Filosofi Yin Yang dalam koleksi terbaru Rinaldy Yunardi

Ilustrasi peragaan busana Rinaldy Yunardi.
Ilustrasi peragaan busana Rinaldy Yunardi. | Catwalk Photos /Shutterstock

Nama perancang perhiasan Indonesia, Rinaldy A. Yunardi, beberapa waktu belakangan tengah banyak dibicarakan --baik di dalam maupun di luar negeri.

Penyebabnya adalah tren pemakaian perhiasan pada kalangan pesohor yang diawali oleh Tex Saverio yang namanya kini sudah mendunia. Karya Rinaldy yang akrab disapa Yung Yung kini juga sedang diminati para pesohor Hollywood. Sebut saja Nicki Minaj yang mengenakan karyanya dalam video musik No Frauds, Kylie Jenner hingga Mariah Carey.

Bahkan Yung Yung seolah tak rela mengambil jeda. Kamis (5/10/2017) lalu, ia menggelar pameran mode untuk menampilkan koleksi terbarunya. Kali ini ia mengadopsi filosofi Tiongkok kuno, Yin dan Yang, sebagai tema karyanya.

Lelaki kelahiran 13 Desember 1970 ini menghadirkan 20 koleksi berupa hiasan kepala berukuran besar. Ada pula yang menyerupai mahkota nan megah.

Ada pun bentuk-bentuk yang ditampilkan banyak menyerupai berbagai jenis bunga dan dedaunan. Beberapa di antaranya tampak mirip dengan bunga baby's breath dan daun monstera yang kekinian.

Tak hanya di atas kepala, beberapa di antaranya bahkan dibuat menjuntai dengan anggun hingga menutup setengah bagian tubuh.

Menurut Ancient, konsep Yin dan Yang merupakan filosofi kuno yang masih dipercaya masyarakat Tiongkok hingga kini. Yin dan Yang merepresentasikan hal positif dan negatif yang saling bertolak belakang, tetapi saling memberikan menguntungkan satu sama lainnya, menjaga semuanya tetap seimbang.

Yung Yung menjelaskan bahwa 20 koleksi Yin dan Yang ini punya arti sangat dalam dan membahagiakan. "Yin dan Yang yaitu hitam putih. Memberikan satu pesan kita sama-sama menjaga keseimbangan dalam keluarga suami istri semuanya seimbang. Dalam fashion seimbang kalau over jadi aneh. Buat saya percaya diri kenakan apa yang kamu suka dan jadi diri kamu. Tidak lebih tidak kurang," ujar Rinaldy kepada Sindonews.

"Mengapa ambil tema Yin dan Yang? Karena untuk tema ini kan enggak perlu menunggu perayaan (Imlek). Karena Yin dan Yang adalah keseimbangan. Itulah makna hidup."

20 koleksinya kali ini dibuat dengan material yang unik. Salah satunya menggunakan bahan plastik dan menambahkan beberapa motif bunga di beberapa aksesorinya.

"Material tali rafia bunga artifisial plastik itu daun ranting karena saya ingin tetap hargai dasar. Dari bunga kan ranting dulu, daun, bunga," jelasnya.

Untuk mendapatkan materialnya pun diakui tidak seberapa sulit. Dilansir Jawa Pos, Yung Yung menjelaskan bahwa bahan-bahan yang dipakainya bisa dengan mudah ditemui di toko khusus materi artifisial (buatan).

Ia juga menjabarkan alasan di balik pemilihan warna putih dan hitam untuk temanya. Warna putih memiliki kesenian yang berbeda.

"Bunga kan harus berwarna. Karena kita semua tahu art itu enggak usah diceritain nyatanya tapi bagaimana kita mengerti arti sesungguhnya hidup berwarna itu seperti apa," tandasnya.

Seluruh koleksi hiasan kepala ini disebut Yung Yung juga tidak akan dijual untuk umum. Sebab koleksi ini dibuat olehnya khusus untuk acara Fantasy Village di Central Department Store di Grand Indonesia, Jakarta, sekaligus menandai kerjasama keduanya dalam tiga tahun terakhir.

Pada pagelaran mode kali ini Yung Yung berkolaborasi dengan perancang busana Tri Handoko yang mendesain keseluruhan busana bagi para model. Ia menampilkan ragam kemeja lengan panjang dan berkerah tinggi dengan warna hitam dan putih yang dipadukan dengan kaus kaki dan kaus tangan berwarna serupa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR