Efek buruk sepatu hak tinggi

Ada tip untuk menghindari sakit akibat sepatu hak tinggi.
Ada tip untuk menghindari sakit akibat sepatu hak tinggi. | Shutterstock

49 persen perempuan memakai sepatu hak tinggi. Walaupun sebagian besar pemakainya mengeluh efeknya menyakitkan. Hal tersebut diungkap dalam survei yang dilakukan The American Podiatric Medical Association (APMA) pada 2014.

Tempo mengutip Daily Mail menyebutkan penyakit yang berhubungan dengan sepatu hak tinggi. Di antaranya jempol bengkok, penebalan kulit kaki, deformitas jari, cidera saraf, dan masih banyak lagi.

Saat Anda memakai sepatu dengan hak lebih dari 12 cm, kaki bergerak maju memaksa jari-jari Anda mengikuti bentuk sepatu. Ini menyebabkan bobot tubuh tidak terdistribusi dengan baik. Tambahan beban pada jari membuat tubuh condong ke depan. Sebagai kompensasi Anda bersandar ke belakang. Akhirnya, postur tak alami dapat menciderai lutut, pinggang, punggung bagian bawah.

Lepas dari fakta bahwa sepatu hak tinggi dapat menyakiti, masih banyak yang tetap memakainya. Jika Anda termasuk salah satunya, berikut tips dari Health.com.

  • Tinggi hak sepatu maksimal 5 cm. Lebih dri itu akan mengubah cara Anda berjalan. Akhirnya beban ditopang punggung dan pinggang.
  • Hindari stiletto. Hak yang tebal dapat lebih menyokong tubuh dan mendistribusikan bobot tubuh dengan baik. Sepatu model platform atau wedges bisa jadi pilihan.
  • Perhatikan postur. Jaga posisi tubuh selalu netral. Pundak ke belakang, dada membusung, lutut tidak dikunci.
  • Selang-seling. Jika hari ini Anda memakai sepatu hak 5 cm, besok pakai hak 3 cm, lalu lusa pakai sepatu datar.

Selain itu, ada pula tip dari Dr. Yong-Seok. Profesor dari Hanseo Univeristy yang meneliti kekuatan pergelangan kaki perempuan pemakai sepatu hak tinggi.

Perempuan dapat memperkuat pergelangan kaki dengan gerakan angkat tumit. Caranya berdiri telanjang kaki, berjinjitlah, lalu turunkan tumit. Ulangi gerakan ini di ujung anak tangga.

Anda juga dapat melepas sepatu hak tinggi saat duduk. Hindari menggunakannya saat berlari.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR