KESEHATAN

Gejala radang usus dan inovasi pengobatannya

Radang usus
Radang usus | Sebra /Shutterstock

Jika mengalami kram perut, sembelit, diare, atau buang air besar berdarah, waspadai penyakit radang usus (crohn's disease) yang memengaruhi saluran pencernaan.

Radang usus menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan sering menyebar jauh ke lapisan jaringan usus yang terkena. Penyakit ini bisa sangat menyakitkan, bahkan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui. Sebelumnya, diet dan stres dicurigai jadi pemicu. Tetapi sekarang dokter tahu bahwa faktor-faktor ini dapat memperburuk tetapi tidak menyebabkan penyakit.

Sejumlah faktor, seperti keturunan dan sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi, virus atau bakteri, kemungkinan memainkan peran dalam perkembangannya.

Orang yang lebih berisiko alami radang usus antara lain berusia sekitar 30 tahun, sejarah keluarga dengan penyakit serupa, merokok, serta mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen.

Saat terkena radang usus, ada beberapa gejala yang mungkin dialami seperti diare, demam, nyeri perut, dan keram. Selain itu ada pula luka di mulut, nafsu makan berkurang, nyeri di sekitar anus.

Gejala lain meliputi peradangan hati atau saluran empedu, peradangan pada kulit, mata, dan persendian, serta pertumbuhan yang tertunda pada anak-anak.

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan perawatan radang usus yang tepat.

Bila tidak ditangani, radang usus bisa menimbulkan komplikasi, seperti sumbatan usus atau bisul atau luka terbuka di saluran pencernaan, bahkan muncul di anus dan mulut.

Komplikasi radang usus lain adalah robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus atau di kulit sekitar anus, malnutrisi, anemia, gangguan kulit, osteoporosis, radang sendi, dan kanker usus besar.

Namun, hingga saat ini belum ada obat untuk mengobati radang usus. Perawatan yang diberikan oleh dokter hanya bisa mengurangi peradangan, meredakan gejala nyeri, diare dan perdarahan, serta mengatasi kekurangan gizi pasien.

Perawatannya mungkin melibatkan obat-obatan, suplemen nutrisi, pembedahan, atau kombinasi dari terapi ini. Pilihan pengobatan pun tergantung pada di mana penyakit itu berada dan seberapa parah itu.

Inovasi pengobatan radang usus oleh anak Indonesia

Mahasiswa University of Oxford asal Indonesia, Sasza Chyntara Nabilla tengah meneliti material untuk memperpanjang usus bagi pasien setelah pemotongan usus, sebagai salah satu cara mengobati radang usus.

Harapannya ini bisa menjadi salah satu solusi di dunia medis untuk mengatasi masalah usus yang dipotong karena operasi.

Dalam diskusi Oxford Society of Indonesia di Universitas Atmajaya, Sazsa memaparkan bahwa sifat radang usus hampir sama dengan sel kanker, dapat menyebar ke tempat lain.

Bahkan setelah usus dipotong pun, bisa jadi bagian usus lain mengalami peradangan sama yang mengharuskan usus pasien dipotong lagi dan lagi. Ini dapat berujung kematian.

Dalam penelitiannya, Sasza menciptakan implan dari hydrogel untuk membuat jaringan baru di usus. "Hydrogel itu jenis polimer kemudian dia punya jaringan-jaringan di dalamnya, sifatnya itu hidrofilik dan hidropobik," jelasnya.

“Gel ini akan dimasukkan sebagai implan di usus pasien. Jumlah dan kadarnya akan disesuaikan dengan kebutuhan, jadi tidak dipukul rata untuk semua pasien," ujar Sasza.

Nantinya, gel akan mengembang secara osmosis melalui cairan tubuh dan menarik jaringan baru sehingga akan menghasilkan usus buatan. "Setelah beberapa waktu, gel akan kembali dikeluarkan karena misinya sudah selesai,” kata Sasza.

Bahan semacam lensa kontak nantinya akan diimplan di leum atau usus penyerapan. Bahan tersebut akan mengembang di dalam usus, sehingga dapat memanjangkan usus hingga dua kali lipat.

"Saya berharap dengan produk saya bisa menyelamatkan orang. Semoga pemerintah Indonesia juga mendukung," tutup Sasza.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR