HUBUNGAN ASMARA

Hubungan rasa rindu dan kesedihan

Rasa rindu setelah kehilangan dapat membawa kesedihan
Rasa rindu setelah kehilangan dapat membawa kesedihan | palidachan /Shutterstock

Rasa rindu berubah jadi sedih saat pasangan jauh atau hubungan Anda berakhir? Bukan hanya wajar, ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Penelitian oleh ahli saraf Lucy Brown dari University Yeshiva, New York menjelaskan, perasaan sedih karena putus atau berpisah sangat berkaitan dengan bagaimana otak menafsirkan makna.

Kenapa akhirnya perasaan sedih muncul di saat Anda merasa rindu ternyata berhubungan dengan sisi romantis seseorang. Hal ini diungkapkan Clarissa Silva seorang ilmuwan dan psikolog asal Amerika Serikat.

“Tubuh Anda melepaskan adrenalin, dopamin dan serotonin, selain testosteron dan estrogen. Dopamin adalah apa yang menciptakan perilaku sopan dalam pria dan rasa keterikatan yang kuat pada wanita," terang Silva.

Begitu Anda jatuh cinta, tubuh secara alami mempercepat proses hormon-hormon perasaan baik yang kemudian menciptakan reaksi kimia, sering digambarkan sebagai rasa cinta. Akhirnya tubuh jadi kecanduan perasaan gembira yang dipicu oleh kehadiran pasangan.

Nah, ketika Anda kehilangan pasangan, semua proses ini berkurang. Pada akhirnya dapat menyebabkan rasa sakit hati.

Sebenarnya, emosi akan meniru otak ketika pasangan Anda tak ada. Silva juga menunjukkan lamanya hubungan memengaruhi cara otak memproses perasaan rindu.

"Ketika pasangan kita pergi jauh, maka Anda mungkin merasa tertekan, apalagi jika hubungan masih baru," kata Rhodes.

"Ketika rasa tertekan muncul, maka secara biologis kita mencari pembenaran dari pasangan bahwa semuanya baik-baik saja. Hal ini yang membuat otak merespons hal yang menyedihkan," Rhodes memaparkan.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa pasangan yang sudah lama bersama justru merasa kurang emosional saat berada jauh dari orang tercinta. Perasaan ini sebenarnya berlawanan dari kepanikan yang mungkin mereka rasa.

"Semakin aman secara emosional hubungan dengan pasangan Anda, semakin sedikit hormon yang terkait dengan proses ini akan memengaruhi hubungan Anda," jelas Rhodes.

Kreativitas membantu anda

Menurut psikolog, melakukan aktivitas yang kreatif adalah salah satu cara ampuh melawan perasaan tersebut.

"Terlibat dalam kegiatan kreatif misal melukis, memasak, mewarnai, fotografi atau menghias kue dapat membantu Anda menekan perasaan kehilangan atas rindu yang dalam. Ketika kita berpikir kreatif, otak akan melepaskan dopamin, yang merupakan hormon anti stres alami," kata Silva.

Sementara, karena Anda tetap sibuk dan kreatif otak terbantu dalam mengendalikan perasaan putus asa dan sakit hati. Hal ini baik untuk menghilangkan rasa sedih.

Rhodes menyarankan untuk terbuka dan berkomunikasi dengan pasangan tentang apa yang Anda inginkan. Anda juga harus menolak dorongan yang membiarkan kecemasan dan hal negatif memengaruhi perilaku sehari-hari.

Penelitian mengungkap, seni dapat sangat berharga dalam mengobati masalah seperti depresi akibat rindu mendalam, kecemasan, gangguan stres pasca-trauma dan bahkan beberapa rasa ketakutan atau fobia.

Menurut American Art Therapy Association (AATA), terapi seni diartikan sebagai kegiatan terapi yang dilakukan secara kreatif melalui suatu objek dalam seni. Di Amerika Serikat, terapi ini telah dilakukan sejak tahun 1969 ditandai dengan berdirinya American Art Therapy Association.

Terapi seni bisa dengan berbagai cara. Mulai dari menggambar, melukis, mewarnai, sampai memahat. Selain dapat menyembuhkan gangguan kesehatan mental, aktivitas seni rupa ini berguna mengatasi trauma dan gangguan emosional.

’’Melalui lukisan dan pewarnaan, seseorang dapat menyalurkan perasaan dan emosi. Selain itu, kreativitas seperti ini bisa memberikan efek relaksasi,’’ jelas Yohanita Lestari, seorang psikolog terapi seni dan pendiri Indonesian Art Therapy Project.

Tidak usah khawatir soal bakat seni. Karena tidak diperlukan bakat seni khusus untuk memulai. Manusia diciptakan sebagai makhluk kreatif, dan yang perlu diperhatikan saat memulai aktivitas seni ini adalah jujur dengan diri sendiri.

Tidak hanya seni rupa, menulis dapat juga menjadi salah satu cara melawan perasaan tersebut di atas. Menulis puisi, surat atau ungkapan kesedihan akan membantu Anda melewati masa-masa sulit tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR