Efek samping tetap berteman dengan mantan di media sosial

Ilustrasi putus hubungan
Ilustrasi putus hubungan | Ovcharenko /Shutterstock

Sejumlah pakar mengungkapkan alasan dan penjelasan mengapa seseorang masih berteman dengan mantan di media sosial meski hubungan sudah usai.

Melupakan seseorang yang pernah memiliki makna mendalam dalam hidup Anda bukanlah perkara mudah. Ragam kenangan acap kali menghampiri benak Anda. Alhasil, Anda pun kembali lagi mengingatnya dan mengalami kerinduan.

Sebelum menyalahkan diri sendiri karena selalu gagal untuk melupakan mantan, coba pikir kembali sudah seberapa besar usaha Anda selama ini.

Menurut Trina Leckie, seorang pakar hubungan dari Amerika Serikat, kegagalan melupakan mantan pasangan sumbernya adalah masih tetap berteman dengan mantan di media sosial.

Leckie mengungkapkan, memutuskan semua koneksi media sosial dari si mantan merupakan bagian penting dari perpisahan yang maksimal.

“Untuk terus melangkah maju dan benar-benar terobati, hal terbaik adalah menjauh dari masa lalu untuk sementara waktu, jangan melihat dan jangan dipikirkan,” ujar Leckie.

Dia menambahkan, hati yang tengah hancur jika terus diingatkan dengan hal-hal yang tak bisa lagi dimiliki menciptakan penyiksaan. Anda hanya akan memperpanjang penderitaan Anda dan menjadikan banyak hal terasa lebih sulit.

“Tidak ada keuntungan untuk tetap terhubung di media sosial setelah putus cinta,”imbuhnya.

Erica Gordon, seorang pakar hubungan dan penulis buku Aren’t You Glad You Read This?, tegas menganjurkan untuk segera putus ikatan dengan mantan di media sosial demi kesejahteraan emosi Anda.

Peneliti dari Oakland University pernah melakukan penelitian mengenai isu terkait terhadap 861 partisipan.

Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling dari tim peneliti menyimpulkan bahwa orang yang masih berteman dengan mantan menunjukkan niat manipulatif karena motivasi mendapatkan keuntungan uang, seks, dan kuasa.

Motivasi tersebut menjadi semakin rumit karena melibatkan dan membiarkan dengan sengaja terjadi permainan emosi.

Seluruh partisipan diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai alasan hubungan yang kandas dan alasan mereka untuk tetap berteman.

Lalu, peneliti meminta partisipan melengkapi dan menjawab kuesioner. Tujuannya agar peneliti bisa mengelompokkan mereka berdasarkan karakter dan kepribadian secara klinis.

Ujian ini memang dirancang untuk menganalisis perilaku menyimpang manusia, seperti narsistik, mendominasi, dan psikopat.

Studi pun menunjukkan bahwa mereka yang tetap berteman dengan mantan memang menyimpan motivasi menguntungkan diri sendiri.

Oleh karena itu, peneliti mengkategorikan mereka dalam kelompok psikopat.

Selain itu, berdasarkan studi lain yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Cyberpsychology Behaviour and Social Networking, seorang psikolog bernamaTara Marhall menemukan, mengawasi mantan setelah hubungan kandas bisa berujung pada penghancuran diri sendiri.

“Partisipan yang tidak lagi berteman dengan mantan di Facebook melaporkan diri lebih bahagia dan minim rasa rindu,” jelas Marhall.

Hasil penelitiannya ini merangkum bahwa terlalu sering melihat dan mengamati kehidupan mantan pasangan bisa menghalangi proses penyembuhan dan rencana melangkah maju,”imbuhnya

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR