HIDUP SEHAT

Diet-diet berbahaya menurut pakar

Ilustrasi diet keto.
Ilustrasi diet keto. | Pema /Shutterstock

Keto dan Dukan sempat jadi program diet yang mengetren pada 2016. Khususnya keto, bahkan meningkat popularitasnya pada 2017. Begitu pula diet Whole30 yang telah dicoba puluhan ribu orang.

Sayang, 2018 bukan saat baik bagi Anda yang ingin mencoba ketiga diet tersebut.

Pasalnya, US News and World Report dibantu panel pakar diet dan nutrisi di AS telah menetapkan ketiganya masuk dalam jajaran terbawah dalam daftar diet terbaik tahun 2018.

Dari 40 program diet yang dievaluasi, diet Whole30 hanya terpaut satu peringkat di atas diet Dukan dan Keto yang berada di posisi akhir. Mengapa demikian?

Ketiganya dinilai buruk dan berbahaya karena tidak memenuhi syarat diet yang baik. Termasuk di dalamnya, relatif mudah diikuti, bergizi, aman, efektif menurunkan berat badan, dan melindungi dari penyakit diabetes dan jantung. Mari menelisik lebih rinci.

Diet Whole30

Whole 30 merupakan diet rendah karbohidrat tinggi protein dalam program makan sehat 30 hari. Ada banyak sekali manfaat sehat yang ditawarkan. Mulai dari memperbaiki keseluruhan metabolisme tubuh sampai menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, para pakar dalam panel mengecam klaim manfaat sehatnya karena tidak didasarkan pada bukti ilmiah. Perhatian terbesar pakar adalah ketiadaan susu, biji-bijian dan kacang-kacangan dalam diet.

Diet ini cenderung menyebabkan penurunan berat badan sementara, dan tidak mudah menjalankannya karena pelaku perlu mengulang program diet dari awal lagi andai ada satu hari yang terlewat.

Whole30 juga dianggap tidak aman karena manfaat sehatnya hanya berlaku bagi sebagian orang. Sementara bagi yang lain, menghilangkan asupan pantangan dalam diet--yang sebetulnya merupakan komponen penting dalam pola makan sehat-- justru menyebabkan konsekuensi tak sehat. Beberapa bahkan bisa jatuh sakit.

Di antaranya akibat kekurangan nutrisi, konstipasi, sampai meningkatkan risiko diabetes dan sama sekali tidak disarankan bagi pengidap jantung.

Diet Dukan

Dukan adalah diet tinggi protein, rendah lemak dan karbohidrat, yang dijalankan dalam empat fase. Dengan berpegang pada pola itu Anda bisa makan apapun yang diinginkan. Pun diklaim dapat menata ulang pola dan kebiasaan makan, serta menjaga berat badan tetap stabil.

Sayang, diet ini tidak disarankan para pakar karena alih-alih membebaskan, sebetulnya terlalu ketat alias sulit diikuti. Diet Dukan juga kurang bukti ilmiah dan tidak ada bukti pelaku diet yang benar-benar berhasil menjalankannya sampai akhir. Pun diragukan untuk mencegah apalagi menangani penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Selain itu, menurut pakar, manfaat jangka panjang dalam riset diet umumnya haruslah bertahan setidaknya dua tahun. Sementara diet Dukan tidak efektif karena biasanya sudah ditinggalkan orang sebelum itu.. Jika ada yang seolah berhasil menjalankan diet, mungkin disebabkan pola makan tradisional masyarakatnya saja yang memang sudah membaik.

Terlebih lagi diet ini dipertanyakan kelengkapan nutrsinya karena melarang sejumlah asupan penting seperti biji-bijian dan buah-buahan, yang mungkin membuat Anda berisiko besar mengalami kekurangan gizi.

Diet keto

Diet ketogenic atau sering disebut keto merupakan pola diet tinggi lemak dan protein sedang, dengan kandungan karbohidrat sangat rendah, bahkan nyaris tak ada.

Diet ini bertujuan membuat tubuh dalam kondisi ketosis, di mana tubuh membakar lemak untuk dijadikan energi, bukan karbohidrat.

Baru-baru ini, riset membuktikan sejumlah manfaat sehatnya yang efektif bagi tikus, belum tentu sama pada manusia. Hal ini pula yang menjadi perhatian segenap pakar.

Pada CNN.com, ahli gizi Lisa Drayer mengatakan, dengan menjalankan Keto berarti Anda secara drastis memangkas kebutuhan karbohidrat, atau perbandingannya, masih kurang dari makan sebuah apel. Ini jelas bertentangan dengan anjuran diet sehat bahwa 45- 65 persen kalori harian berasal dari karbohidrat, dan kurang dari 10 persen untuk lemak jenuh.

Di satu sisi diet Keto memang bisa efektif menurunkan berat badan sekaligus mengatasi masalah kesehatan. Dengan catatan, Anda betul-betul mengikuti panduan dan hanya dijalankan di bawah tiga bulan.

Meski begitu, diet ini tidak direkomendasikan bagi pekerja karena membuat sulit berpikir akibat kekurangan karbohidrat. Terlebih lagi pelaku diet sering ditemukan melakukan kesalahan, sehingga justru menimbulkan masalah kesehatan. Misal, terlalu banyak mengonsumsi protein dan kurang asupan lemak baik.

Rekomendasi menjalankan diet terbaik

Diet DASH dan Mediteranian merupakan dua diet terbaik dalam daftar US News and World Report yang layak dicoba. Intinya menganjurkan Anda mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, biji-bijian, ikan, kacang polong, kacang-kacangan dan makanan olahan susu rendah lemak.

Seperti disarankan ahli gizi Dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK pada Beritagar.id beberapa waktu lalu, kunci diet yang baik adalah makan lengkap dan seimbang. Yakni terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan lemak. Cara paling sederhana dengan mengurangi seperempat porsi dari kebiasaan makan, sekaligus menambah aktivitas.

Terlepas dari itu, diet apapun yang Anda pilih, Dr Drayer merekomendasikan Anda memeriksakan diri ke dokter atau ahli diet terdaftar terlebih dahulu sebelum memulai rencana diet baru. Ini bertujuan memilih diet yang paling sesuai dengan gaya hidup, sambil mempertimbangkan riwayat kesehatan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR