KESEHATAN

Gangguan mental intai penderita diabetes usia muda

Ilustrasi diabetes.
Ilustrasi diabetes. | Creativa Images /Shutterstock

Para ilmuwan menemukan satu lagi alasan mengapa orang muda perlu mewaspadai diabetes tipe 2.

Temuan terbaru mengungkap penderita diabetes di bawah 40 tahun punya kemungkinan dua kali lebih besar mengalami gangguan mental. Mereka punya kecenderungan dirawat di rumah sakit jiwa, dibandingkan dengan orang-orang yang mengembangkan penyakit ini di kemudian hari.

“Peningkatan risiko penderitaan dan kecemasan telah dilaporkan terjadi pada orang muda dengan diabetes dalam penelitian lain, tetapi risiko tinggi penderita diabetes dirawat karena kesehatan mental dalam analisis skala besar yang melibatkan lebih dari 0,4 juta orang dengan diabetes belum pernah diungkap," ujar Dr. Juliana Chan dari The Chinese University of Hong Kong dan Direktur Hong Kong Institute of Diabetes and Obesity.

Kesimpulan studi baru yang berbasis populasi di Hong Kong ini didapat setelah Dr. Chan dan tim mengamati dua kelompok penderita diabetes dewasa asal Tiongkok. Pengamatan dilakukan untuk menentukan efek usia saat kejadian dan faktor risiko rawat inap yang bisa diubah selama usia produktif, atau usia 20 hingga 75 tahun.

Dengan menggunakan data Hong Kong Diabetes Registry, para peneliti menelaah informasi kesehatan lebih dari 400 ribu penderita diabetes tipe 2 di Hong Kong. Hasil penelitian dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine.

Hampir 21 ribu orang didiagnosis menderita penyakit ini sebelum usia 40 tahun. Sekitar 200 ribu orang diketahui menderita diabetes tipe 2 saat berusia antara 40 hingga 59 tahun. Tak sampai 200 ribu orang yang didiagnosis menderita penyakit ini di atas usia 60 tahun.

Mereka menemukan bahwa orang dewasa yang menderita diabetes sejak usia muda, lebih sering dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan orang yang menderita diabetes saat usianya tak lagi muda.

Selain itu, para peneliti juga menemukan hubungan yang sebelumnya tidak diketahui antara penderita diabetes usia muda dan pengalaman dirawat karena gangguan mental.

Dalam kedua temuan tersebut, pasien diabetes di bawah 40 tahun memiliki tingkat rawat inap tertinggi menurut usia, jauh di atas tingkat usia spesifik untuk populasi umum.

Sekitar 37 persen dari waktu rawat inap pasien diabetes usia muda disebabkan oleh penyakit mental, terutama gangguan psikotik (55 persen) dan kelainan suasana hati (31 persen).

Temuan ini menunjukkan, pentingnya upaya untuk mencegah diabetes pada usia muda. Ada kebutuhan mendesak untuk menemukan cara guna mengendalikan faktor risiko kardiometabolik yang berfokus pada kesehatan mental.

"Kita hidup di lingkungan yang berisiko tinggi, dan orang-orang, tua atau muda bisa ikut terpengaruh oleh diabetes," kata Chan.

Urainya, “Pendidikan di sekolah, pelatihan profesional, dan kebijakan pemerintah diperlukan untuk mengatasi masalah mengkhawatirkan yang memengaruhi masyarakat global dan merumuskan rencana aksi berfokus pada pendidikan masyarakat, intervensi dini, dan perawatan holistik untuk membuat sistem kesehatan kita berkelanjutan, demi mengurangi komplikasi, kematian prematur, atau tingkat rawat inap untuk meningkatkan kualitas hidup kita."

Menukil WebMD, Dr. Joel Zonszein, direktur pusat diabetes klinis di Montefiore Medical Center New York City mengatakan studi ini mestinya bisa jadi pengingat betapa berbahayanya diabetes tipe 2.

Kombinasi faktor genetik dan gaya hidup menyebabkan diabetes tipe 2. Minimnya aktivitas fisik, penambahan berat badan, dan obesitas berkaitan erat dengan diabetes tipe 2.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah penderita diabetes tipe 2 terus meningkat di seluruh dunia. Parahnya, penyakit ini semakin umum di kalangan usia muda. Padahal dulu, sangat jarang ada orang berusia di bawah 65 tahun menderita penyakit ini.

Ini membuatnya berkembang lebih agresif dan sulit ditangani.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR