PELECEHAN SEKSUAL

Efek lain pelecehan seksual pada perempuan

Ilustrasi korban kekerasan seksual
Ilustrasi korban kekerasan seksual | 271 EAK MOTO /Shutterstock

Penelitian telah banyak mengungkap efek negatif dari pelecehan seksual terhadap korban perempuan. Satu yang mungkin tak semua orang tahu namun penting adalah bahwa ada hubungan antara pelecehan seksual dan gangguan perilaku makan para korban.

Secara tidak langsung, hal ini berkaitan dengan rasa malu dan jijik terhadap tubuh sendiri, dan ini berhubungan juga dengan kecenderungan yang lebih besar terhadap gangguan makan.

Para korban akan merasa ketakutan, hancur dan bahkan mereka sangat enggan untuk memberitahu orang tua atau orang terdekat. Mereka mudah menjadi cemas, mulai sering sakit kepala, menarik diri dari kegiatan atau keramaian, membatasi makanan, dan membatasi komunikasi.

"Pengalaman traumatik, terutama yang melibatkan kekerasan interpersonal--seperti serangan seksual, telah ditemukan sebagai faktor risiko yang signifikan untuk pengembangan berbagai gangguan kejiwaan, termasuk gangguan makan. Terutama yang ditandai dengan gejala bulimia, seperti pesta makan dan kemudian mengeluarkan apa yang masuk ke dalam tubuh mereka," kata dokter Timothy Breweton, seorang ahli di bidang trauma dan gangguan makan.

Gangguan makan yang paling umum bagi para korban adalah anoreksia dan bulimia. Anoreksia nervosa adalah gangguan perilaku makan yang ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap berat badan sehingga mereka cenderung untuk membatasi asupan makanan dengan cara melakukan diet yang sangat ketat.

Sementara bulimia merupakan gangguan perilaku makan yang ditandai dengan episode berulang dari makan berlebihan atau biasa disebut dengan binge eating dan kemudian diikuti dengan mengeluarkan lagi makanan yang sudah dikonsumsi.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara seperti memuntahkan makanan dengan paksa dan menggunakan obat pencahar.

Selain risiko kekurangan nutrisi, hal lain yang mengancam para penderita bulimia antara lain terjadi bengkak pada kelenjar saliva. Kebiasaan mengeluarkan kembali makanan akan melukai kelenjar saliva di dalam rongga mulut, sehingga tampak pembengkakan di sekitar wajah dan juga dapat diikuti pembengkakan tenggorokan.

Mereka yang mengalami gangguan ini juga rentan terhadap osteoporosis alias pengeroposan tulang. Jika tulang tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, kepadatan tulang dapat mengalami penurunan. Hal ini juga dapat terjadi akibat kekurangan zat lain yang dibutuhkan seperti vitamin D dan fosfor.

Para korban kekerasan dan pelecehan seksual meyakini tubuh mereka sebagai sumber malapetaka. Untuk itu baik sadar atau tidak, perilaku mulai terbentuk dan mereka akan membuat tubuh terlihat buruk dengan diet keras dan atau makan tidak teratur.

Di Indonesia, berdasarkan data yang baru dirilis bulan Maret tahun 2016, kekerasan seksual umumnya terjadi di dalam lingkup keluarga, hubungan personal (masa pacaran) dan di lingkup komunitas atau orang yang tidak memiliki hubungan kekerabatan atau orang yang tidak dikenal.

Di lingkungan komunitas, ada 1.657 kasus perkosaan, 1.064 kasus pencabulan, 268 kasus pelecehan seksual, 130 kasus kekerasan seksual, 49 kasus melarikan anak perempuan, dan 6 kasus percobaan perkosaan.

Sementara menurut Badan Pusat Statistik, tercatat satu dari tiga perempuan pada usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan atau kekerasan seksual selama hidupnya. Angka itu meliputi perempuan yang tinggal di daerah perkotaan sebanyak 36,3% dibandingkan yang tinggal di daerah pedesaan sebanyak 29,8 persen.

Pada akhirnya memberikan penyuluhan dan meluruskan persepsi tentang pola hidup sehat dan mencintai tubuh sendiri adalah harapan yang besar, agar banyak perempuan dan gadis-gadis muda dapat bertahan serta mendapatkan kembali identitas pribadi mereka yang positif.

Belakangan, pelecehan seksual menjadi buah bibir banyak orang. Awalnya, bulan Oktober 2017, aktris Alyssa Milano menulis di Twitter agar para perempuan yang pernah menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual untuk berani angkat bicara dan tidak merasa malu.

Milano mengajak mereka bercerita pengalaman mereka dengan menggunakan tanda pagar #MeToo.

Seruan ini mendapat sambutan positif dan tanda pagar #MeToo dipakai lebih dari 200 ribu kali selang beberapa jam dicuitkan. Sejumlah pesohor dan aktris dunia juga menggunakan tanda pagar ini, misalnya Taylor Swift, Lady Gaga, Christina Perri, Monica Lewinski, Sheryl Crow, Bjork, Selma Blair dan banyak lagi.

Keriuhan dimulai saat terungkap tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan produser senior Hollywood, Harvey Weinstein. Sejak saat itu #MeToo menjadi gerakan solidaritas para korban yang pernah mengalami pelecehan dan kekerasan seksual di seluruh dunia.

Bahkan majalah TIME menjadikan para perempuan pesohor berani yang buka mulut soal kelamnya pengalaman mereka, sebagai Person of the Year.

Selain #MeToo beberapa tanda pagar untuk kegiatan sejenis yang marak dipakai adalah #HerToo, #BalanceTonPorc, #MeTooMovement dan #BreakTheSilence.

Belakangan, #MeToo juga digunakan untuk menandai keresahan publik pada tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR