Diet keto baik untuk tikus, buat manusia belum tentu

Keto, diet ketogenik dengan diagram nutrisi, karbo rendah, dan perencanaan makanan sehat.
Keto, diet ketogenik dengan diagram nutrisi, karbo rendah, dan perencanaan makanan sehat. | SewCream /Shutterstock

Diet ketogenik atau diet keto, jika dijalankan sepenuhnya, bukan hanya akan merampingkan ukuran pinggang tetapi juga akan memberikan kemungkinan hidup lebih lama, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan kekuatan fisik.....pada tikus.

Dua penelitian yang sama-sama dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism (5/9/2017) menunjukkan bahwa diet keto yang diberikan kepada tikus dewasa telah memperpanjang usia dan meningkatkan daya ingat serta kesehatan tikus tersebut.

Selama ini diet keto cukup populer dengan klaim bermanfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, para ilmuwan masih penasaran dengan apa yang terjadi selama ketosis, yaitu proses ketika asupan karbohidrat sangat rendah sehingga tubuh mengganti glukosa sebagai sumber bahan bakar utama menjadi pembakaran lemak dan menghasilkan keton untuk energi.

Penelitian yang dilakukan oleh University of California-Davis membagi tikus yang digunakan untuk penelitian menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok diet tinggi karbohidrat, kelompok rendah karbo dan tinggi lemak, dan kelompok ketogenik (89 - 90 persen dari total asupan kalori).

Hasil penelitan itu menemukan bahwa kelompok tikus yang diberi diet ketogenik dapat mempertahankan fungsi motorik, memori dan massa otot mereka dengan lebih baik.

Mengutip perkataan Jon Ramsey, peneliti utama dari University of California-Davis, dari situs Science Daily, sebenarnya mereka merancang percobaan diet ini bukan untuk memfokuskan diri pada penurunan berat badan, tetapi untuk melihat mekanika apa yang menyebabkan penuaan.

Ramsey telah menghabiskan waktu selama 20 tahun terakhir untuk meneliti hal-hal yang menyebabkan penuaan, faktor yang berkontribusi terhadap sebagian besar penyakit utama yang memengaruhi hewan pengerat dan manusia.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pembatasan kalori telah memperlambat proses penuaan terhadap banyak hewan. Hal ini menyebabkan Ramsey tertarik untuk meneliti bagaimana diet tinggi lemak dapat memengaruhi proses penuaan.

"Hasilnya sedikit mengejutkan saya," kata Ramsey. "Kami mengharapkan beberapa perbedaan, tetapi saya terkesan dengan besarnya hasil yang kami amati--peningkatan sebesar 13 persen rentang hidup rata-rata untuk tikus dengan diet tinggi lemak dibandingkan dengan tikus diet tinggi karbo."

Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Buck Institute for Research on Aging juga membagi tikus menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok diet tinggi karbohidrat atau normal, kelompok ketogenik zero karbohidrat dan diet tinggi lemak rendah karbohidrat yang bukan ketogenik.

Hasilnya tikus yang diberi diet ketogenik memiliki risiko kematian yang lebih rendah saat berusia satu sampai dua tahun, meskipun umur maksimal mereka tidak berubah. Sementara tikus yang diberi makanan normal menunjukkan penurunan usia yang diperkirakan

Kelompok tikus juga menjalani tes daya ingat, hasilnya tikus yang diberi diet ketogenik lebih banyak mengeksplorasi dan memori yang membaik, dikonfirmasi dengan tes lain beberapa bulan kemudian. Hal ini menunjukkan bahwa tikus yang diberikan diet keto dapat menghindari obesitas, meningkatkan kesehatan dan daya ingat, serta panjang umur.

Kendati penelitian-penelitian tersebut terbukti berhasil pada tikus, namun efek yang sama belum terbukti pada manusia. Penelitian terhadap manusia masih dalam taraf perencanaan.

Diet yang awalnya dikembangkan untuk mengelola penderita epilepsi sejak seabad yang lalu ini telah dimanfaatkan oleh mereka yang mencoba menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Mereka membantah anggapan umum bahwa mengonsumsi lemak dapat meningkatkan kegemukan dan menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Dan beranggapan bahwa justru masalah terbesar berasal dari mengonsumsi karbohidrat.

Harian The San Diego Union-Tribune menyebutkan bahwa diet ketogenik menjadi kontroversial di komunitas medis, dan menyarankan agar pelaku diet berkonsultasi terlebih dahulu dengan seorang profesional kesehatan.

Kecuali Anda seorang penderita epilepsi, diet keto yang mengubah metabolisme mengurangi kadar glutamat di otak, hal ini terbukti menurunkan risiko kejang, seperti dicantumkan Mayo Clinic, yang pertama kali mengembangkan diet keto sebagai pengobatan epilepsi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR