Etiket naik KRL

Ilustrasi
Ilustrasi
© GeorginaCaptures /Shutterstock

Sebagai orang beradab, sudah sepantasnya kita mempraktikkan etiket. Apalagi saat menggunakan kendaraan umum seperti KRL yang ditumpangi satu juta penumpang per hari.

Bukan sekali dua kali, abainya penumpang akan etiket menimbulkan ketidaknyamanan. Tak hanya itu, sikap abai terhadap etiket bahkan kerap kali menyulut pertengkaran.

Seperti yang terjadi awal April 2017 lalu. Dua perempuan saling jambak di dalam gerbong khusus perempuan di KRL relasi Jakarta-Bekasi. "Mereka sensitif, salah paham soal tempat duduk," jelas juru bicara PT Kereta Commuter Jabodetabek (KJC) Eva Chairunnisa dilansir Tempo.

Eva menilai kejadian itu adalah akibat dari perilaku penumpang KRL yang tak beretiket. "Kami berharap kerjasama pengguna jasa untuk bertransportasi dengan baik," tegasnya.

Bicara etiket, sebenarnya KCJ sudah melakukan sosialisasi. Lewat berbagai tanda yang ditempel di stasiun dan berbagai bagian kereta, baik itu pada badan, maupun di dalam gerbong.

Namun, membludaknya jumlah penumpang--apalagi pada jam sibuk di pagi dan sore hari--tak jarang membuat mereka tak memedulikannya. Guna menyegarkan kembali ingatan, berikut etiket berkereta yang harus diperhatikan semua penumpang KRL.

1. Aturan dasar

Dilarang merokok, makan dan minum, membuang sampah, meludah dan mengotori area stasiun dan KRL adalah beberapa aturan dasar yang mestinya sudah dipahami seluruh pengguna KRL.

2. Antre

Pastikan Anda selalu antre. Baik itu saat membeli tiket, atau menukarkan tiket. Juga saat keluar dan masuk stasiun.

Hal ini juga berlaku saat hendak naik tangga dan eskalator. Jika Anda sedang tak buru-buru, menepilah. Beri jalan bagi mereka yang sedang diburu waktu.

3. Dahulukan penumpang turun

Seperti halnya etiket menggunakan lift, Anda harus menunggu penumpang keluar hingga selesai baru masuk ke gerbong KRL.

A post shared by NR.Collection (@ningrifa) on

4. Jangan menghalangi pintu masuk dan keluar

Ini akan mengganggu penumpang naik turun gerbong. Anda boleh berdiri di tengah gerbong, namun pastikan penumpang lain tidak terganggu. Tak perlu menambah jumlah penumpang KRL barbar yang sudah cukup banyak dan mengganggu kenyamanan.

5. Beri tempat duduk untuk yang membutuhkan

KCJ menyediakan kursi prioritas di setiap ujung gerbong bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu membawa anak, dan perempuan hamil. Jika Anda berhak atas kursi ini, tak apa bertanya pada mereka yang duduk di kursi prioritas, seperti yang biasa dilakukan penumpang setia KRL yang sedang hamil. "Permisi, apakah ada yang tidak hamil?"

Sering kali jika hanya diam, banyak penumpang tak peka walau sudah ada tanda sekalipun. KCJ juga mengimbau penumpang lain untuk menegur mereka yang tak berhak namun menempati tempat duduk prioritas.

Hal lain yang juga hendak diperhatikan penumpang KRL adalah ketika Anda berdiri untuk memberi tempat duduk untuk orang lain, sebaiknya Anda tidak mengambil tempat orang lain.

Carilah ruang atau tempat lain yang masih ada sela. Atau jika mau, permisi dulu pada yang bersangkutan, minta ia sedikit bergeser.

Anda juga berhak menegur orang yang duduk di lantai, atau tidur hingga menyita tempat duduk karena itu mengganggu kenyamanan penumpang lain.

A post shared by Lismi jayanti (@lismijayanti) on

6. Tentang barang bawaan

Menurut ketentuan bagasi tangan yang berlaku, satu penumpang diperkenankan membawa dua bagasi tangan dengan ukuran maksimal 40 x 30 x 100 sentimeter. Selain itu sepeda lipat tanpa motor, kereta dorong bayi, dan kursi roda juga diperkenankan masuk ke dalam KRL.

Sedapat mungkin, letakkan barang bawaan Anda pada rak yang terdapat di atas kursi penumpang. Kalaupun penuh, letakkan di bawah, di antara kedua kaki Anda.

Demi keamanan, saat naik KRL pada jam sibuk, pakailah ransel di depan sehingga mudah untuk dipantau, dan Anda terhindar dari aksi pencopet. Kereta yang kosong dan sesak sama bahayanya, waspada selalu akan adanya pencopet.

Biasanya tiga sampai lima orang berkomplot mengalihkan perhatian korban, atau menghalang-halangi penumpang yang hendak naik atau turun. Waspadalah.

7. Menjaga kenyamanan bersama

Karena yang Anda tumpangi adalah kendaraan umum, maka menjaga kenyamanan adalah kewajiban. Janganlah jadi penumpang yang mengganggu penumpang lain.

Tunda dulu pembicaraan lewat ponsel, selain sinyal yang hilang timbul, berisiknya suasana dalam gerbong akan membuat Anda harus menaikkan volume bicara. Bicara dengan teman perjalanan sah saja, selama tidak berisik.

Soal bau juga bisa mengganggu. Jadi, jangan membawa sesuatu yang berbau tajam ke dalam gerbong. Hal ini berlaku juga dalam hal bau badan.

Hal lain yang dapat mengganggu kenyamanan adalah para penumpang KRL yang duduk dengan kaki terbuka lebar--biasanya para laki-laki.

Saking banyaknya tipe penumpang kendaraan umum seperti ini, sampai ada istilahnya di barat: manspreading. Kursi di KRL sangat terbatas, berempatilah demi kenyamanan bersama.

A post shared by lucy (@ioreka) on

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.