Diabetes tipe 2 bisa disembuhkan

Ilustrasi
Ilustrasi | Kunst Bilder /Shutterstock

Diabetes tipe 2 dapat diatasi dalam hitungan pekan dengan mengikuti diet ketat rendah kalori.

Saat ini banyak orang berisiko menderita diabetes tipe 2, penyakit yang salah satunya dipicu gaya hidup dan pola makan tak sehat. Akibatnya, ada kelebihan lemak di hati dan pankreas.

Temuan terbaru para peneliti memberi harapan bahwa penyakit ini bukan vonis seumur hidup. Malah menurut mereka, penderita yang sudah memiliki kondisi ini bertahun-tahun dapat mengendalikannya dengan pola makan masuk akal.

Adalah analisis yang dipublikasikan dalam The BMJ menunjukkan, dalam banyak kasus diabetes tipe 2 dapat disembuhkan. Analisis ini didasarkan pada bukti uji klinis.

Yang pertama pada 2011, penderita diabetes tipe 2 berhasil mengembalikan kadar gula darah mereka ke level normal lewat diet rendah kalori. Pada studi lanjutan tahun 2016, penderita diabetes yang sudah memiliki kondisi tersebut selama 10 tahun dapat menyembuhkan diri saat memangkas berat badan hampir 15 kilogram.

Profesor Roy Taylor dari Newcastle University, Mike Lean, dari University of Glasgow dan tim mereka telah menghabiskan empat dekade meneliti kondisi ini.

"Kabar baik bagi orang yang menderita diabetes tipe 2, riset kami menunjukkan bahkan jika sudah 10 tahun memiliki kondisi ini, Anda kemungkinan bisa kembali normal dengan menghilangkan seluruh lemak dari pankreas. Sementara waktu, hal ini hanya bisa dilakukan dengan penurunan berat badan yang substansial," papar Taylor.

Sembilan dari 10 penderita diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan tidak menghasilkan cukup insulin, atau insulin yang mereka hasilkan tidak bekerja dengan baik.

Prof Taylor mengklaim kelebihan kalori menyebabkan kelebihan lemak di hati. Akibatnya, respons hati terhadap insulin terganggu sehingga memproduksi terlalu banyak glukosa.

Kelebihan lemak di dalam hati ini akan dihantarkan ke pankreas. Ini menyebabkan insulin gagal memproduksi sel-sel.

Menurut Taylor, melenyapkan kurang dari satu gram lemak saja di pankreas dengan berdiet dapat menata ulang proses produksi insulin yang normal, membalikkan kondisi diabetes tipe 2. Cara ini masih memungkinkan bagi para penderita yang sudah memiliki kondisi diabetes tipe 2 sejak satu dekade.

"Banyak yang telah menjelaskan kepada saya bagaimana diet rendah kalori telah menjadi satu-satunya pilihan untuk mencegah apa yang mereka pikir sebagai penurunan yang tak terelakkan, akibat pengobatan dan kesehatan yang memburuk karena diabetes," Taylor menjelaskan dilansir Medical Xpress.

Akan tetapi, lanjutnya, "Dengan mempelajari mekanisme di baliknya, kami mampu memperlihatkan simplisitas diabetes tipe 2."

Dalam uji coba yang dilakukan Diabetes UK, seluruh partisipan berhasil membalikkan kondisi diabetes tipe 2 dengan memotong asupan secara drastis. Dalam satu hari, seluruh partisipan mengonsumsi hanya 600 kalori per hari selama dua bulan.

Tiga bulan kemudian, tujuh orang dinyatakan tetap bebas diabetes. Sebanyak 11 orang yang menderita diabetes di kemudian hari diberi diet ekstrem hanya 600 kalori sehari, dengan asupan minuman diet cair ditambah 200 kalori sayuran tanpa kandungan tepung.

Hasil pemindaian MRI terhadap pankreas kesebelas orang tesebut menunjukkan kadar lemak telah kembali dari tingkat yang meningkat menjadi normal. Hal ini membuat pankreas mendapatkan kembali kemampuannya untuk memproduksi insulin. Alhasil, gula darah setelah makan membaik.

Riset Taylor ini mengonfirmasi hipotesis twin cycle yang diajukannya, bahwa diabetes tipe 2 disebabkan karena kelebihan lemak baik dalam hati maupun pankreas.

Karena insulin mengontrol proses normal pembuatan glukosa, maka hati menghasilkan terlalu banyak glukosa. Secara bersamaan, kelebihan lemak dalam hati meningkatkan proses normal ekspor lemak ke semua jaringan. Dalam pankreas, kelebihan lemak menyebabkan insulin gagal memproduksi sel-sel.

Sebuah penelitian sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa jika kelebihan asupan makanan dikurangi secara signifikan lewat diet rendah kalori, seluruh faktor abnormal akan dikembalikan. Ini menunjukkan penurunan kandungan lemak dalam tubuh yang mendalam, mengakibatkan stabilisasi sensitivitas insulin hati dalam tujuh hari setelah memulai diet kalori sangat rendah.

Glukosa plasma puasa menjadi normal dalam seminggu dan selama delapan minggu, kandungan lemak pankreas yang meningkat turun dan sekresi insulin normal menjadi stabil kembali, dengan kontrol glukosa darah normal.

Lean, penulis analisis uji coba awal dan lanjutan riset ini bilang, memang tidak semua orang mampu melakukan diet rendah kalori. Namun mereka sebaiknya tahu bahwa kesempatan ini ada, mereka juga perlu dukungan. "Minum obat atau suntikan seumur hidup untuk mengurangi kadar gula darah adalah pilihan penanganan yang tak baik," ujar Lean pada Time.com

Hasil riset Taylor, Lean dan tim yang dipresentasikan dalam kolaborasi pakar internasional pada European Association for the Study of Diabetes di Lisbon ini disambut baik.

"Ini riset yang bagus dan menunjukkan bahwa diet rendah kalori bisa bekerja bagi orang dengan motivasi tinggi. Bagaimanapun, ini mungkin sulit untuk diimplementasikan secara luas," ujar Profesor Kamlesh Khunti dari Leicester Diabetes Centre.

Sambutan positif juga datang dari Dr Elizabeth Robertson, direktur riset Diabetes UK. "Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 dapat diantisipasi, sebuah langkah maju yang bisa mengubah kondisi bagi jutaan orang," tutur Robertson.

Namun, tambahnya, periset belum memiliki semua jawaban yang dibutuhkan. Misal, apakah kesembuhan ini dapat dicapai untuk semua orang, atau untuk jangka panjang, atau cara terbaik untuk memantau mereka yang sudah kembali normal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR