Dampak buruk berat badan turun drastis

MITRA: Woman Talk
Ilustrasi olahraga
Ilustrasi olahraga | Halfpoint /Shutterstock

Melakukan diet itu sulit dan membutuhkan banyak motivasi dan usaha. Wajar jika saat berat badan turun, Anda pun menjadi gembira.

Namun, tetap penting untuk berhati-hati dengan seberapa banyak berat badan yang Anda turunkan, apalagi jika berat badan tersebut turun drastis. Jika Anda memulai rencana diet yang ekstrem, Anda dapat menempatkan tubuh Anda pada kondisi yang merugikan.

Kemungkinan terkena penyakit batu empedu
Batu empedu adalah salah satu komplikasi yang paling umum dari penurunan berat badan yang drastis. Anda memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan batu-batu empedu jika Anda kehilangan 2 kilogram atau lebih dalam seminggu daripada jika Anda menurunkan berat badan secara perlahan-lahan. Penurunan berat badan yang cepat dan drastis dapat mencegah kandung empedu dari pengosongan secara benar atau menyebabkan ketidakseimbangan dalam garam empedu dan kolesterol, sehingga menyebabkan batu empedu terbentuk.

Perubahan suasana hati yang memicu depresi
Selain masalah kesehatan, penurunan berat badan terlalu drastis juga berdampak buruk bagi kesehatan mental Anda. Perubahan berat badan umumnya juga memengaruhi kerja hormon dalam tubuh. Hormon yang terkejut dengan perubahan tiba-tiba akan membuat Anda mudah mengalami sakit kepala dan mengalami mood swings.

Insomnia
Sulit tidur dapat terjadi ketika Anda kehilangan terlalu banyak berat badan pada sebuah diet ketat. Tidur terganggu karena hormon stres berfluktuasi, termasuk kortisol, insulin dan adrenalin. Tubuh Anda menggunakan hormon-hormon ini untuk menyesuaikan metabolisme Anda saat berat badan turun drastis, tetapi hormon-hormon ini dapat mengacaukan siklus tidur Anda.

Cepat turun, cepat juga naik
Kehilangan banyak berat badan terlalu cepat menendangdapat membuat tubuh Anda beralih ke mode bertahan hidup, yang membuat tubuh melakukan adaptasi tertentu untuk memperlambat penggunaan energi. Penelitian yang dimuat di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, melakukan eksperimen dengan subjek obesitas yang dengan cepat kehilangan banyak berat badan. Studi menemukan kalau subjek mengalami perubahan metabolisme tubuh, yang juga membuat subjek sangat mudah untuk menaikkan berat badan kembali.

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR