Gambar anak binatang turunkan nafsu makan perempuan

Ilustrasi anak panda
Ilustrasi anak panda | Canon Boy /Shutterstock

Umumnya, ragam diet popular menuntut Anda mengurangi asupan dan mengaplikasikan pola makan spesifik. Hasil studi terbaru mengungkapkan temuan yang bisa memudahkan program penurunan berat badan tanpa harus menahan nafsu makan.

Sejumlah psikolog bernama Dr Jared Piazza dan Dr Neil McLatchie dari Lancaster University di Inggris bersama dengan Cecilie Olesen dari University College London, menemukan bahwa perempuan dan laki-laki yang memandangi foto anak binatang mengalami penurunan nafsu makan.

Efek tersebut, menurut peneliti, lebih jelas terlihat pada perempuan daripada laki-laki.

“Kami menemukan partisipan perempuan dan laki-laki menganggap bahwa anak binatang lucu serta menggemaskan. Mereka mengalami perasaan diri berubah menjadi lembut dan hangat,” tulis para peneliti.

Namun, dampak positif yang demikian berbeda antara perempuan dan laki-laki berkaitan dengan nafsu makan.

Laki-laki tidak mendapatkan pengaruh yang signifikan, tetapi perempuan mengalami hal sebaliknya.

“Perasaan senang dan hangat saat melihat bayi binatang menciptakan tekanan tanpa paksaan untuk tidak mengonsumsi, terutama perempuan,” jelas Dr Piazza.

Dia mengatakan, kondisi tersebut pengaruh dari dorongan keibuan yang natural pada perempuan.

“Temuan kami merefleksikan adanya ikatan emosional antara perempuan dan bayi, sehingga tak heran perempuan berempati pada anak binatang lebih baik daripada laki-laki. Sikap perempuan yang sampai kehilangan nafsu makan untuk mengonsumsi daging memperlihatkan ambivalen, tetapi tidak terkait dengan latar belakang dan identitas, individu” urainya.

Selain eksperimen membawa partisipan ke area peternakan, peneliti juga melakukan eksperimen lanjutan.

Eksperimen tersebut berlangsung di dalam ruangan. Partisipan diminta untuk melihat beberapa foto anak binatang. Kemudian, partisipan dibawa ke ruangan lain tempat sejumlah hidangan daging disajikan.

Peneliti menginformasikan bahwa daging-daging tersebut merupakan daging dari anak binatang dalam foto sebelumnya.

Ternyata, partisipan, terutama perempuan, malah tidak ingin mengonsumsi daging dan mengalami penurunan nafsu makan terhadap daging hingga beberapa hari kemudian.

Tujuan dari penelitian ini adalah membantu organisasi penyayang dan perlindungan binatang yang berkampanye mengenai pengurangan konsumsi daging.

Peneliti melihat taktik menggunakan foto anak binatang bisa menjadi strategi yang efektif, terutama untuk perempuan usia muda.

Berdasarkan Harris Poll tahun 2016 silam, lebih kurang delapan juta warga Amerika Serikat usia dewasa memilih berpaling dari daging merah dan menerapkan diet vegetarian dalam keseharian mereka.

Alasan mayoritas yang berhasil dikumpulkan periset adalah partisipan sudah menyadari pentingnya gaya hidup sehat.

Hasil poling tersebut menemukan, 37 persen partisipan selalu atau lebih sering memilih hidangan vegetarian saat makan di luar rumah. Mereka beralasan pola hidup sehat yang mereka jalani adalah pilihan pribadi bukan sekadar tren atau paksaan.

Kajian yang dirilis Academi of Nutrition and Dietitics tahun 2016 lalu mengklaim bahwa pola makan rendah daging dan tinggi serat bisa menurunkan risiko menderita diabetes tipe-2 sebanyak 62 persen. Selain itu, juga mengurangi potensi mengalami serangan jantung dan stroke.

Rangkaian argumen mengenai konsumsi daging merah, apakah baik atau tidak untuk kesehatan, memang telah menjadi perdebatan panjang antara sejumlah pakar medis.

Namun, sebuah penelitian terakhir dari McMaster University di Kanada terhadap 218.000 partisipan berusia dewasa dari 50 negara di dunia, mengungkapkan, daging merah dan keju bisa meningkatkan harapan hidup seseorang.

Studi tersebut menjelaskan, mengonsumsi daging merah dan produk susu dalam porsi cukup setiap hari sebagai pola makan seimbang dapat mengurangi risiko mati muda secara drastis.

Hasil temuan yang dipresentasikan dalam konferensi European Society for Cardiology di Munich, Jerman, ini justru menganjurkan agar setiap orang waspada pada jumlah konsumsi karbohidrat mereka.

“Orang-orang yang mengonsumsi buah, sayuran, kacang, ikan, produk susu, dan daging merah dalam pola makan seimbang memiliki risiko paling rendah untuk mengalami gangguan jantung dan mati muda,” pungkas Dr Andrews Mente, seorang ketua investigator kesehatan di University of Population Health Research Institute.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR