan menelannya.

Batita juga memiliki saluran pernapasan lebih kecil dan belum bisa mengunyah sempurna.

Terlebih lagi, kata dr Ezzy, peraturan di Indonesia belum ketat mengatur penjualan mainan. Di pinggir jalan, pistol mainan dengan peluru kecil yang berisiko dimasukkan ke dalam hidung masih dijual bebas tanpa ada aturan keamanan sesuai usia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR