Diet candida untuk atasi infeksi jamur

Ilustrasi diet candida
Ilustrasi diet candida | pinkomelet /Shutterstock

Apakah Anda pernah mengalami masalah kesehatan seperti kelelahan, bau mulut, terdapat lapisan putih di lidah, otak berkabut (brain fog), hormon tak seimbang, nyeri sendi, kehilangan gairah seksual, pencernaan bermasalah, sistem kekebalan tubuh melemah, atau sinus dan alergi kronis?

Bila saat ini mengalami gejala tersebut, bisa jadi Anda memiliki candida. Candida Albicans adalah jenis infeksi oleh jamur yang umum ditemukan di mulut, saluran usus dan vagina, dan ini dapat memengaruhi kulit dan selaput lendir lain.

Candida merupakan jamur yang membantu penyerapan nutrisi dan pencernaan. Namun, bila kadarnya lebih banyak, gejala candida khas mungkin muncul.

Bila candida tak terkendali di saluran pencernaan, ia bisa memecah dinding lapisan usus dan menembus ke dalam aliran darah. Ini melepaskan racun lainnya dan menyebabkan sindrom usus bocor.

Saat sistem kekebalan tubuh seseorang berfungsi optimal, infeksi jamur ini jarang menjadi serius. Namun, bila sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik, infeksi candida dapat bermigrasi ke area lain di tubuh, termasuk darah dan selaput di sekitar jantung atau otak.

Pertumbuhan berlebih candida bisa terjadi bila ada ketidakseimbangan antara jenis bakteri di usus Anda. Masalah paling umum disebabkan oleh antibiotik. Sebab, antibiotik dapat membunuh bakteri, bahkan jika beberapa bentuk bakteri itu baik dan bertanggung jawab mengatur kadar candida.

Penyebab lain adalah diet tinggi gula, stres kronis, pil kontrasepsi, paparan kimia, kortikosteroid oral, pengobatan kanker, dan diabetes.

Untuk mengatasi gejala candida, Anda bisa melakukan diet. Diet Candida dikembangkan oleh Lisa Richards, peneliti kesehatan dan penderita candida, juga Eric Wood, dokter naturopati.

Perlu ada tiga unsur utama untuk mengobati gejala candida, yaitu probiotik, antijamur, dan, tentu saja diet. Probiotik berfungsi untuk mengenalkan kembali bakteri baik ke dalam sistem dan menyeimbangkan kembali usus Anda, sedangkan antijamur membunuh pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Diet dimulai dengan pembersihan selama beberapa hari sampai seminggu guna mempersiapkan tubuh Anda untuk pola makan baru.

Secara umum, aturan dalam diet ini adalah menghindari buah tinggi gula, biji-bijian olahan, daging babi, ikan tuna dan ikan todak, bumbu dengan tambahan gula, minyak, gula dan pengganti gula, minuman berkafein atau minuman manis, dan alkohol.

Sebagai gantinya, Anda harus fokus pada makan sayuran non-tepung, buah rendah gula, biji-bijian non-ketan, lemak sehat, dan protein tanpa lemak.

Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi antara lain bayam, kangkung, bok choy, daging dari sapi yang diberi makan rumput, hati sapi, minyak kelapa, minyak zaitun, avokad, kimchi, asinan kubis, kefir, oregano, jahe, pemanis non gula seperti stevia, teh hitam, dan kaldu tulang.

"Memang benar bahwa jamur tumbuh dengan baik pada gula dan karbohidrat olahan," kata Niket Sonpal, MD, asisten profesor klinis di Touro School of Osteopathic Medicine, New York City.

Semakin sedikit makanan olahan yang dikonsumsi, dan semakin Anda mengurangi gula dalam makanan, semakin baik. Tetapi makanan-makanan dalam diet ini bukan berfungsi sebagai obat.

Sebelum memulai diet ini, sebaiknya konsultasikan masalah kesehatan dengan dokter terlebih dahulu. Setelah itu, akan diketahui apakah candida dapat memicu masalah kesehatan lain di kemudian hari atau tidak.

Jika Anda menderita infeksi jamur saat diberi antibiotik, kemungkinan dokter akan memberikan probiotik untuk mengatasi efek antibiotik. Niket biasa menyarankan pasien untuk mengonsumsi empat sampai enam porsi probiotik setiap hari, baik melalui makanan seperti kimchi dan yoghurt, atau melalui suplemen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR