KESEHATAN

Dokter dengar keluhan pasien selama 11 detik

Dokter dan pasien
Dokter dan pasien | Dragon Images /Shutterstock

Saat berkunjung ke dokter, pasien ingin menjelaskan maksud kedatangan beserta keluhan yang dirasakan secara detail. Hal ini dilakukan agar dokter bisa mengerti masalah dengan jelas, pasien pun mendapatkan perawatan yang tepat.

Namun, tahukah Anda berapa banyak waktu bagi dokter untuk mendengarkan pasiennya?

Untuk mengetahuinya, penelitian dilakukan dengan mencatat dan menganalisis 272 pertemuan pasien dan dokter yang dipilih secara acak di Mayo Clinic dan klinik yang berafiliasi di Minnesota dan Wisconsin, Amerika Serikat.

Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan seberapa cepat para dokter menginterupsi pasien mereka selama pertemuan, dan berapa banyak yang bahkan tidak memberi pasien mereka kesempatan untuk menjelaskan alasan kunjungan tersebut.

Sebagian besar dokter memang tidak bertanya tujuan kunjungan pasien. Bahkan ketika dokter memberi pasien kesempatan untuk menjelaskannya, sebagian besar waktu dokter menginterupsi pasien.

Interupsi ini datang sangat cepat, rata-rata 11 detik, dengan rentang 3 detik hingga 234 detik. Sebagian besar interupsi bahkan bukan bersifat pertanyaan terbuka seperti meminta pasien menceritakan keluhannya secara detail, akan tetapi pertanyaan yang hanya mencari jawaban "ya" atau "tidak".

Dengan waktu sesingkat itu, pasien mungkin ragu apakah dokter benar-benar mengerti apa yang mereka coba jelaskan mengenai kondisi kesehatan.

Anda mungkin pernah mengalami hal ini. Niatnya ingin menjelaskan secara detail mengenai segala keluhan yang dirasakan, tetapi dokter seperti tak mendengarkan.

Masalahnya, ketika dokter tidak mendengar kekhawatiran pasien, bisa memiliki dampak yang signifikan terhadap perawatan, serta berkontribusi terhadap masalah lain, mulai kesalahan diagnosis hingga kesalahan medis. Hal semacam ini tentu tak diinginkan setiap pasien.

"Ketika ada sesuatu yang terlewatkan, sayangnya sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan, dampaknya bisa jadi sangat buruk bagi pasien," kata Joe Kiani, pendiri Patient Safety Movement.

Agar pertemuan dengan dokter berlangsung efektif dan pasien bisa leluasa mengutarakan keluhan dengan jelas, ada beberapa kiat yang bisa dipraktikkan.

Mulailah dari membuat persiapan. Ketahui apa yang ingin dibicarakan sebelum tiba di ruang dokter.

Tuliskan kekhawatiran dan pertanyaan secara spesifik. Pastikan Anda membahas hal yang ingin dibicarakan. Lalu ajukan pertanyaan dan dengarkan jawabannya.

"Ini adalah hal terbesar yang dapat dilakukan pasien untuk memaksimalkan waktu terbatas yang mereka miliki dengan dokter," kata Cindi Gatton, advokat dan pemilik dari Pathfinder Patient Advocacy Group di Atlanta.

Setelah itu, buatlah prioritas. Ketahuilah bahwa dokter mungkin tidak punya waktu untuk menjawab puluhan pertanyaan, jadi tanyakanlah berdasarkan urutan kepentingan.

Bersikaplah lugas dan terbuka untuk bertanya, dan jujurlah jika Anda merasa tidak didengarkan.

Anda juga bisa konsultasi dengan dokter sambil membawa seseorang, misalnya pasangan atau saudara. Hal ini dapat sangat menguntungkan bagi pasien jika berurusan dengan masalah kesehatan yang rumit.

Orang yang menemani Anda bisa membantu bertanya bila ada hal yang lupa ditanyakan, pun membantu mengingat, bahkan mencatat apa kata dokter.

Kemudian, jangan takut untuk meminta pertemuan lain. Anda tentu ingin semua masalah ditangani, tetapi butuh banyak waktu dan perhatian. Daripada terburu-buru dan melontarkan banyak pertanyaan, mintalah janji selanjutnya. Hal ini dilakukan agar setiap pertemuan bisa lebih fokus.

Cara tersebut juga dilakukan karena tak jarang seorang pasien memiliki banyak masalah kesehatan atau masalah medis yang rumit yang tidak dapat ditangani dalam satu kunjungan.

Tip lain yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter di luar klinik atau rumah sakit. Bila dokter bersedia, Anda bisa berkonsultasi lewat pesan singkat atau surel.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR