Efek diet keto pada performa seksual

Ilustrasi pasangan.
Ilustrasi pasangan. | India Picture /Shutterstock

Diet keto sekarang sedang naik daun, karena dianggap efektif menurunkan berat badan. Akan tetapi, kontroversi yang menyertai diet yang mengganti asupan karbohidrat dengan lemak ini masih berlangsung.

Bagi mereka yang menjalankan dan meyakini manfaatnya, selain dapat menurunkan berat badan juga dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Terutama dapat meningkatkan gairah seksual. Akan tetapi sejumlah ahli kesehatan tidak setuju dengan anggapan ini.

Mengurangi atau malah menghilangkan konsumsi karbohidrat tentunya dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Bahkan ketogenik termasuk dalam kategori diet terburuk tahun ini, berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh U.S News & World Report.

Lily Soutter, seorang ahli gizi dalam wawancaranya dengan Independent menjelaskan bahwa diet ketogenik sangat rendah karbohidrat, dengan asupan karbohidrat sebanyak 20 gram sampai 50 gram setiap hari, cenderung tinggi lemak dan cukup protein.

“Beberapa masalah utama dengan melakukan diet ketogenik ini adalah efek samping yang potensial, seperti perubahan keseimbangan hormonal,” ujarnya.

Suatu penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa diet karbohidrat yang sangat rendah dapat menyebabkan penurunan fungsi tiroid. Hal ini tidak hanya menyebabkan kelelahan dan penurunan suasana hati, akan tetapi juga berdampak negatif pada hasrat seksual atau libido.

Dilansir dari situs U.S News, diet ketogenik awalnya digunakan untuk pengobatan neurologis, terutama bagi anak-anak yang menderita epilepsi yang sering mengalami kejang yang sulit dikendalikan. Penelitian juga menunjukkan manfaat diet ini terhadap penderita Alzheimer dan Parkinson.

Kemudian Dr. Gianfranco Cappello, seorang ahli bedah dari Sapienza University di Roma, memperkenalkan ketogenik sebagai diet untuk menurunkan berat badan. Penelitian yang dilakukannya pada tahun 2012 terhadap 19.000 orang pelaku diet, dan melakukan diet lemak tinggi menunjukkan penurunan berat badan rata-rata 20 pon.

Mereka yang melakukan diet keto kemungkinan besar akan sering merasa kelelahan karena kurangnya karena kurangnya karbohidrat dalam makanan sehari-hari mereka. Pada gilirannya hal ini dapat memengaruhi dorongan seksual mereka.

“Dengan diet ketogenik yang tinggi lemak, cukup protein dan rendah karbohidrat ini, tubuh kita beralih dari menggunakan karbohidrat untuk energi menjadi menggunakan pembakaran lemak, karena kita tidak mengonsumsi karbohidrat,” kata Dr. Marilyn Glenville, seorang ahli gizi dan penulis The Natural Health Bible for Women.

Karbohidrat menghasilkan energi, oleh karena itu ketika seseorang melakukan diet keto biasanya mereka akan merasa sangat lelah karena kekurangan atau tidak ada energi. “Mungkin ada yang mengalami sakit kepala dan terserang flu. Dan bisa jadi pada titik ini dorongan seksual bisa sangat rendah, karena sedang tidak enak badan.”

Akan tetapi, penurunan energi bukanlah satu-satu penyebab pengurangan dorongan seksual saat menjalani diet keto. Menurut Dr. Soutter penurunan asupan karbohidrat juga dapat mengubah cara tubuh memproduksi hormon yang tidak dapat dipisahkan dari libido.

“Beberapa bukti memperlihatkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan produksi hormon stres kortisol, dan dapat memengaruhi secara negatif poros hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA), kelenjar yang penting untuk menjaga keseimbangan hormon,” ungkap Dr. Soutter.

Jika konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sangat rendah berlangsung jangka panjang, hal tersebut dapat menekan produksi hormon yang bertugas mengatur hormon seks, atau leptin. Di samping itu, otak akan mengalami kekurangan glukosa yang berasal dari karbohidrat, yang menyebabkan produksi serotonin, atau ‘hormon bahagia’ menjadi terganggu.

Akan tetapi, Bonnie Taub-Dix seorang pakar diet dan penulis buku Read it Before You Eat It, dilansir dari Insider menjelaskan bahwa memulai diet keto tidak menyebabkan penurunan kehidupan seks seseorang.

“Yang kita bicarakan adalah diet ekstrem,” kata Taub-Dix. “Dan ketika Anda melakukan diet ekstrem, Anda tidak tahu bagaimana tubuh Anda akan bereaksi dalam jangka panjang. Apakah diet keto memiliki beberapa manfaat bagi orang-orang tertentu? Mungkin. Tapi tidak ada cukup penelitian tentang itu sekarang.”

Taub-Dix menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter begitu mengalami masalah dorongan seksual untuk memastikan penyebabnya. Karena penurunan dorongan seksual juga dapat dikaitkan dengan beberapa bentuk gejala kanker. Yang pasti, sebelum melakukan program diet tertentu, Taub-Dix menyarankan agar kita berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, untuk memastikan diet yang cocok untuk setiap orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR