Dua karakteristik utama tempat kerja yang ideal

Dua ciri utama tempat kerja yang ideal adalah keberagaman dan inklusivitas
Dua ciri utama tempat kerja yang ideal adalah keberagaman dan inklusivitas | Shutterstock

Semua orang menginginkan bekerja di tempat yang ideal. Bagi beberapa orang, tempat kerja yang ideal mungkin adalah seperti di Google yang menyediakan makan gratis setiap hari. Atau, ada pula yang menginginkan bekerja dalam suasana seperti sebuah rumah yang bisa bersantai sekaligus mengerjakan tugas-tugas profesional.

Situs CareerBuilder pernah menggelar sebuah survei terhadap lebih dari 3.000 karyawan yang berusia lebih dari 18 tahun dan juga terhadap 210 pelajar SMA. Peserta survei disodori berbagai macam pertanyaan tentang bagaimana sebuah tempat kerja yang menurut mereka ideal. Ternyata jawaban mereka sangat beragam.

Misalnya saja masalah waktu kerja di kantor. Sekitar seperempat dari para pelajar SMA dan 33 persen dari karyawan cenderung menginginkan jam kerja yang fleksibel. Mereka menyebutkan tempat kerja yang ideal seharusnya tidak mempermasalahkan jam berapa mereka sampai di kantor. Yang terpenting, menurut mereka, pekerjaan bisa diselesaikan tempat waktu. Sementara itu para pekerja yang berumur lebih dari 55 tahun (sekitar 23 persen) cenderung mengatakan jam kedatangan di kantor masih penting.

Ini baru masalah jam kedatangan yang ternyata menurut survei tersebut menunjukkan berbagai jawaban yang tidak seragam di antara para karyawan. Ternyata kriteria tempat kerja yang ideal memang sangat beragam.

Roger W. Ferguson, Jr., presiden sekaligus CEO TIAA, sebuah perusahaan layanan persiapan pensiun, mengungkapkan adanya dua kriteria utama tempat kerja yang ideal.

Pertama, tempat kerja yang ideal adalah tempat yang mempekerjakan karyawan yang berasal dari berbagai latar belakang, misalnya jenis kelamin, ras dan etnisitas. Nah, di tempat kerja yang ideal itu segala perbedaan itu diakui dan dihargai sehingga memicu semua karyawan lebih produktif karena mereka memiliki lebih banyak energi, lebih banyak gagasan dan lebih banyak wawasan.

Kedua, tempat kerja yang ideal adalah tempat yang inklusif. Di tempat ini semua orang, tanpa terkecuali, merasa dihargai, dihormati. Masing-masing karyawan akan mempunyai rasa memiliki. Di sana semua orang mempunyai akses yang sama untuk membuka peluang dan menggunakan sumber daya yang digunakan oleh kantor. Di tempat ini orang juga merasa diberdayakan untuk berbagi gagasan dan bisa mengeluarkan potensi terbaik mereka.

Jadi, dua ciri utama tempat kerja yang ideal adalah keberagaman dan inklusivitas. Sebuah studi yang dilakukan oleh McKinsey menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan papan atas yang mempekerjakan karyawan dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda ternyata meraih laba yang lebih tinggi daripada rata-rata perusahaan nasional di Amerika Serikat. Sementara itu perusahaan papan atas yang mempekerjakan lelaki dan perempuan secara seimbang cenderung meraih laba yang lebih tinggi juga.

TIAA, tempat Ferguson menjadi pimpinan, adalah perusahaan Fortune 500 pertama yang memilih orang keturunan Afrika yang berkulit hitam sebagai CEO, yaitu pada 1987. Selama empat tahun terakhir, TIAA selalu masuk dalam Top 50 Companies for Diversity.

Apakah tempat kerja Anda sudah mempunyai dua ciri utama tempat kerja yang ideal?

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR