Efek buruk tidur dengan kipas angin menyala

Ilustrasi kipas angin di kamar tidur.
Ilustrasi kipas angin di kamar tidur. | Rachata Teyparsit /Shutterstock

Suhu di banyak kota di penjuru dunia kini sedang tinggi-tingginya. Tanpa pendingin ruangan, tidur nyenyak adalah hal yang sulit bagi sebagian orang.

Kipas angin pun jadi alternatif, memberi semilir sejuk di tengah panasnya cuaca. Namun, amankah tidur dengan kipas angin menyala sepanjang malam?

Ini bisa berbahaya jika Anda tidak memeriksa kondisi kipas angin yang digunakan. Apakah kipas angin itu berfungsi dengan benar, telah diuji keamanannya oleh pabrikan, juga apakah Anda sudah meletakkannya di posisi yang aman.

Tidur dengan kipas angin menyala bisa menyebabkan beberapa efek yang sangat merugikan kesehatan secara keseluruhan.

Meskipun terdengar aneh, kipas angin sebenarnya justru dapat menyebabkan dehidrasi. Menurut Public Health England, "kipas angin dapat menyebabkan dehidrasi berlebih sehingga mereka tidak boleh diarahkan langsung ke tubuh."

Hal ini perlu diperhatikan terutama ketika suhu mencapai di atas 35 derajat Celsius, karena udara yang ditiupkan ke kulit tidak menguapkan keringat--yang mendinginkan tubuh, alih-alih membuat Anda berkeringat bahkan lebih banyak sampai mengarah pada kondisi kehilangan cairan berlebihan.

Dehidrasi yang disebabkan oleh kipas angin bisa sangat mengganggu ketika tidur. Sebab Anda praktis tidak minum selama sekitar delapan jam.

Kehilangan cairan secara tiba-tiba karena udara langsung juga dapat memengaruhi kulit. Terutama jika jenis kulit Anda sensitif.

Menurut Sleep Advisor, kipas angin tidak hanya menyebabkan kulit kering dan iritasi ringan karena kurangnya kelembapan, tetapi juga dapat memengaruhi sinus, mata, dan otot. Ini semua disebabkan oleh aliran udara konstan, terutama jika pengaturan kipas angin terpusat ke satu arah, tidak berputar.

Belum lagi bagi orang yang saat tidur matanya terbuka sebagian. Aliran udara yang konstan akan membuat mata kering dan dapat menyebabkan iritasi berat.

Iritasi itu dapat berpengaruh pada sinus dan mengeringkan saluran hidung, membuat Anda lebih rentan terhadap penyumbatan, hidung tersumbat dan sakit kepala karena sinus. Jika sudah demikian, kondisi saat bangun di pagi hari pasti terasa sangat tidak nyaman.

Jika kondisi tubuh tegang, aliran udara konstan itu bisa membuat otot-otot bereaksi dengan tegang. Akibatnya Anda bisa merasa keram karena udara dingin yang terkonsentrasi.

Kemungkinan ini terjadi lebih besar jika posisi kipas angin tepat di dekat wajah dan leher, bukan di kejauhan.

Bagi orang-orang yang memiliki alergi atau menderita asma, tidur ditemani kipas angin menyala juga tidak disarankan. Pasalnya, walau membuat sirkulasi udara di kamar jadi lebih baik, anginnya dapat menebar debu.

Dikutip Independent, pakar alergi Dr. Clifford Bassett menyarankan untuk rutin membersihkan kipas angin. Sehingga tidak ada sisa debu yang menempel di atasnya.

Menurut The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology, debu adalah pemicu alergi yang paling umum. Karena biasanya mereka menempel di kipas angin, sirkulasi udara menggunakannya jelas dapat memicu kambuhnya alergi.

Ada cara lain yang lebih aman untuk tetap merasa sejuk tanpa AC di malam hari. Bisa dengan membuka jendela--lebih aman dan nyaman jika dilengkapi kawat nyamuk, atau mandi dengan air dingin sebelum tidur, lalu berbaring tanpa selimut.

National Sleep Foundation juga punya beberapa tip untuk tetap sejuk pada malam hari dalam kondisi cuaca panas.

Apartment Therapy mengumpulkan ide dari pembacanya untuk mengusir panas saat tidur. Termasuk di antaranya menggunakan kantung kompres.

Anda bisa mengisi kantung yang biasanya dipakai untuk mengompres perut. Isi dengan air dingin dan letakkan di dalam bantal atau guling.

Ada juga yang menaburkan bedak bayi pada seprai. Menurut salah satu pembaca ini cukup ampuh mengusir panas.

Masih banyak tip lain yang bisa Anda coba agar tidur bisa lebih nyenyak saat cuaca panas.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR