Gaun bergambar janin dan sederet kampanye dalam Grammy Awards

Joy Villa saat melenggang di karpet merah Grammy Awards di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat (28/1/2018).
Joy Villa saat melenggang di karpet merah Grammy Awards di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat (28/1/2018). | Jason Szenes /EPA-EFE

Acara penghargaan di Amerika Serikat (AS) belakangan tak hanya sekadar jadi ajang pamer busana. Di berbagai kesempatan, para pesohor justru gemar bersuara menyampaikan pesan politik serta isu sosial.

Seperti yang dilakukan oleh Joy Villa, penyanyi 26 tahun asal AS. Namanya memang kurang populer, namun kampanyenya lewat busana dalam dua tahun belakangan selalu jadi bahan perbincangan.

Pada perhelatan Grammy Awards tahun ini, Minggu (28/1/2018), Villa kembali menyampaikan pesannya lewat gaun yang dikenakan. Villa melenggang di karpet merah Grammy Awards sambil mengenakan gaun putih koleksi Pronovias.

Gaun itu sudah dimodifikasinya dengan menambahkan lukisan tangan pribadi bergambar janin berwarna merah dan diselimuti oleh aneka warna pelangi. Villa juga menambahkan aksesori berupa mahkota dan tas putih bertuliskan "choose life" sebagai pelengkap.

A post shared by Joy Villa???????? (@joyvilla) on

Dalam wawancaranya dengan Foxnews, ia mengaku pro kehidupan. "Tahun ini saya memilih untuk membuat pernyataan di karpet merah seperti biasanya," jelasnya.

Villa juga menceritakan, bahwa lewat gaunnya ia ingin para calon orang tua, khususnya perempuan di luar sana untuk lebih menghargai kehidupan dan menyetop tindakan aborsi.

Ia membeberkan bahwa sepuluh tahun lalu pernah mengandung anak yang tak mampu ditanggungnya. Namun, aborsi tetap bukan pilihan. Ia kemudian memberikan bayi perempuannya untuk diadopsi oleh keluarga yang mengagumkan agar mendapat kehidupan yang lebih layak.

"Lukisan ini saya buat ulang dari lukisan saya sepuluh tahun lalu, saat saya memberikan anak yang saya lahirkan untuk diadopsi," katanya.

Pada akun Twitter pribadinya, Villa juga mencoba membantu pengikutnya yang bermasalah dengan aborsi dengan membagikan akun-akun Twitter yang siap membantu dan dapat segera dihubungi untuk masalah serupa.

Gaun ini bukan kesempatan perdana Villa berkampanye. Pada edisi Grammy tahun lalu, perempuan asal California ini mengenakan gaun bertuliskan "Make America Great Again."

Kebetulan Villa adalah pendukung Trump. Menurutnya presiden AS tersebut telah bekerja dengan baik selama ini.

Selain Villa, malam itu, sederet pesohor lain pun menyampaikan aspirasinya dengan berbagai cara. Nama-nama seperti Kesha, Cindy Lauper, Camilla Cabelo, dan Bebe Rexha naik ke panggung sembari mengenakan busana putih.

Di sana mereka menyanyikan lagu "Praying" milik Kesha sebagai bentuk dukungan terhadapnya dan para perempuan lain yang pernah mengalami pelecehan seksual.

A post shared by camila (@camila_cabello) on

Penyanyi Lorde pun berkampanye lewat busananya. Namun Lorde tidak melukis pesannya di gaun seperti Villa, melainkan menjahit secarik kertas di gaunnya.

Kertas itu berisi pesan berbentuk puisi tentang kebangkitan setelah kehancuran yang ditulis oleh seniman sekaligus aktivis perempuan Jenny Holzer.

A post shared by Lorde (@lordemusic) on

Camila Cabello, yang sedang hit dengan lagu "Havana", juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesannya. Ia berpesan kepada siapapun yang merasa tak punya harapan untuk terus bermimpi.

Senada dengan Villa, Cabello juga menyisipkan kalimat tentang hidup dan perjuangan.

"Saya adalah imigran dari Kuba-Meksiko dan lahir di Havana bagian timur, kini berdiri di panggung Grammy di New York dan yang saya tahu, seperti layaknya mimpi, anak-anak ini tak dapat dilupakan dan layak diperjuangkan," serunya sebelum mengundang band U2 naik ke panggung.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR