PERLINDUNGAN KONSUMEN

Tentang laundry akhir pekan dan cucian hilang

Jika pengusaha penatu merugikan Anda, perkarakanlah -- setelah musyawarah gagal. Pengusaha harus bertanggung jawab.
Jika pengusaha penatu merugikan Anda, perkarakanlah -- setelah musyawarah gagal. Pengusaha harus bertanggung jawab. | Muchamad Rangga Nur Islami / untuk Beritagar.id

Masalah mencuci pakaian termasuk topik akhir pekan. Tengok saja Twitter. Ada saja yang bicara cuci mencuci dan laundry, tapi minus keluhan pakaian hilang. Kemarin siang (21/4/2018), misalnya. Ada orang merendam pakaian tapi tak kunjung mencucinya. Lalu ia suarakan di media sosial. Ada pula keluhan malas mencuci pakaian. Bahkan muncul pengakuan seorang cewek, mencuci pakaian sendiri telah mengundang hujan -- karena ia tak pernah melakukannya.

Juga kemarin, tema Hari Kartini menjadi pembonceng aksi promosional pengusaha penatu. Ada yang mengingatkan konsumen untuk mencuci, dan ada pula pengusaha yang menyelenggarakan pelatihan bisnis penatu.

Sebagai bisnis bagi pelaku usaha kecil dan menengah, jasa dobi juga menghasilkan masalah. Tak hanya konsumsi air tanah tetapi juga listrik.

Maka cuitan Rustam Ibrahim, ketua dewan pengawas LP3ES, pun empat hari lalu mempersoalkan pilihan daya listrik pelanggan untuk usaha penatu.

Di luar urusan air dan listrik, bagi konsumen yang penting dari benara adalah kualitas layanan. Pakaian yang konsumen cucikan tidak rusak apalagi hilang.

Jika cucian hilang, konsumen berhak memperkarakan. Infografik penyerta artikel ini adalah pembuatan ulang dari arsip Juli 2015.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR