Feses dan bakteri ditemukan dalam kosmetik palsu

Ilustrasi pengguna kosmetik.
Ilustrasi pengguna kosmetik. | Kimberrywood /Shutterstock

LAPD (Departemen Kepolisian Los Angeles) menemukan bakteri dan sisa feses--kotoran manusia--pada produk kosmetik palsu.

Mempercantik diri dengan berias tak salah. Namun, saat membeli produk kosmetik palsu, bukannya untung karena hemat, Anda justru sebenarnya rugi.

Temuan LAPD (16/4/2018) menambah panjang daftar mengapa Anda sebaiknya tidak membeli kosmetik palsu.

LAPD mengonfirmasi telah menyita kosmetik palsu senilai 700 ribu Dolar AS. Penyitaan dilakukan di distrik belanja Santee Alley. Beberapa di antaranya terbukti positif mengandung bakteri dan feses tingkat tinggi.

Polisi bereaksi setelah beberapa jenama kosmetik melaporkan keluhan sejumlah konsumen atas reaksi produk make up yang dibeli di sekitar lokasi pada kulit mereka. Newsweek menulis, Unit Anti-Piracy LAPD melakukan penyamaran untuk membeli dan menguji beberapa produk tersebut.

CNN.com melaporkan, akhirnya mereka menyita kosmetik palsu dengan label MAC, Urban Decay, Kylie Cosmetics, dan lain-lain dari 21 lokasi di area tersebut.

Merek-merek yang dipalsukan tersebut memang populer di kalangan pencinta kosmetik.

Urban Decay terkenal dengan palet eyeshadow Naked. Saking larisnya, saat baru dirilis, setiap 4,5 detik satu palet terjual.

Padahal harganya tidak murah. Palet yang awalnya menawarkan eyeshadow dengan warna-warna alami ini dibanderol sekitar 54 Dolar AS.

Ada pula kosmetik jenama Kylie yang diproduksi oleh Kylie Jenner, adik Kim Kardashian. Sejak rilis 2015, produk lipstik cairnya laris manis.

Tak semahal palet Naked, satu set lip liner dan matte liquid lipstick dibanderol 29 Dolar AS. Tapi, produknya sangat sulit didapatkan. Terutama saat baru rilis.

Kembali ke kosmetik palsu, kontaminasi yang ditemukan dalam produk kosmetik menurut detektif Rick Ishitani, kemungkinan besar bermula dari kondisi kerja yang tidak bersih. "Tinja-tinja itu entah bagaimana bercampur dengan produk yang mereka produksi di garasi, kamar mandi atau di mana pun mereka membuat barang-barang ini," tutur Ishitani seperti dilaporkan KABC.

Sudah jadi aturan baku bahwa produsen kosmetik harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Produk-produk palsu ini jelas tidak memenuhi standar tersebut.

"Jika Anda mendapat penawaran diskon 50 persen, 75 persen, waspadalah itu barang palsu," imbuh Ishitani.

Akhirnya LAPD menahan enam orang yang akan dituntut atas pelanggaran merek dagang jenama ternama. Sementara 15 orang lain diperintahkan untuk menghentikan jual beli.

Ini bukan insiden kosmetik palsu yang pertama. Faktanya, kosmetik palsu telah menjadi masalah tersendiri di penjuru dunia.

Pada tahun 2013, diperkirakan 2,5 persen perdagangan dunia terdiri atas barang-barang palsu. Kosmetik termasuk salah satu yang masuk daftar dalam jumlah besar selain pakaian dan aksesori.

"Produk kecantikan mengambil porsi besar dari kue--produk palsu," kata Deborah Parker, Wakil Agen Khusus Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dinukil Refinery29. Parker melanjutkan, "Pada tahun 2015 saja, kami punya sekitar 2.000 kasus produk kosmetik dan kecantikan palsu. Nilainya sekitar 75 juta Dolar AS, dan itu baru satu tahun fiskal."

Style Caster melansir, produk kosmetik palsu tidak hanya dijual di jalanan. Anda yang kerap belanja daring pun harus waspada terutama saat membelinya di situs pihak ketiga, bukan situs atau akun media sosial resmi jenama tersebut.

Ketertarikan pada produk kosmetik ternama tapi murah dapat menimbulkan konsekuensi mengerikan bagi konsumen.

Selain kotoran manusia dan bakteri yang ditemukan dalam penyitaan terbaru ini, FBI melaporkan agennya juga telah menemukan aluminium, karsinogen manusia, bahkan air kencing kuda dalam produk yang mereka sita. Tidak mengherankan, jika pembeli kosmetik palsu melaporkan menderita ruam, dermatitis, dan infeksi mata sebagai akibatnya.

Intinya, menginginkan produk bagus dengan harga terjangkau bukanlah suatu kejahatan. Tetapi ketika kesehatan Anda dipertaruhkan, ingatlah bahwa membayar sedikit lebih mahal dari jenama langsung atau penjual bereputasi baik akan jauh lebih murah dari biaya berobat.

BACA JUGA