KESEHATAN MENTAL

Dampak gangguan kecemasan pada kehidupan

Ilustrasi seseorang memiliki gangguan kecemasan
Ilustrasi seseorang memiliki gangguan kecemasan | GaudiLab /Shutterstock

Kecemasan merupakan bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Namun, waspada bila Anda terus menerus merasa cemas. Sebab, bisa jadi Anda mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Siapa pun bisa mengalami gangguan kecemasan. Umumnya, gejala terasa ketika menginjak usia paruh baya. Menurut National Institute of Mental Health, perempuan cenderung memiliki gangguan kecemasan daripada laki-laki.

Tak hanya menimbulkan kecemasan berlebih, gangguan kecemasan bisa memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan secara keseluruhan.

Apa yang terjadi dengan kesehatan mental dapat memengaruhi kesehatan fisik dan bahkan kesadaran.

Jadi, seharusnya tidak mengherankan bahwa ketika Anda menderita kecemasan, Anda mengalami beberapa perubahan secara fisik dan mental.

Jika Anda mengalami gangguan kecemasan, Anda akan merasa gelisah sepanjang waktu dan seperti tidak pernah berakhir. Kecemasan yang dirasakan pun bisa jauh lebih besar dibandingkan orang lain.

Dalam menghadapi situasi tertentu, orang lain akan cemas beberapa saat, tetapi Anda bisa sangat cemas dan berlangsung dalam waktu lebih lama.

Selama periode kecemasan, Anda akan mengkhawatirkan banyak hal, mungkin soal masa depan, kehidupan saat ini, masalah keluarga, pekerjaan, pasangan, dan masalah lain yang dipikirkan secara berlebihan.

Tak hanya itu, Anda juga akan melihat sesuatu dengan pesimis, misalnya, masa depan yang suram atau segala hal sulit dikendalikan.

Anda juga menjadi takut untuk membuat keputusan. Mengalami gangguan kecemasan membuat orang ragu-ragu mengambil keputusan karena takut salah. Tak sedikit yang memutuskan untuk lari dari masalah yang tidak selesai.

Namun, menurut psikolog Crystal Lee, rasa lega yang Anda rasakan saat melarikan diri dari situasi yang membangkitkan kecemasan, sebenarnya memperkuat kecemasan.

Pasalnya, dalam keadaan cemas, Anda bisa mengalami paranoia dan berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan. Anda akan menjadi lebih waspada dan curiga terhadap emosi serta fakta. Kemudian, berujung dengan mengasingkan dan mengisolasi diri sendiri.

Selain meningkatkan kecemasan, gangguan kecemasan juga berdampak pada fisik, seperti denyut jantung yang cepat, gemetar, kelelahan, pusing, kesulitan berkonsentrasi, mual, dan mengalami masalah tidur.

Kecemasan jangka panjang tidak baik untuk sistem kardiovaskular dan kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecemasan meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang yang sehat. Gangguan kecemasan bisa berdampak pada sistem kekebalan.

Dalam jangka pendek, kecemasan dapat meningkatkan respons sistem kekebalan. Namun, kecemasan yang berkepanjangan dapat memiliki efek sebaliknya.

Ketika Anda merasa cemas, hormon-hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dilepaskan yang dapat berdampak pada bagian tubuh Anda yang lain. Hal ini menempatkan tubuh Anda dalam mode fight or flight.

Kortisol (hormon steroid yang diproduksi oleh kolesterol di dalam dua kelenjar adrenal yang terdapat pada tiap ginjal) mencegah pelepasan zat-zat yang menyebabkan peradangan, dan mematikan aspek-aspek sistem kekebalan yang melawan infeksi, kemudian merusak respons kekebalan alami tubuh.

Kondisi ini memungkinkan orang dengan gangguan kecemasan kronis mudah terkena flu dan infeksi.

Lalu, Anda pun berpotensi mengalami masalah pencernaan karena kortisol menahan proses pencernaan dan mengakibatkan orang kehilangan nafsu makan, mual, diare, dan perasaan perut bergejolak.

Kondisi yang demikian tak menutup kemungkinan membuat Anda berisiko terkena sindrom iritasi usus.

Saat mengalami kecemasan, hippocampus bisa menyusut dan memengaruhi ingatan. Hippocampus adalah bagian dari otak yang paling bertanggung jawab untuk membentuk ingatan baru.

Efek negatif jangka panjang dari gangguan kecemasan adalah depresi, insomnia, nyeri kronis, kehilangan minat dalam sek, gangguan penyalahgunaan zat, pikiran untuk bunuh diri, dan kesulitan di sekolah, pekerjaan, dan lingkungan sosial.

Nah, supaya Anda terbebas dari dampak buruk gangguan kecemasan, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter mengenai kecemasan yang dialami. Dokter akan menyarankan kombinasi antara obat, terapi, dan perubahan gaya hidup yang melibatkan aktivitas fisik dan meditasi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR