Dengan plogging, tubuh bugar bumi pun bersih

Ilustrasi plogging.
Ilustrasi plogging. | Oleksandr Khmelevskyi /Shutterstock

Skandinavia selalu punya cara hidup unik yang menginspirasi. Setelah memopulerkan filosofi gaya hidup menyenangkan seperti hygge dan lagom, negeri Nordik ini kini memperkenalkan tren kesehatan, plogging.

Plogging adalah gabungan dua kata dalam bahasa Swedia plocka upp yang punya arti memungut, dan joggnig yang berarti joging. Maka plogging adalah joging sembari memunguti sampah yang tampak di sepanjang rute lari.

Istilah plogging pertama kali diciptakan pada tahun 2016. Akhir-akhir ini kembali marak di media sosial.

Coba saja lakukan pencarian tagar #plogging di instagram. Hasilnya, ratusan foto yang memperlihatkan kelompok atlet sadar lingkungan dan pelari solo yang mengumpulkan sampah dari pegunungan dan pantai sampai jalanan di kota.

Akun media sosial bertema plogging pun bermunculan dari Swedia sampai Paris. Bahkan beberapa pelari menantang teman-teman mereka untuk mengikuti #binbagchallenge dan semacamnya. Aksi ini menuntut pelari mengumpulkan setidaknya satu kantong sampah setiap sesi lari.

Sebelum jadi sepopuler sekarang, menurut Core77, aksi plogging digagas oleh ahli lingkungan Erik Ahlstrom. Ketika pindah dari kota resor ski Swedia Are ke Stockholm, Ahlstrom melihat kota itu tak ubahnya tempat pembuangan sampah.

Akhirnya ia tergerak untuk mengorganisir kelompok joging yang dipersenjatai dengan sarung tangan dan kantung sampah sebagai upaya membersihkan kota. Ahlstrom kemudian menyebut aktivitas ini sebagai plogging.

Seperti kita tahu, kebanyakan orang membenci sampah. Mereka cenderung menggerutu saat melihat sampah berserakan, tapi jarang terlintas pikiran untuk memungutnya lantaran merasa jijik.

Aksi plogging bisa mengubah itu. Tertulis dalam situs resmi Plogga, dengan plogging memungut sampah tak lagi jadi hal menjijikkan, malah sebaliknya trendi.

Plogga mengutip Ahlstrom sebagai penggagas plogging mengajak orang lain untuk terlibat. Organisasi ini akan membantu orang untuk mulai berani berbicara di depan umum tentang tren kebugaran yang ramah lingkungan ini.

Dari aspek kesehatan, joging sambil memungut sampah pun masih berefek sama pada tubuh. Itu mengapa, dinukil Metro.co.uk, ahli kebugaran Miranda Larbi mendukung aksi plogging. "Karakteristik plogging mirip dengan interval training, menggunakan waktu pemulihan untuk meningkatkan kebugaran dan pembakaran lemak," jelas Larbi.

Lanjut Larbi, di dalam gerakan-gerakan yang dilakukan saat plogging juga terdapat unsur latihan mobilitas. Misalnya, menjangkau ke bawah untuk mengambil sampah akan memperluas jangkauan gerak yang Anda lakukan.

Dari sisi gerakan olahraga, berhenti untuk memungut sampah di sepanjang rute Anda bisa memicu lebih banyak pergerakan di bagian paha. Tergantung pada berapa banyak sampah yang Anda kumpulkan, lengan Anda juga akan bekerja ekstra keras.

Modifikasi olahraga yang sederhana dan mudah diakses ini semacam mendukung pergeseran yang lebih besar di dunia kesehatan menuju konsep olahraga yang menyenangkan dan berorientasi pada masyarakat. Tentu tanpa label harga selangit.

Anda pun bisa ikut mencobanya pada sesi joging berikutnya. BBC.co.uk melansir, Anda cukup bawa kantung sampah, juga sepasang sarung tangan untuk melindungi tangan dari kotoran saat memungut sampah.

Pastikan untuk mencatat apa yang Anda temukan pada aplikasi ponsel seperti Litterati. Ini dapat membantu membangun database sampah global.

Bukan hanya tubuh yang jadi lebih bugar, Anda juga telah turut menyehatkan planet Bumi. Tak heran jika aksi ini didukung para pemerhati lingkungan.

"Apa pun yang membuat orang keluar di alam terbuka dan menjalin hubungan yang positif dengan lingkungan mereka adalah hal yang baik," ujar Lizzie Carr, pemerhati lingkungan yang juga penggagas Plastic Patrol pada Telegraph.

Plastic Patrol adalah kampanye nasional yang bertujuan untuk membersihkan saluran air di daratan dari polusi plastik. "Kita perlu memelihara momentum dan mendukung orang-orang lewat berbagai inisiatif seperti plogging dan Plastic Patrol," pungkas Carr.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR